Kesehatan Wanita

Benarkah Gunakan Daun Sirih untuk Keputihan Terbukti Ampuh?

June 19, 2020 | Nanda Hadiyanti
feature image

Daun sirih dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Salah satunya penggunaan daun sirih untuk keputihan dan untuk menjaga kebersihan vagina.

Tapi apakah benar daun sirih untuk keputihan adalah obat yang ampuh? Dan apakah manfaat sudah terbukti secara ilmiah? Berikut penjelasannya.

Manfaat daun sirih untuk keputihan

Manfaat daun sirih yang paling terkenal yaitu ampuh menjaga kesehatan mulut dan gigi. Itu karena kandungan capitol dan eugenol yang terkandung di dalamnya.

Manfaat anti jamur pada daun sirih

Daun sirih diketahui memiliki kandungan senyawa kimia bernama eugenol. Senyawa ini bersifat anti jamur. Salah satu penelitian mengungkapkan bahwa senyawa ini dapat menangkal jamur candida albicans, yang diketahui sebagai salah satu penyebab terjadinya keputihan.

Daun sirih bersifat anti bakteri

Salah satu penyebab keputihan pada wanita adalah adanya bakteri pada vagina. Salah satu bakteri tersebut bernama neisseria gonorrhoeae. Kondisi tersebut biasanya bisa diatasi dengan obat anti bakteri. Sementara, daun sirih dikenal sebagai salah satu tanaman yang memiliki sifat anti bakteri.

Sifat anti bakteri ini dipercaya karena adanya kandungan polifenol dan flavonoid di dalamnya. Karena itu, daun sirih dipercaya dapat mengatasi keputihan. Sayangnya, kepercayaan ini belum dibarengi dengan hasil penelitian secara ilmiah.

Sifat anti inflamasi pada daun sirih

Karena bersifat anti inflamasi atau anti peradangan, daun sirih dianggap dapat mengatasi peradangan pada vagina yang menjadi salah satu penyebab keputihan.

Peradangan pada vagina tersebut juga dikenal dengan istilah vaginitis. Namun, sementara ini belum ada penelitian yang secara khusus membahas manfaat daun sirih untuk mengatasi vaginitis.

Manfaat adanya senyawa tanin

Polifenol adalah kandungan yang secara alami terdapat pada tanaman dan dapat bermanfaat bagi tubuh. Polifenol dapat melindungi tubuh dari radikal bebas atau bertindak sebagai antioksidan dalam tubuh.

Selain itu, polifenol dalam daun sirih mengandung senyawa tanin yang berperan sebagai anti jamur dan mengurangi sekresi cairan pada liang vagina. Dengan begitu, daun sirih dipercaya dapat membantu mengatasi keputihan.

Dari penjelasan di atas, sebagian besar penggunaan daun sirih untuk keputihan baru sebatas pengobatan tradisional. Belum ada obat yang secara spesifik dibuat dari daun sirih untuk mengatasi keputihan.

Jika ingin mencobanya, kamu bisa menggunakan daun sirih sebagai obat keputihan dengan cara merebusnya, lalu air rebusannya digunakan untuk membasuh vagina.

Namun, sebelum kamu mencari berbagai obat untuk mengatasi keputihan, kamu juga perlu tahu bahwa tidak semua keputihan adalah gangguan kesehatan. Berikut penjelasan singkat mengenai keputihan mulai dari jenis hingga kapan harus menggunakan obat dan mencari pertolongan dokter.

Jenis keputihan yang perlu kamu ketahui

Ada dua jenis keputihan yang mungkin dialami oleh wanita. Yaitu keputihan fisiologis dan keputihan patologis.

Keputihan fisiologis

Keputihan fisiologis atau keputihan normal merupakan bagian dari siklus reproduksi pada wanita. Keputihan jenis ini biasanya tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak menimbulkan rasa gatal atau rasa mengganggu lainnya.

Keputihan patologis

Sementara itu, jenis yang kedua adalah keputihan patologis atau abnormal. Keputihan jenis inilah yang biasanya menyebabkan gatal, bau dan juga memiliki warna berbeda-beda. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan keputihan patologis berdasarkan warna dan ciri lainnya.

  • Jika terlihat coklat atau bercampur darah, bisa menjadi penanda gangguan siklus menstruasi atau kanker serviks atau kanker endometrium.
  • Jika berwarna kuning kemungkinan karena mengalami penyakit gonorrhea yang disebabkan oleh bakteri neisseria gonorrhoeae.
  • Jika kuning atau terlihat kehijauan dan disertai bau tidak sedap, mungkin kamu mengalami penyakit trichomoniasis yang disebabkan oleh parasit trichomonas vaginalis.
  • Jika berwarna merah muda, biasanya terjadi pada wanita yang baru melahirkan.
  • Jika putih dan juga kental, kemungkinan terjadi karena infeksi jamur.
  • Sementara, jika berwarna abu-abu, putih atau kuning disertai bau amis, kemungkinan karena terjadinya vaginosis bakterialis. Yaitu infeksi vagina karena terganggunya keseimbangan alami vagina.

Jika kamu merasa mengalami keputihan patologis, maka kamu bisa melakukan beberapa pilihan pengobatan tradisional, seperti menggunakan rebusan daun sirih untuk keputihan.

Selain itu, kamu juga perlu menjaga kebersihan vagina dengan baik dan gunakan celana dalam dengan bahan yang nyaman. Namun jika keputihan disertai gejala gatal pada vagina atau nyeri, sebaiknya langsung konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan perawatan medis.

 Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd diakses 16 Juni 2020 Vaginal Discharge: What’s Abnormal? 
  2. NCBI diakses 16 Juni 2020 Vaginal Discharge 
  3. Healthbenefitstimes.com diakses 16 Juni 2020 Health benefits of betel leaf 
  4. Health-medicines.com diakses 16 Juni 2020 Betel Leaves as a Traditional Medicine for Vaginal Discharge 
    register-docotr