Kesehatan Wanita

Ciri-ciri Pubertas Anak Perempuan: Perubahan Fisik hingga Emosional

October 27, 2020 | Nik Nik Fadlah
feature image

Sebelum menjadi orang dewasa, seorang anak akan mengalami masa pubertas. Pada masa ini akan terjadi sejumlah perubahan fisik yang signifikan. Lantas, apa saja ciri-ciri pubertas anak perempuan?

Moms, perlu diketahui bahwa pubertas pada anak perempuan biasanya terjadi lebih awal dibandingkan dengan anak laki-laki. Masa pubertas pada anak perempuan biasanya dimulai ketika mereka berusia antara 8 hingga 13 tahun.

Baca juga: Kenali Pubertas pada Anak dan Remaja, Ini Tahapannya

Ciri-ciri pubertas anak perempuan

Waktu pubertas pada anak perempuan tidak bisa disamaratakan ya, Moms. Masing-masing anak dapat mengalami masa pubertas di usia yang berbeda. Meskipun demikian, terdapat beberapa perubahan fisik pada anak perempuan ketika mengalami masa pubertas yang patut Moms ketahui.

Berikut adalah ciri-ciri pubertas anak perempuan.

1. Pertumbuhan payudara, ciri-ciri awal pubertas anak perempuan

Ciri-ciri pubertas anak perempuan paling awal adalah pertumbuhan payudara. Seorang anak perempuan akan mengalami perkembangan “tunas” payudara, yang mulai terbentuk di bawah puting.

Terkadang, ketika ini terjadi payudara dapat terasa gatal, lunak, atau sedikit nyeri. Namun, ini merupakan hal yang normal dan akan membaik seiring dengan waktu. Biasanya pertumbuhan payudara ini dimulai dari satu sisi sebelum ke sisi lainnya.

2. Pertumbuhan rambut

Rambut yang lebih kasar akan mulai tumbuh di area genital, ketiak, maupun di kaki. Pada sebagian anak perempuan, sekitar 15 persen, pertumbuhan rambut kemaluan menjadi tanda awal pubertas, dalam arti kata muncul sebelum payudara mulai tumbuh.

Pertumbuhan sejumlah kecil rambut pada alat kemaluan, biasanya mulai tumbuh di bibir vagina.

3. Keluarnya cairan dari vagina

Ciri-ciri pubertas anak perempuan yang perlu Moms ketahui selanjutnya adalah keluarnya cairan dari vagina atau keputihan.

Beberapa anak perempuan mengalami keputihan bening atau berwarna putih dalam jumlah kecil hingga sedang yang dimulai sekitar 6-12 bulan sebelum mereka mengalami menstruasi pertama.

Perlu diketahui Moms bahwa ini merupakan respons yang normal terhadap peningkatan jumlah hormon estrogen di dalam tubuh.

4. Menstruasi

Menstruasi juga akan dialami oleh seorang anak perempuan ketika ia menjalani masa pubertas. Kebanyakan anak perempuan mendapatkan menstruasi pertamanya dalam kurun waktu 2-3 tahun setelah perkembangan tunas payudara.

Menstruasi adalah bagian yang normal dari pertumbuhan. Beberapa anak mungkin saja mengeluarkan darah berwarna merah cerah, sebagian lainnya mungkin saja hanya mengeluarkan bercak berwarna merah coklat, keduanya adalah hal yang normal.

Pada masa ini, siklus menstruasi juga belum teratur. Ini mungkin saja terjadi pada beberapa tahun pertama akibat tubuh beradaptasi dengan perubahan fisik yang cepat. Tak hanya itu, nyeri perut atau kram menstruasi seringkali juga terjadi.

Moms, ketika ini terjadi anak mungkin saja merasa cemas mengenai bagaimana cara menangani menstruasi pertama mereka, mengingat hal ini terjadi secara tidak terduga.

Maka dari itu, Moms dapat mengatakan kepada anak bahwa tidak apa-apa untuk berbicara tentang menstruasi atau mengajukan pertanyaan mengenai hal ini. 

5. Ciri-ciri pubertas anak perempuan: pertumbuhan tinggi badan

Pertumbuhan tinggi badan juga merupakan salah satu ciri-ciri pubertas anak perempuan yang tidak boleh dilewatkan ya, Moms.

Kebanyakan anak perempuan mengalami pertumbuhan tinggi badan secara cepat pada usia yang lebih muda dibandingkan dengan anak laki-laki.

Pertumbuhan tinggi badan yang pesat biasanya terjadi saat tunas payudara mulai berkembang dan di sekitar 6 bulan sebelum mereka mendapatkan menstruasi. Akan tetapi, ketika seorang anak sudah mengalami menstruasi pertamanya, pertumbuhannya mulai melambat.

Baca juga: Bukan Hanya Genetik Moms, Ini 6 Faktor yang Memengaruhi Tinggi Badan Anak

6. Pinggul lebih lebar

Ciri-ciri pubertas pada anak yang juga perlu diketahui adalah perubahan pada pinggul. Saat masa pubertas, pinggul seorang anak perempuan akan melebar, sedangkan ukuran pinggangnya mengecil.

7. Perubahan lainnya

Selain, ciri-ciri pubertas anak perempuan yang sudah dijelaskan di atas, terdapat beberapa perubahan lainnya yang juga patut untuk Moms ketahui, di antaranya adalah munculnya jerawat. Munculnya jerawat pada masa pubertas dapat terjadi karena perubahan kadar hormon.

Tak hanya itu, keringat di bawah ketiak serta peningkatan bau badan juga dapat terjadi, ini merupakan perubahan yang normal.

8. Perubahan mood

Moms, pubertas dapat menjadi masa yang sulit bagi anak, mereka mungkin saja merasa minder dengan perubahan fisiknya. Namun, pubertas juga dapat menjadi saat yang menyenangkan karena anak mengembangkan emosi dan perasaan baru.

Meskipun demikian “rollercoaster” emosional yang mereka hadapi ini dapat memiliki efek psikologis dan emosional, ini termasuk:

  • Perubahan suasana hati yang tidak dapat dijelaskan
  • Tingkat kepercayaan diri yang rendah
  • Agresi

Nah, itulah beberapa ciri-ciri pubertas anak perempuan yang perlu Moms ketahui. Pubertas bisa menjadi tantangan bagi anak dan orang tua, maka dari itu sangat penting untuk memberikan perhatian pada anak.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Healthychildren.org (2019). Diakses pada 18 Oktober 2020. Physical Development in Girls: What to Expect During Puberty 

Healthline (2018). Diakses pada 18 Oktober 2020. The Stages of Puberty: Development in Girls and Boys 

NHS (2018). Diakses pada 18 Oktober 2020. Stages of Puberty: What Happens to Boys and Girls 

    register-docotr