Kesehatan Wanita

6 Tips Hidup Sehat untuk Penyintas Kanker Payudara

October 17, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Kanker payudara adalah salah satu penyakit yang banyak diidap oleh wanita Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, prevalensi penyakit ini masih relatif tinggi, yaitu 42,1 per 100.000 penduduk.

Bukan hanya menyerang wanita sehat, penyintas yang telah sembuh juga berpotensi mengalami penyakit yang sama secara berulang. Gaya hidup sehat perlu diterapkan oleh para penyintas kanker payudara, untuk meminimalkan kambuhnya penyakit yang sama.

Bagaimana cara menjaga kesehatan bagi penyintas kanker payudara? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Tips jaga kesehatan untuk penyintas kanker payudara

Setelah dinyatakan sembuh, para penyintas kanker payudara tetap perlu menjaga kesehatannya. Sebab, penyakit yang sama bisa saja kambuh jika sistem kekebalan tubuh melemah. Berikut beberapa tips menjaga kesehatan untuk para penyintas kanker:

1. Kelola stres dengan baik

Stres bisa memperburuk kesehatan. Ketika sedang stres, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon kortisol yang dapat memengaruhi keseimbangan kadar hormon lainnya.

Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, stres dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, terutama yang berhubungan dengan imunitas. Begitu juga dengan penyintas kanker, stres dapat menyebabkan penyakit tersebut kambuh.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk meredakan stres, di antaranya adalah:

  • Menghabiskan waktu dengan keluarga
  • Menulis buku harian
  • Mengalihkan perhatian ketika stres datang
  • Terapkan praktik mindfulness

2. Jaga berat badan

Sebagai penyintas kanker payudara, kamu perlu mengontrol berat badan agar tetap ideal. Bukan tanpa alasan, jika berat badan naik tak terkontrol, ini bisa meningkatkan risiko terkena penyakit yang sama, yaitu kanker payudara.

Obesitas adalah pintu masuk dari berbagai penyakit. Jadi, pastikan kamu tetap menjaga berat badan tetap ideal. Bahkan menurut American Cancer Society, obesitas bisa memperburuk kondisi pasien kanker, dan risiko kematiannya lebih tinggi.

3. Rutin olahraga

Menurut Breast Cancer Foundation, aktivitas fisik memainkan peran penting selama dan setelah pengobatan kanker. Tingkat keberlangsungan hidup penyintas kanker payudara yang gemar berolahraga diyakini 10 tahun lebih tinggi, jika dibandingkan dengan survivor yang jarang bergerak.

Tak perlu melakukan olahraga berat, cukup aktivitas fisik ringan tapi rutin. Luangkan waktu setidaknya tiga hingga lima jam per minggu. Olahraga juga bisa membantu meredakan efek psikologis seperti stres dari lamanya durasi pengobatan.

4. Tetap melakukan pemeriksaan

Seorang penyintas kanker payudara sangat berpotensi untuk mengalami penyakit yang sama secara berulang jika dibandingkan dengan orang yang tidak pernah mengidapnya. Oleh karena itu, pemeriksaan secara berkala tetap diperlukan.

Biasanya, sebelum dinyatakan sembuh, dokter akan benar-benar memastikan bahwa tidak ada sel jahat yang masih menginfeksi tubuh. Namun, ini tidak bisa dijadikan jaminan bahwa penyintas kanker akan terbebas dari penyakit yang sama di masa mendatang.

Baca juga: Ketahui 6 Langkah SADARI untuk Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini

5. Konsumsi makanan bergizi

Percaya atau tidak, ada banyak makanan yang ternyata sangat berisiko untuk meningkatkan potensi kanker. Agar tak kambuh, para penyintas kanker perlu menjaga pola makannya, yaitu dengan:

  • Buah-buahan: Buah adalah makanan yang kaya akan flavonoid, bisa menjadi antioksidan alami menangkal radikal bebas pemicu kanker. Buah yang banyak mengandung flavonoid adalah buah-buahan sitrus, seperti jeruk, limau, dan lemon.
  • Sayur: Sayuran berdaun gelap mengandung senyawa aktif yang dapat menjaga sistem imun tubuh, misalnya kangkung dan brokoli.
  • Makanan kaya serat: Tidak hanya melancarkan pencernaan, serat juga bisa mencegah estrogen berinteraksi dengan sel kanker. Serat dapat ditemukan di hampir semua jenis sayuran, termasuk biji-bijian dan kacang-kacangan.
  • Produk berbahan dasar kedelai: Kedelai adalah sumber terbaik dari isoflavon, bisa melindungi tubuh dari ancaman sel jahat. Di Indonesia, kamu bisa menemukan kedelai pada produk seperti tahu dan tempe.
  • Rempah-rempah: Rempah mengandung zat yang bersifat antiinflamasi, mampu meminimalkan aktivitas peradangan yang bisa mengarah ke kanker. Rempah yang mempunyai senyawa antiinflamasi tinggi di antaranya adalah jahe dan kunyit.

6. Hindari makanan tidak sehat

Bukan hanya penyintas kanker, orang sehat pun juga sebaiknya menghindari berbagai makanan yang memiliki kandungan gizi rendah. Dilansir dari Medical News Today, beberapa makanan yang sangat berisiko untuk menyebabkan kanker adalah:

  • Lemak trans: Lemak jenis ini ditemukan pada hampir semua makanan yang digoreng, seperti ayam goreng, kentang goreng, dan berbagai menu di restoran cepat saji.
  • Daging merah: Meski kaya akan zat besi, penyintas kanker sangat dianjurkan untuk menghindari makanan ini. Bukan karena dagingnya, melainkan cara pengolahannya dengan suhu tinggi yang berpotensi membentuk senyawa pemicu kanker.
  • Makanan dengan banyak gula: Sebuah penelitian pada 2016 menjelaskan, makanan yang mengandung tinggi gula bisa meningkatkan risiko pembentukan tumor di kelenjar susu pada payudara. Tak hanya itu, tumor juga dapat bermetastasis (berkembang) menjadi kanker.

Nah, itulah beberapa tips hidup sehat untuk para penyintas kanker payudara. Kesehatan perlu dijaga, agar kanker yang telah dinyatakan sembuh tidak kembali lagi.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Medical News Today, diakses 16 Oktober 2020, Dietary choices to help prevent breast cancer.
  2. American Cancer Society, diakses 16 Oktober 2020, Can I Lower My Risk of Breast Cancer Progressing or Coming Back?
  3. Breast Cancer Foundation NZ, diakses 16 Oktober 2020, Maintaining a healthy lifestyle.
  4. Kementerian Kesehatan, diakses 16 Oktober 2020, Hari Kanker Sedunia 2019.
  5. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 16 Oktober 2020, The effects of chronic stress on health: new insights into the molecular mechanisms of brain–body communication.
  6. American Association of Cancer Research, diakses 16 Oktober 2020, A Sucrose-Enriched Diet Promotes Tumorigenesis in Mammary Gland in Part through the 12-Lipoxygenase Pathway.

    register-docotr