Kesehatan Wanita

5 Ciri-ciri Vagina Sehat yang Wajib Kamu Ketahui, Apa Saja?

August 8, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Kesehatan vagina merupakan bagian penting dari keseluruhan kesehatan wanita. Sangat penting untuk menjaga kesehatan vagina guna menghindari munculnya masalah pada organ intim yang dapat memengaruhi kesuburan. Vagina sehat memiliki ciri-ciri tertentu, seperti apa?

Simak ulasannya berikut ini!

Serba-serbi kesehatan vagina

Vagina merupakan saluran otot tertutup yang memanjang dari vulva (bagian luar area genital wanita) ke leher rahim (serviks). Masalah kesehatan yang terjadi pada vagina dapat memengaruhi kepercayaan diri seseorang.

Beberapa organ seksual wanita ada di dalam tubuh, seperti rahim, indung telur, serta vagina. Sedangkan beberapa lainnya berada di luar.

Organ eksternal dikenal sebagai vulva. Ini termasuk bagian pembuka vagina, bibir bagian dalam dan luar (labia), serta klitoris yang terletak di bagian atas vagina.

Vagina sendiri merupakan tabung yang memiliki panjang sekitar 8 cm, yang mengarah dari leher rahim ke vulva. Vagina sangat elastis sehingga dapat meregang ketika menjalani persalinan. Vagina memiliki variasi dalam ukuran, bentuk, serta warna.  

Bagaimana ciri-ciri vagina yang sehat dan normal?

Kesehatan vagina sangat penting untuk diperhatikan. Vagina yang tidak sehat akan menimbulkan beberapa ciri-ciri yang tidak normal. Ketidaknormalan pada vagina patut untuk dikhawatirkan, karena hal ini dapat memengaruhi fungsi dari vagina itu sendiri.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah ciri-ciri vagina sehat dan normal yang wajib kamu ketahui:

1. Tidak ada perubahan warna pada cairan vagina

Ciri-ciri vagina sehat pertama adalah tidak adanya perubahan warna pada cairan vagina atau yang lebih sering disebut sebagai keputihan. Keputihan merupakan hal yang wajar. Sepanjang siklus menstruasi, keputihan biasanya memiliki tekstur dan jumlah yang bervariasi.

Jika kamu mengalami perubahan warna pada keputihan, hal ini perlu diwaspadai. Keputihan yang normal biasanya berwarna putih atau bening. Jika kamu memiliki keputihan yang berwarna coklat selama atau tepat setelah siklus menstruasi ini juga merupakan hal yang normal.

Namun, jika keputihan berwarna kuning atau hijau dan memiliki tekstur tebal atau bahkan kental, ini merupakan hal yang tidak normal. Jenis keputihan ini, merupakan tanda dari infeksi trikomoniasis, yang biasanya menyebar melalui hubungan seksual.

2. Tidak terdapat luka, benjolan, atau bintik-bintik

Jika terdapat luka, benjolan, atau bahkan bintik-bintik pada vagina kamu juga harus sangat mewaspadai hal ini.

Penyebab benjolan, pertumbuhan, atau pembengkakan dapat disebabkan oleh beberapa alasan, seperti skin tag, human papillomavirus (HPV), atau kista. Sangat penting untuk segera mengunjungi dokter jika terdapat luka, benjolan, atau bintik-bintik pada vagina.

3. Tidak berbau menyengat

Pada dasarnya, normal bagi vagina untuk memiliki sedikit bau. Akan tetapi jika vagina memiliki aroma yang kuat, ini bisa menjadi suatu tanda adanya masalah pada kesehatan vagina.

Bau vagina yang tidak normal dapat disebabkan oleh infeksi atau masalah lain. Biasanya hal ini sering dikaitkan dengan adanya gejala lain, seperti misalnya rasa gatal dan terbakar, iritasi, atau keputihan yang tidak normal.

Untuk menghindari terjadinya hal ini, kamu dapat melakukan beberapa cara, seperti membersihkan vagina dengan cara yang benar atau memilih mengenakan pakaian dalam yang berbahan dasar katun.

4. Tidak gatal

Vagina yang sehat adalah vagina yang tidak terasa gatal. Jika vagina terasa gatal, ini bisa menjadi tanda adanya luka atau lecet pada vagina atau infeksi lain. Tak hanya itu saja, vagina gatal juga dapat disebabkan oleh penyebab lainnya, seperti eksim atau lichen sclerosus.

Jika gatal berlangsung lebih lama dari sebulan, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Baca juga: 7 Penyebab Vagina Gatal dan Cara Mengatasinya

5. Tidak adanya pembengkakan

Pembengkakan pada vagina mungkin saja dapat terjadi sewaktu-waktu, hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kehamilan, menstruasi, serta hubungan intim. Semua itu dapat menyebabkan pembengkakan di area vagina, termasuk bibir vagina (labia).

Meskipun demikian, pembengkakan juga dapat merupakan tanda dari kondisi, penyakit, atau masalah lainnya. Dalam kasus ini, sangat penting untuk memahami apa penyebab pembengkakan yang terjadi.

Jika bengkak disertai dengan gejala lain, seperti demam, rasa sakit yang hebat, atau bahkan pendarahan segeralah hubungi dokter sebelum menimbulkan bahaya lain.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Healthline (2019). Diakses pada 05 Agustus 2020. What Causes Vagina Swelling and How Is It Treated? 

Healthline (2019). Diakses pada 05 Agustus 2020. How to Tell If Your Vaginal Area Is Healthy with a Self-Exam 

Healthline (2020). Diakses pada 05 Agustus 2020. 7 Tips When Dealing with Vaginal Odor 

Healthline (2019). Diakses pada 05 Agustus 2020. Everything You Need to Know About Vaginal Discharge 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 05 Agustus 2020. Vagina: What’s Normal, What’s Not 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 05 Agustus 2020. Vaginal Odor 

NHS (2018). Diakses pada 05 Agustus 2020. Is My Vagina Normal? 

    register-docotr