Kesehatan Seksual

Suka Alami Sulit Orgasme? Ini Daftar Penyebabnya!

November 17, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Tiap orang bisa mengalami kesulitan orgasme atau orgasmic dysfunction. Meskipun demikian, kondisi ini lebih banyak menyerang kaum perempuan ketimbang laki-laki.

Penyebab kondisi ini bisa dipengaruhi oleh faktor fisik, emosional dan psikologis. Sekalipun saat itu kamu sedang terangsang secara seksual dan mendapatkan stimulan seksual yang cukup.

Baca Juga: Menilik Perbedaan Orgasme pada Pria dan Wanita, Terungkap soal Durasi!

Kenapa orgasme itu penting?

Tujuan orgasme pada laki-laki sangat jelas. Laki-laki harus orgasme untuk melepaskan sperma ke vagina pasangan agar terjadi pembuahan dan menggenapi proses reproduksi.

Tidak demikian pada perempuan yang bisa dibilang tujuan orgasmenya masih belum jelas. Situs kesehatan MedicalNewsToday menyebut kalau hingga saat ini para peneliti yang mengkaji hal ini belum bisa membuat teori terkait manfaat orgasme pada perempuan.

Akan tetapi, orgasme sendiri merupakan perasaan yang kuat yang dilepaskan pada saat perempuan mendapatkan stimulasi seksual. Orgasme bisa berbeda secara intensitas, durasi dan frekuensi.

Terkadang, perempuan atau laki-laki membutuhkan sedikit saja stimulan untuk mencapai orgasme, sementara yang lainnya butuh lebih banyak. Itu sebabnya ada beberapa perempuan atau laki-laki yang kesulitan orgasme.

Baca Juga: Catat! 4 Ciri-Ciri Pasangan Kamu Memalsukan Orgasme dan Tips Menyikapinya

Penyebab kesulitan orgasme

Kesulitan orgasme bisa menimpa siapa saja. Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menyebut kalau kondisi ini menimpa 11-41 persen perempuan.

Penyebab kesulitan orgasme pada perempuan

Orgasme merupakan sebuah reaksi rumit yang melibatkan faktor-faktor seperti fisik, emosional dan psikologi. Masalah pada faktor-faktor inilah yang dapat memengaruhi kemampuan orgasme kamu.

Penyebab fisik

Mulai dari penyakit, perubahan fisik dan pengobatan yang kamu jalani dapat mengganggu orgasme kamu. Demikian penjelasannya:

  • Penyakit: Beberapa penyakit serius seperti multiple sclerosis dan Parkinson serta efek penyakit ini pada kesehatan psikologis dapat memengaruhi kemampuan orgasme kamu
  • Masalah ginekologi: Operasi ginekologi seperti operasi histerektomi atau operasi kanker dapat memengaruhi orgasme. Di sisi lain, kurangnya orgasme bisa menimbulkan masalah seksual, seperti rasa tidak nyaman atau sakit ketika berhubungan badan
  • Pengobatan: Banyak obat-obat yang diresepkan dokter atau yang bisa kamu beli di apotek dapat mengganggu orgasme, seperti obat pengatur tekanan darah, antipsikotik, antihistamin dan antidepresan (terutama selective serotonin reuptake inhibitor/SSRI)
  • Merokok dan konsumsi alkohol: Terlalu banyak alkohol dapat mengganggu kemampuan kamu kamu mencapai klimaks. Sementara merokok dapat membatasi aliran darah ke organ seksual kamu
  • Penuaan: Seiring pertambahan usia, perubahan terjadi pada anatomi, hormon, sistem saraf dan sistem sirkulasi yang dapat memengaruhi seksualitas kamu. Belum lagi dengan penyusutan estrogen dan kamu memasuki menopause

Penyebab psikologis

Ada banyak faktor psikologis yang memengaruhi kemampuan orgasme kamu, seperti:

  • Masalah kesehatan mental seperti kegelisahan dan depresi
  • Citra tubuh yang buruk
  • Stres dan tekanan finansial
  • Kepercayaan adat dan agama
  • Merasa malu
  • Merasa bersalah karena menikmati seks
  • Pengalaman kekerasan emosional dan seksual.

Masalah hubungan dengan pasangan

Hubungan dengan pasangan yang bermasalah di luar ranjang dapat menyebabkan kehidupan seksual kamu dan pasangan terganggu. Beberapa masalah itu dapat berupa:

  • Kurangnya keintiman dengan pasangan
  • Masalah yang tidak terselesaikan
  • Komunikasi yang buruk terkait kebutuhan dan keinginan seksual
  • Ketidaksetiaan atau kepercayaan yang rusak
  • Kekerasan intim oleh pasangan.

Penyebab kesulitan orgasme pada laki-laki

Beberapa lelaki yang kesulitan mengalami orgasme biasanya membutuhkan dorongan seksual selama 30 menit atau lebih agar bisa ejakulasi. Beberapa di antaranya bahkan tidak bisa ejakulasi sama sekali.

Sama seperti perempuan, faktor psikologis, fisik dan pengobatan juga memengaruhi kemampuan laki-laki dalam mencapai orgasme

Penyebab psikologis

  • Depresi, cemas atau kondisi kesehatan mental lainnya
  • Masalah dalam hubungan dengan pasangan karena stres, komunikasi yang tidak baik atau masalah lainnya
  • Merasa cemas terhadap performa seksual
  • Citra tubuh yang buruk
  • Merasa tabu karena budaya atau pemahaman agama
  • Perasaan tidak puas karena perbedaan saat berhubungan seksual dengan pasangan dan fantasi seksual.

Untuk masalah karena pengobatan atau substansi lain yang kamu jalani biasanya disebabkan oleh:

  • Antidepresan
  • Obat-obatan penurun tekanan darah
  • Obat-obatan diuretik tertentu
  • Beberapa antipsikotik
  • Beberapa obat antikejang
  • Terlalu banyak minum alkohol.

Penyebab fisik

Sementara penyebab susah orgasme pada laki-laki ditinjau dari masalah fisik antara lain dipicu oleh:

  • Cacat lahir yang memengaruhi sistem reproduksi
  • Cedera di saraf panggul yang mengontrol orgasme
  • Infeksi, salah satunya infeksi saluran kemih
  • Operasi prostat
  • Penyakit neurologis
  • Masalah pada hormon seperti level tiroid yang rendah atau rendahnya level testosteron
  • Ejakulasi mundur, sebuah kondisi ketika semen kembali ke buli-buli ketimbang ke luar penis.

Demikianlah berbagai penyebab sulit orgasme yang menimpa laki-laki atau perempuan. Selalu jaga kesehatan fisik dan mental supaya kamu terhindar dari masalah ini, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline, diakses 16 November 2020. Orgasmic Dysfunction
  2. MedicalNewsToday, diakses 16 November 2020. Female Orgasms: What you need to know
  3. National Library of Medicine, diakses 16 November 2020. Female orgasmic disorder
  4. MayoClinic, diakses 16 November 2020. Delayed ejaculation
  5. MayoClinic, diakses 16 November 2020. Anorgasmia in women
    register-docotr