Kesehatan Seksual

Penis Menyentuh Rahim Saat Berhubungan Seksual, Berbahaya atau Tidak?

December 14, 2020 | Richaldo Hariandja | Dr....
feature image

Berhubungan seks hingga penis menyentuh rahim ternyata menimbulkan kenikmatan yang menurut beberapa orang dapat menghasilkan orgasme pada seluruh tubuh secara intens. Bentuk rangsangan akibat penis menyentuh rahim ini dikenal sebagai penetrasi serviks.

Namun sayangnya, dilansir dari laman kesehatan medicalnewstoday, istilah penetrasi serviks ini seringkali dianggap menyesatkan karena serviks sebenarnya adalah organ yang tidak bisa ditembus.

Proses rangsangan saat penis menyentuh rahim

Leher rahim adalah saluran seperti lubang kecil yang melewati bagian tengah dan menghubungkan vagina ke rahim. Kecuali saat melahirkan, saluran ini tidak akan terbuka dan terlalu kecil untuk bisa ditembus oleh penis.

Namun, rangsangan bisa terjadi ketika penis menyentuh atau bergesekan dengan leher rahim yang menyebabkan sensasi menyenangkan bagi sebagian orang.

Saat perempuan terangsang dan bergairah secara seksual, vagina akan memanjang dan menarik leher rahim ke atas dan keluar. Akibatnya, rangsangan serviks biasanya tidak dapat dicapai hanya dengan jari dan membutuhkan penetrasi oleh penis ataupun menggunakan mainan seks.

Apakah berbahaya apabila penis menyentuh rahim?

Rangsangan yang terjadi akibat stimulasi saat penis menyentuh rahim adalah aktivitas yang cukup aman selama kamu dan pasangan tetap berkomunikasi.

Mengapa? karena sangat penting bagi seorang perempuan untuk berkomunikasi dengan pasangannya tentang apa yang terasa menyenangkan dan apakah dia merasa nyaman dengan jenis penetrasi ini.

Hati-hati cedera

Komunikasi ini sangat penting agar gairah saat berhubungan seks bisa sama-sama dicapai. Pasalnya, dilansir dari laman kompas.com, salah satu penyebab umum perempuan mengalami memar serviks adalah saat berhubungan seks di mana penis menyentuh rahim terlalu keras.

Akibatnya, perempuan bisa mengalami rasa sakit yang parah, berdarah hingga kram. Selain itu, juga muncul rasa sakit yang berkaitan dengan perut, dan rasa tak nyaman saat berhubungan seks. Bahkan gejala tersebut bisa bertahan selama seminggu.

Terapis seks Louise Mazanti, di laman kompas.com tersebut merekomendasikan agar setiap pasangan memastikan adanya rangsangan yang cukup sebelum melakukan hubungan seks.

“Apabila serviks sudah rileks dan terangsang, maka organ itu akan terbuka, yang berarti penis bisa menembus serviks dengan mulus,” ungkap Louise.

Mencapai orgasme serviks

Dilansir dari laman thearousalproject.com, meskipun serviks tidak seterkenal G-spot atau orgasme klitoris, serviks juga bisa menjadi sangat sensitif saat mendapat stimulasi.

Memang, sensasi rangsangan serviks dan saat orgasme terjadi terasa berbeda dengan rangsangan klitoris, karena keduanya merespons dua sistem saraf yang berbeda.

Namun, beberapa wanita mengatakan bahwa mengalami kejang hebat dan rasa nikmat yang menyebar ke seluruh tubuh saat mengalami orgasme serviks ini. 

Hal-hal yang harus diperhatikan untuk menstimulasi serviks

Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum penis menyentuh rahim dan menstimulasi serviks hingga menciptakan rangsangan pada perempuan, berikut beberapa poin yang dirangkum oleh medicalnewstoday:

Mulai dengan perlahan

Penting bagi pasangan untuk memulai dengan perlahan dan menunggu sampai gairah perempuan tercapai dengan penuh sebelum mencoba stimulasi serviks.

Lakukan perlahan dan berikan tubuh kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan sensasi yang lebih dalam. Bangun intensitas atau tekanan secara bertahap, dan hentikan atau perlambat sesuai kebutuhan.

Berkomunikasi secara terbuka

Jika mencoba stimulasi serviks dengan pasangan, pastikan untuk mengkomunikasikan tentang apa yang terasa enak dan apa yang tidak nyaman dirasakan saat dilakukan.

Selama melakukan stimulasi dan rangsangan seksual, serviks akan bergerak ke atas dan ke arah depan tubuh. Karena saluran vagina semakin panjang saat terangsang, maka hanya penis atau mainan sekslah yang biasanya cukup panjang untuk mencapai serviks.

Jangan lupa bersenang-senang

Cobalah untuk tetap bersenang-senang dan bermain-main dengan posisi yang berbeda. Kamu juga bisa mencoba untuk menggunakan pelumas jika perlu. Namun tetap penting untuk selalu berkomunikasi tentang apa yang dirasakan saat mencoba menstimulasi serviks.

Demikianlah penjelasan tentang penis menyentuh rahim yang perlu kamu ketahui, tetap lakukan aktivitas seks dengan aman dan nyaman, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Kompas.com, diakses 2 Desember 2020. Hati-hati, Risiko Cedera Leher Rahim Akibat Hubungan Seks

medicalnewstoday.com, diakses 2 Desember 2020. What is cervical stimulation and is it safe?

thearousalproject.com, diakses 2 Desember 2020.  How to have a Cervical Orgasm

    register-docotr