Kesehatan Seksual

Pendidikan Seksualitas Komprehensif Tidak Tabu, Inilah Alasannya!

September 23, 2020 | Bernadette Anya | dr. Matthew Simagunsong, Sp. OG
feature image

Tidak dapat dipungkiri, pendidikan seksualitas masih kerap dianggap ‘tabu’ oleh masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia.

Tentu saja, hal ini sangat mencemaskan, karena bisa menyebabkan kesalahpahaman terhadap seksualitas manusia sendiri.

Survei Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja yang dilakukan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa pengetahuan remaja terhadap pendidikan seksualitas komprehensif secara memadai tergolong rendah.

Dari seluruh partisipan survei tersebut, diungkapkan bahwa hanya kurang lebih 30% partisipan memahami pendidikan seksualitas secara mendalam.

Sebenarnya, apa sih pendidikan seksualitas? Mengapa topik ini penting untuk didalami?

Simak beberapa penjelasan berikut ini dulu, yuk.

Apa itu pendidikan seksualitas komprehensif?

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) serta UNESCO mendefinisikan pendidikan seksualitas komprehensif atau comprehensive sexuality education adalah suatu bidang pendidikan yang mempelajari tentang aspek kognitif, emosi, sosial, dan interaksi fisik dari seksualitas itu sendiri.

WHO dan UNESCO juga menyarankan bahwa pendidikan seksualitas komprehensif ini diajarkan pertama kali kepada usia remaja. Namun sebenarnya pendidikan seksual bisa diperkenalkan sejak dini pada usia anak-anak oleh orang tuanya.

Mengapa pendidikan seksualitas penting?

Ada beberapa alasan mengapa topik penting untuk diajarkan kepada remaja, lho. Simak beberapa alasannya berikut:

  1. Pendidikan seksualitas mendukung perkembangan seksual seseorang

Kamu harus tahu, salah satu penyebab kematian remaja terbesar di Asia Tenggara selain kecelakaan dan bunuh diri adalah akibat kehamilan yang tidak disengaja dan seks bebas, lho.

Ya, kehamilan pada remaja perempuan memiliki beberapa risiko kesehatan yang berbahaya. Hal ini karena organ reproduksi remaja belum sempurna untuk proses kehamilan dan melahirkan.

Remaja perempuan yang hamil memiliki risiko besar menderita anemia, darah tinggi, kelahiran prematur serta keguguran.

Selain itu, kurang tahunya mengenai infeksi menular seksual seperti HIV akibat hubungan seksual yang tidak aman  juga memprihatinkan. Hal ini bisa dicegah dengan mendidik anak remaja terkait topik ini.

Materi ini sebenarnya baik dimulai sejak usia anak-anak dengan memperhatikan nalar yang sesuai dengan usianya.

  1. Membantu seseorang untuk memutuskan pilihan yang benar dan sehat terkait kesehatan seksualnya.

Tujuan utama seseorang mempelajari pendidikan seksualitas komprehensif adalah agar memahami aspek kognitif, emosi, sosial, serta interaksi fisik terkait seksualitas manusia.

Melalui pendidikan seksualitas, seseorang diajak untuk mengembangkan kemampuan berpikirnya agar dapat membuat keputusan terkait kesehatan seksualnya dengan tepat.

Perlu ditekankan bahwa pendidikan seksualitas komprehensif bukanlah suatu cara untuk mendorong anak-anak atau remaja melakukan seks.

Namun, topik ini juga memberikan wawasan tentang pentingnya menjaga kesehatan organ seksual hingga pelecehan seksual.

Apa saja yang diajarkan dalam pendidikan seksualitas komprehensif?

Inilah beberapa materi yang biasa diajarkan:

1. Anatomi organ seksual dan reproduksi manusia

Seseorang harus memahami terlebih dahulu perkembangan tubuh manusia, terutama terkait perkembangan organ seksual dan reproduksinya.

Materi ini mencakup pemahaman tentang pubertas, orientasi seksual, identitas gender, dan citra tubuh. Pengenalan anatomi ini juga sudah bisa dikenalkan pada anak-anak juga secara sederhana.

Baca juga: Kenali Pubertas pada Anak dan Remaja, Ini Tahapannya

2. Hubungan sosial

Materi ini akan mengajarkan bentuk-bentuk hubungan yang sehat, termasuk hubungan keluarga, hubungan pertemanan, dan hubungan romantis.

3. Kemampuan berkomunikasi

Seseorang akan dibekali kemampuan berkomunikasi yang asertif dalam hubungan sosial, termasuk bagaimana cara berkomunikasi, bernegosiasi, dan menolak aktivitas seksual yang dapat merugikan dirinya.

4. Aktivitas dan kesehatan seksual

Seseorang akan dibekali pengetahuan terkait aktivitas seksual yang pada umumnya dilakukan, seperti hubungan seksual atau masturbasi.

Ia juga akan diajarkan terkait metode-metode kontrasepsi dan cara melakukan hubungan seksual yang aman.

Selain itu, seseorang juga akan diberikan wawasan terkait bagaimana cara menjaga kesehatan organ seksual agar terhindar dari berbagai penyakit seksual menular, misalnya STD

5. Seksualitas di dalam masyarakat

Seseorang akan diberikan wawasan terkait konsep seksualitas yang ada di masyarakatnya, seperti perilaku seksual yang umum dilakukan serta perilaku seksual yang menyimpang.

Ia akan dibekali pengetahuan bagaimana cara menjaga dirinya agar tidak mengalami pelecehan seksual.

Ajaran ini bisa saja berbeda-beda, tergantung bagaimana perilaku seksual masyarakat di tempat tersebut.

Bagaimana cara mengajarkan pendidikan seksualitas komprehensif?

Orang tua dan anak remaja. Sumber foto: https://www.shutterstock.com

UNESCO menyarankan pendidikan seksual komprehensif diajarkan kepada remaja.

Lembaga atau institusi kesehatan umumnya dijadikan sumber utama dalam memberikan pendidikan seksualitas komprehensif.

Sebagai orang tua, pahami terlebih dahulu usia anakmu. Bicarakan seputar topik ini dengan gaya bahasa dan pendekatan yang sesuai dengan usia anak.

Lakukan komunikasi secara dua arah. Bukan hanya mengajari atau memberikan informasi, namun dengarkan juga pendapat anak terkait topik ini.

Berikan juga kesempatan kepada anak untuk bertanya seputar topik ini.

Itulah beberapa ulasan terkait pendidikan seksualitas komprehensif yang harus kamu ketahui. Semoga hal ini dapat menambah wawasan kamu terkait pendidikan seksualitas, ya!

Jangan ragu untuk bertanya terkait topik ini atau seputar kesehatan seksual yang lain kepada mitra dokter hanya di Good Doctor.

Reference

Plannedparenthood.org. Diakses 20 September 2020. What is Sex Education?

Siescu.org. Diakses 20 September 2020. Guidelines for Comprehensive Sexuality Education.

unfpa.org. Diakses 20 September 2020. Comprehensive Sexuality Education

Euro.who.int. Diakses 20 September 2020. Sexuality Education.

Kemenkes.go.id. Diakses 20 September 2020. Situasi Kesehatan Reproduksi Indonesia.

    register-docotr