Kesehatan Seksual

Pelumas Seks Bikin Susah Hamil, Sekedar Mitos atau Fakta?

November 3, 2020 | Nanda Hadiyanti
feature image

Mengonsumsi obat kesuburan adalah hal wajar bagi beberapa pasangan yang tengah merencanakan kehamilan. Sayangnya, beberapa obat kesuburan menyebabkan vagina menjadi kering.

Kondisi tersebut tentu saja membuat beberapa pasangan memilih untuk menggunakan pelumas seks, untuk membuat penetrasi lebih mudah dan nyaman. Namun, beberapa sumber menyebutkan penggunaan pelumas dapat menghambat kehamilan, benarkah?

Pelumas seks bikin sulit hamil, benarkah?

Pengaruh pelumas seks yang disebut-sebut dapat menyebabkan sulit hamil masih menjadi kontroversi. Namun beberapa penelitian, menurut babycenter.com, menyebutkan bahwa pelumas memang dapat merusak sperma.

Jika kualitas sperma rusak, akan memperlambat pergerakan menuju sel telur. Dan berdampak pada sulitnya untuk membuahi sel telur. Jika begitu, haruskah menghindari pelumas seks selama merencanakan kehamilan?

Sebenarnya tubuh wanita memproduksi pelumas secara alami. Sebelum menggunakan produk pelumas tambahan, sebaiknya kamu dan pasangan mencoba untuk mengoptimalkan pelumas alami, dengan cara melakukan foreplay senyaman mungkin.

Banyak wanita membutuhkan 15 hingga 20 menit stimulasi untuk mendapatkan mood yang baik, sebelum melakukan hubungan seksual. Kamu dan pasangan bisa mencoba ini sebelum menggunakan produk pelumas tambahan.

Namun bagaimana jika ingin tetap menggunakan pelumas, apakah ada pilihan khusus, agar tidak menghambat kehamilan?

Pelumas yang mendukung kehamilan

Ada beberapa produk pelumas yang dirancang khusus agar ramah kesuburan. “Ini (pelumas ramah kesuburan) memberikan perlindungan pada sperma saat masuk melalui saluran reproduksi wanita,” kata Peter Rizk, seorang pakar kesuburan dan Ob-Gyn, dilansir dari parents.com.

Umumnya, dalam memilih pelumas yang aman, kamu hanya perlu memastikan jika produk tersebut tidak mengandung paraben dan tidak menggunakan pewangi tambahan.

Tetapi, jika kamu sedang berusaha hamil dan memerlukan pelumas, kamu butuh memerlukan produk yang ramah kesuburan seperti yang disebutkan di atas. Produk tersebut umumnya dibuat seperti pelumas alami wanita, meniru kekentalan lendir serviks, sehingga cocok untuk sperma.

Lalu seperti apa pelumas yang ramah untuk mendukung kehamilan?

Sebelum dijual di pasaran, pelumas harus mendapatkan izin dari pihak terkait dan terbukti ramah kesuburan. Di Amerika, izin tersebut dikeluarkan oleh Food and Drug Administration (FDA). Selain itu, produk pelumas biasanya memenuhi persyaratan seperti:

  • Memiliki kadar pH netral, untuk mencegah kerusakan sperma dan telur
  • Bahan-bahannya tidak mengganggu kehidupan sperma manusia dan perkembangan embrio
  • Aman digunakan untuk program hamil, termasuk untuk in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung
  • Endotoksin yang rendah. Endotoksin adalah racun yang dapat merusak spera dan fungsi sel telur

Selain syarat yang sudah disebutkan, dilansir dari Mayo Clinic Health System, disarankan menggunakan pelumas yang menggunakan bahan hidroksietil selulosa. Pelumas dengan bahan tersebut, tidak memengaruhi kualitas sperma dan sehingga tidak menghambat proses pembuahan.

Apakah menggunakan pelumas ramah kesuburan dapat meningkatkan kemungkinan hamil?

Penggunaan produk pelumas ramah kesuburan tidak menjamin kesuksesan kehamilan. Hanya saja, jika menggunakan pelumas ramah kesuburan, dapat menjaga kualitas sperma.

Sperma tidak rusak dan pergerakannya menuju sel telur tidak terganggu. Sementara untuk terjadinya kehamilan, diperlukan banyak faktor, dari sisi kualitas sperma dan juga sel telurnya.

Kehamilan dapat terjadi jika pembuahan sperma terhadap sel telur berhasil dilakukan. Karena itu, hubungan seksual perlu dilakukan sesuai dengan kondisi telur yang sehat dan siap dibuahi. Atau dengan kata lain dalam masa ovulasi.

Mengetahui masa subur wanita atau masa ovulasi

Penting untuk mengetahui waktu ovulasi atau masa subur wanita jika ingin meningkatkan peluang kehamilan. Kamu bisa mengetahui masa subur dengan menghitung siklus menstruasi. Rata-rata siklus menstruasi yang terjadi pada wanita berkisar antara 28-32 hari.

Jika kamu memiliki siklus rutin, rata-rata ovulasi terjadi 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Sehingga, kamu hanya perlu mengurangi siklus menstruasi sebanyak 14 hari.

Misalkan, siklus menstruasi rutin 28 hari, dikurangi 14. Berarti pada hari ke-14 dari siklus menstruasi. Jangan lupa, hari pertama dalam siklus adalah hari pertama kamu mendapatkan haid.

Selain menghitung siklus menstruasi, kamu juga bisa menggunakan alat tes kesuburan. Cara ini lebih mudah untuk mengetahui waktu subur wanita. Sehingga dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan.

Atau kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter, untuk mendapatkan rekomendasi promil, yang dapat membantu meningkatkan peluang kehamilan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Mayo Clinic Health System, diakses 2 November 2020
Trying to get pregnant? Select a lubricant that is most helpful for sperm
Babycenter, diakses 2 November 2020
Does using a lubricant inhibit conception?
Parents.com, diakses 2 November 2020
Sperm-Friendly Lubricants

    register-docotr