Kesehatan Seksual

Jauh Berbeda dengan Wanita, Ini Detail dan Fungsi Organ Reproduksi Pria

August 20, 2020 | Richaldo Hariandja
feature image

Secara umum, fungsi dari organ reproduksi pria adalah untuk menghasilkan, mempertahankan dan menyalurkan sperma dan semen ke saluran reproduksi wanita pada saat melakukan hubungan seksual.

Tidak seperti pada wanita, sebagian besar organ reproduksi pria berada di luar tubuh. Pada struktur eksternal ini, terdapat penis, skrotum dan testikel. Untuk lebih jauh mengenal organ reproduksi pria, berikut ini adalah bagian dan fungsi-fungsinya:

Baca Juga: 7 Penyakit pada Sistem Reproduksi Pria yang Perlu Kamu Ketahui

Organ reproduksi pria yakni penis

Anatomi penis. Foto: https://www.shutterstock.com

Organ reproduksi pria yang satu ini adalah yang dipakai dalam hubungan seksual. Ada tiga bagian dari penis, yaitu:

Tubuh atau batang

Batang penis berbentuk silinder dan terdiri dari 3 kamar yang bentuk bundar. Kamar-kamar ini dibentuk dari jaringan khusus yang mirip dengan spons.

Jaringan-jaringan ini mengandung ribuan ruang yang akan terisi oleh darah saat birahi pria naik. Ketika penis terisi oleh darah maka batang akan mengeras, kondisi inilah yang dikenal sebagai ereksi.

Dengan mengerasnya batang, maka pria dapat melakukan penetrasi pada saat berhubungan seksual. Perubahan ukuran penis ini pada saat ereksi dimungkinkan oleh kulit penis yang longgar dan elastis.

Kelenjar 

Bagian ini merupakan ujung penis yang berbentuk seperti jagung. Kelenjar juga biasa disebut dengan kepala penis, yang tertutup oleh lapisan kulit kendur yang disebut kulup atau kulit khatan.

Kepala penis ini mengandung banyak ujung saraf yang sensitif. Selain itu, pada ujung penis terdapat mulut uretra yang merupakan saluran yang mengalirkan semen dan urine. 

Saat penis sedang ereksi, aliran urine akan dihambat dari uretra, sehingga pada saat itu hanya semen saja yang bisa keluar dari ujung kepala penis saat pria ejakulasi.

Detail organ reproduksi pria. Foto: https://www.true.org.au

Bagian skrotum

Skrotum atau kantung buah pelir adalah kulit yang menggantung di belakang dan di bawah penis. Kantung ini mengandung testikel, serta banyak saraf dan pembuluh darah.

Kantung ini merupakan sistem pengontrol suhu untuk testikel. Karena dibutuhkan suhu yang tepat untuk perkembangan sperma yang normal, yaitu sedikit lebih dingin ketimbang suhu tubuh secara keseluruhan.

Otot-otot khusus yang berada di dinding skrotum membuatnya dapat mengerut dan mengendur. Sehingga dia dapat menggerakan testikel mendekat ke tubuh kalau membutuhkan suhu yang lebih hangat, atau menjauh ketika membutuhkan suhu yang lebih dingin.

Organ reproduksi pria yakni testikel

Testikel berbentuk oval dan sebesar zaitun yang berada di dalam skrotum. Pada kondisi normal, pria memiliki dua testikel. 

Testikel juga disebut dengan testis, keduanya bertanggung jawab dalam membuat testosteron yang merupakan hormon seksual primer pria. Selain itu, testis juga bertanggung jawab dalam menghasilkan sperma.

Di dalam testis terdapat saluran melingkar-lingkar yang disebut tubulus seminiferus. Pada saluran ini lah sel sperma dihasilkan.

Epididimis

Bagian ini merupakan saluran panjang melingkar yang berada di bagian belakang tiap testis.

Epididimis akan menyalurkan dan menyimpan sel sperma yang dihasilkan di testis. Bagian dari organ reproduksi pria ini juga memiliki tanggung jawab dalam mematangkan sel sperma, karena yang dihasilkan dari testis masih belum cukup matang dan layak dalam pembuahan.

Vas deferens

Saluran yang panjang ini menghubungkan epididimis dengan rongga panggul. Vas deferens mengangkut sperma yang sudah matang menuju uretra sesaat sebelum ejakulasi terjadi.

Organ reproduksi pria termasuk vasikula seminalis

Merupakan bagian dari organ reproduksi pria yang menempel di vas deferens yang berada di dekat pangkal buli-buli. Vesikula seminalis menghasilkan cairan kaya gula atau fruktosa yang menjadi sumber tenaga bagi sperma ketika mereka bergerak mencari sel telur.

Uretra

Sama seperti wanita, uretra juga juga merupakan saluran yang membawa urine dari buli-buli ke luar tubuh. Akan tetapi, uretra pria juga memiliki fungsi tambahan, yaitu sebagai saluran ejakulasi semen saat pria orgasme.

Kelenjar prostat

Kelenjar prostat merupakan struktur berbentuk biji kenari yang terletak di bawah buli-buli di depan dubur. Kelenjar ini juga berperan dalam menambahkan cairan ejakulasi dan cairan prostat juga berperan penting untuk pertumbuhan sperma.

Kelenjar bulbouretra termasuk organ reproduksi pria

Dikenal juga sebagai kelenjar cowper, bagian dari organ reproduksi pria ini merupakan struktur yang terletak di sisi uretra di bawah kelenjar prostat. Kelenjar ini menghasilkan cairan licin dan bening.

Cairan yang dihasilkan kelenjar ini berfungsi untuk melicinkan uretra dan menetralisasi zat asam yang mungkin hadir karena urine di uretra.

Mengenali bagian dari organ reproduksi dapat membantu kamu lebih mengenal tubuh kamu, lho. Dan kalau masih ada pertanyaan seputar kesehatan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kami yang sedia 24/7 di Good Doctor, ya!

Reference
  1. Webmd.com (2020) diakses 17Agustus 2020. The Male Reproductive System
  2. Kidshealth.org (2019) diakses 17 Agustus 2020. Male Reproductive System 
    register-docotr