Kesehatan Seksual

Kenali Masa Subur Pria, Ini Waktu Tepat untuk Bercinta

August 14, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Berbeda dengan wanita, masa subur pria tidak terjadi dalam periode bulanan. Lebih panjang daripada itu, masa subur pria terjadi pada musim dan waktu dalam satu tahun.

Selama ini, kebuntuan dalam mendapatkan momongan kerap disalahkan pada pihak wanita. Tanpa disadari, pria juga memiliki peran jika kesuburannya bermasalah.

Dengan mengetahui kesehatan dan masa subur pria, maka kemampuan terjadi pembuahan lebih besar. Pada pria, masa subur dilihat berdasarkan jumlah sperma yang dikeluarkan.

Kapan pria lebih subur?

Berdasarkan produksi sperma, masa subur pria biasanya berlangsung pada bulan-bulan di mana cuaca sedang sejuk atau dingin. Pada waktu inilah tubuh lebih rileks dan level sperma lebih tinggi dibanding waktu lainnya.

Menurut Amos Grunebaum, Professor of Obstetrics and Gynecology, beberapa teori yang mendukung hal itu adalah pada waktu dulu pria adalah sosok yang kerap bekerja keras di musim panas.

Karena kelelahan dengan pekerjaan seperti menebang pohon, membuka lahan, mengurus ternak, maka kehidupan seksual menjadi dikesampingkan.

Seks biasanya dilakukan pada waktu pagi saat mereka sudah mendapatkan cukup waktu untuk beristirahat, atau pada saat musim dingin, di mana pekerjaan tidak lebih banyak daripada musim panas.

Puncak masa subur pria

Kesuburan pria juga dipengaruhi oleh usia, lho. Mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan di Israel, puncak masa subur pria terjadi pada usia antara 30 hingga 35 tahun.

Dalam menemukan hal ini, para peneliti menganalisis secara keseluruhan kualitas semen (air mani) dari partisipan, termasuk seberapa sering mereka melakukan hubungan seksual. 

Hal ini penting untuk dijadikan bahan analisis, karena berhenti melakukan hubungan seksual dapat menurunkan kualitas semen. Sebaliknya, sering berhubungan seksual dapat menghasilkan sperma yang lebih sehat.

Para peneliti juga menemukan adanya fakta jika kuantitas semen secara keseluruhan akan berada pada titik terendah setelah pria memasuki usia lebih dari 55 tahun.

Kemampuan bergerak sperma dipengaruhi usia

Para peneliti menemukan jika kemampuan bergerak sperma juga dipengaruhi oleh usia. Semakin tua pria, semakin menurun pula kemampuan sperma untuk bergerak mencari sel telur saat pembuahan.

Kemampuan motilitas sperma ini berada dalam kondisi terbaik sebelum masa subur pria, yaitu pada usia 25 tahun. Sementara saat masa subur, yaitu 30 tahun hingga 35 tahun, kemampuan bergerak sperma masih bisa dikatakan baik.

Begitupun demikian saat sperma mengalami penurunan jumlah setelah usia 55 tahun, kemampuan bergerak sperma pun ikut menurun. Dan menurut studi tersebut, pengurangannya mencapai 54 persen.

Risiko masalah genetik

Selain kualitas semen yang berkurang, selepas masa subur, pria berpotensi menghasilkan masalah genetik pada keturunan. Teori ini ditemukan oleh para peneliti di Lawrence Livermore National Laboratory (LLNL) dan University of California.

Para peneliti mencatat jika gangguan genetik semakin meningkat seiring bertambah usia pria. Masalah genetik ini dapat menyebabkan:

  • Penurunan fertilitas
  • Peluang terjadi keguguran makin meningkat
  • Meningkatkan risiko kelahiran bayi mati

Tidak hanya masalah pada infertilitas saja, semakin pria melewati masa suburnya, mereka dapat menurunkan masalah genetik pada anak-anak mereka.

Kombinasi dengan usia wanita

Risiko masalah kelahiran pun akan meningkat jika ada kombinasi dengan usia wanita. Karena sama seperti pria, semakin bertambahnya usia wanita, semakin tinggi pula masalah kelahiran yang dapat terjadi.

Sebuah kajian dari The Journal of Urology menemukan faktor 50% masalah down syndrome berasal dari pihak ayah. Para peneliti melihat jika wanita berusia 35 tahun, maka faktor kesuburan ayah jadi penting untuk diperhatikan.

Sebenarnya, down syndrome ini bukan satu-satunya masalah yang timbul akibat menurunnya fertilitas karena usia pria. Setidaknya ada beberapa kelainan lain yang diturunkan yakni:

Selalu perhatikan masa subur, termasuk pada pria supaya kesehatan kandungan dan bayi yang dilahirkan jauh dari risiko penyakit dan kelainan.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Babymed.com (2020) diakses 12 Agustus 2020. Do Men Also Have Fertility Cycles?
  2. Verywellfamily.com (2020) diakses 12 Agustus 2020. Does Age Affect Male Fertility?
    register-docotr