Kesehatan Seksual

Jangan Dipaksakan, Ini Risiko Berhubungan Intim Saat Masa Nifas

September 30, 2020 | Richaldo Hariandja
feature image

Tidak ada waktu yang pasti kapan kamu diperbolehkan melakukan hubungan seksual setelah melahirkan. Meskipun demikian, setidaknya kamu disarankan menunggu setelah nifas atau masa sejak melahirkan sampai dengan pulihnya tubuh. 

Nifas umumnya terjadi selama 40-60 hari setelah melahirkan. Pada periode ini, perubahan hormon akan membuat jaringan di vagina lebih tipis dan lebih sensitif.

Apakah aman berhubungan seksual saat nifas?

Setelah melahirkan, tubuh wanita akan mengalami fase pemulihan dengan berhentinya perdarahan, sembuhnya luka dan menutupnya serviks. Banyak risiko kesehatan yang mengancam jika kamu melakukan hubungan seksual terlalu cepat.

Terutama jika baru dua minggu fase nifas, karena risiko perdarahan setelah melahirkan dan juga infeksi di rahim akan meningkat. Di fase ini vagina pun akan mengering karena level hormon estrogen yang rendah.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam An International Journal of Obstetrics and Gynaecology mencatat sekitar 83 persen responden mereka mengalami masalah seksual dalam 3 bulan pertama pascamelahirkan.

Meskipun demikian, masalah seksual tersebut mengalami penurunan seiring berjalannya waktu. Beberapa masalah yang dapat dialami saat melakukan hubungan seksual di fase nifas adalah:

  • Vagina yang mengering
  • Jaringan vagina yang tipis
  • Hilangnya elastisitas jaringan vagina
  • Perineum yang sobek
  • Perdarahan
  • Nyeri
  • Otot yang mengendur
  • Letih
  • Libido yang rendah

Perdarahan dan iritasi karena hubungan seksual

Di masa nifas, kamu biasanya akan mengalami perdarahan yang normal karena pemulihan uterus. Akan tetapi, hubungan seksual akan membuat perdarahan menjadi lebih berat.

Selain itu, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, vagina akan mengering di fase ini. Kondisi ini membuat otot di vagina menjadi lebih tipis, sehingga bisa berujung pada sobek ada cedera di vagina.

Di fase ini juga bisa timbul inflamasi dan pembengkakan di vagina. Jika sudah demikian, perdarahan wajar terjadi.

Jika setelah empat minggu perdarahan saat melakukan hubungan seksual tidak berhenti atau malah menjadi parah, segeralah hubungi dokter. Karena bisa saja kamu mengalami robek atau iritasi di jaringan yang perlu segera mendapat perawatan.

Tentang infeksi di bekas luka persalinan normal dan operasi caesar

Kalau kamu mengalami robekan atau episiotomi saat melahirkan, maka seharusnya kamu jangan melakukan melakukan hubungan seksual terlebih dahulu, apalagi di fase nifas. Berikan waktu pada tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri.

Jika kamu tetap melakukan hubungan seksual, salah satu risiko yang bisa terjadi adalah infeksi di lokasi robekan atau episiotomi. Hal ini juga berlaku jika kamu melahirkan dengan operasi caesar.

Dilansir Healthline, operasi caesar dapat memengaruhi sensasi di vagina. Kondisi vagina yang kering dan tipis karena masalah hormon bisa membuat hubungan seksual terasa sakit, sekalipun kamu tidak melahirkan secara normal.

Oleh karena itu, lebih baik kamu tunggu luka jahitan di perut karena operasi caesar itu sembuh. Tunggulah perdarahan dan luka operasi mengering sebelum kamu melakukan hubungan seksual lagi.

Wajarkah terjadi penurunan libido setelah melahirkan?

Di fase nifas dan beberapa minggu setelahnya, wanita bisa mengalami penurunan libido. Hal ini karena perubahan level hormon estrogen dan progesteron yang menyusut saat melahirkan.

Kondisi ini biasanya akan pulih setelah nifas. Namun tidak demikian jika kamu menyusui, karena level hormon estrogen tetap rendah saat kamu memberikan ASI eksklusif pada si Kecil.

Meskipun ada suplemen yang dapat meningkatkan level estrogen, tapi jangan terpikirkan untuk menggunakannya, ya! Hal itu berisiko memengaruhi produksi ASI dan pertumbuhan bayi bisa terganggu karena pemberian ASI yang tidak maksimal.

Tips untuk seks yang sehat setelah melahirkan

Setelah melewati nifas, biasanya tubuh perlu penyesuaian untuk hubungan seks. Oleh karena itu, ikuti langkah berikut ini untuk hubungan seks yang aman dan sehat:

  • Lakukan secara perlahan: Lakukan hubungan dengan santai dan perlahan. Cobalah aktivitas pemanasan sekali sehari, misalnya memijat
  • Tingkatkan foreplay: Langkah ini penting untuk dilakukan agar vagina dapat menghasilkan pelumas secara alami
  • Gunakan pelumas: Jika terpaksa memakai pelumas, pilihlah yang bahan utamanya air, karena kandungan yang berasal dari minyak akan merusak kondom dan mengiritasi jaringan yang sensitif
  • Latihan senam kegel: Senam kegel dapat membantu otot panggul kembali seperti semula. Dengan demikian kamu dapat memulihkan kekuatan dan sensasi di vagina
  • Tentukan waktu yang tepat: Dengan hadirnya si Kecil, waktu untuk bisa leluasa melakukan hubungan intim mungkin akan berkurang. Oleh karena itu sepakati kapan waktu yang tepat untuk melakukannya

Demikianlah risiko berhubungan seksual di masa nifas dan tips melakukan hubungan seksual kembali setelah masa itu lewat. Selalu perhatikan waktu yang tepat untuk berhubungan seksual, ya!

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline (2019) diakses 29 September 2020. What to Expect from Sex After Giving Birth
  2. NCT UK (2018) diakses 29 September 2020. Sex after a baby: 10 questions to ask yourself
  3. Mayoclinic (2020) diakses 29 September 2020. Labor and delivery, postpartum care
  4. An International Journal of Obstetrics and Gynaecology (2005) diakses 29 September 2020. Women’s sexual health after childbirth
  5. MedicalNewsToday (2019) diakses 29 September 2020. When can I have sex after being pregnant?

 

    register-docotr