Kesehatan Seksual

Mau Tahu Apa Saja Mitos vs Fakta tentang Aseksual? Simak Ulasan Lengkapnya!

July 22, 2020 | Dhiamara Arradea
feature image

Apa itu aseksual? Aseksual merupakan seseorang yang kurang memiliki ketertarikan seksual. Namun, mereka biasanya suka dengan hal yang romantis tapi tidak dengan berhubungan seks. Lalu apa saja fakta dan mitos dari aseksual?

Apa sih aseksual itu?

Aseksual adalah orientasi seksual, sama seperti homoseksual, biseksual, dan heteroseksual. Seorang aseksual terkadang dikenal sebagai ace.

Aseksual merupakan istilah umum yang ada dalam spektrum. Hal itu menggambarkan berbagai cara di mana seseorang dapat mengedentifikasi. Sementara kebanyakan orang aseksual memiliki sedikit minat dalam berhubungan seks.

Seorang ace memiliki kebutuhan emosional yang sama dengan orang lain pada umumnya. Sebagian besar akan menginginkan atau membentuk hubungan intim secara emosional dengan orang lain.

Ace mungkin tertarik pada jenis kelamin yang sama atau pada seseorang dengan jenis kelamin yang berbeda.

Apa saja jenisnya?

Beberapa orang aseksual tidak memiliki ketertarikan seksual sama sekali. Hal tersebut bukan berarti orang-orang aseksual tidak dapat mengalami bentuk-bentuk daya tarik lainnya. Selain ketertarikan seksual, berikut jenis seorang aseksual lainnya:

  • Daya tarik romantis, rasa ingin memiliki hubungan romantis dengan seseorang
  • Daya tarik estetika, memiliki rasa tertarik pada seseorang berdasarkan penampilannya
  • Ketertarikan sensual atau fisik, rasa ingin menyentuh, memegang, dan memeluk seseorang
  • Daya tarik platonik, rasa ingin berteman dengan seseorang
  • Daya tarik emosional, menginginkan hubungan emosional dengan seseorang

Apa mitosnya?

Aseksual mungkin terlihat sangat berbeda bagi sebagian orang. Hal tersebut dikarenakan seks merupakan hal yang bisa membuat orang banyak terobsesi karenanya.

Oleh sebab itu, terdapat beberapa mitos tentang aseksual, diantaranya adalah:

Aseksual adalah bujangan atau pria yang belum menikah

Orang aseksual tidak mengalami keterkaitan seksual secara alami. Bukan karena paksaan, dan pantangan seksual lainnya.

Sedangkan pria yang belum menikah bukan berarti mereka aseksual. Hanya saja karena statusnya yang lajang sehingga mereka harus menahan diri untuk berhubungan intim.

Aseksual adalah gangguan fisiologis atau psikologis

Tidak benar adanya jika alasan seseorang menjadi aseksual dikarenakan gangguan fisiologis atau psikologis.

Bagi banyak orang, tidak memiliki aktivitas seksual akan dipandang sebagai gejala yang mengkhawatirkan, dan aseksual akan dicap sebagai penyakit.

Orang aseksual tidak ramah

Orientasi seksual dalam diri seseorang tidak akan memengaruhi sifat karakteristik individu mereka.

Seperti manusia pada umumnya, seorang aseksual juga bisa menjadi pribadi yang ekstrovert dan introvert, juga dapat membentuk lingkaran sosial mereka sesuai dengan jenis temperamen, karakter, dan kebutuhan mereka.

Dalam hal sosialisasi, tidak ada perbedaan antara orang aseksual dan proseksual.

Seorang aseksual kesepian dan tidak bisa mencintai orang lain

Tidak adanya ketertarikan seksual bukan alasan seseorang untuk memiliki perasaan romantis. Biasanya, aseksual merupakan orang yang sensitif dan emosional. Sehingga mereka bisa memiliki perasaan yang mendalam untuk seseorang tanpa peduli dengan hal yang berhubungan dengan seks.

Bahkan mereka juga bisa menyentuh dan membelai seorang yang mereka cintai serta menerima sentuhan balik. Kebanyakan aseksual menjalin hubungan dengan sesama aseksual juga.

Aseksualitas adalah tren modern

Gagasan mengenai aseksual bukanlah hal yang baru. Ada banyak orang di masa lalu yang memiliki cara hidup aseksual.

Apa fakta tentang aseksual?

Ada banyak kesalahpahaman tentang aseksual. Padahal aseksual sendiri memiliki beberapa fakta, di antaranya adalah:

Aseksual tidak memiliki ketertarikan seksual

Memang benar adanya seorang aseksual merupakan individu yang tidak memiliki rasa ketertarikan dengan hubungan seksual.

Namun, hal tersebut bukan berarti mereka tidak dapat mengembangkan perasaan romantis dan membangun hubungan emosional dengan seseorang.

Aseksual bukanlah kondisi medis

Aseksual sering kali disalahartikan sebagai seorang yang memiliki libido rendah. Libido sendiri merupakan diagnosis klinis yang dapat disebabkan oleh berbagai alasan medis.

Tidak seperti libido yang rendah, aseksual bukanlah kondisi medis. Aseksual juga bukan merupakan kelainan yang dapat diobati.

Tidak ada yang salah dengan orang aseksual

Menjadi aseksual tidak berarti ada sesuatu yang salah secara fisik maupun psikologis. Aseksual bukan kondisi yang disebabkan oleh dampak dari kekerasan seksual atau faktor eksternal lainnya.

Setiap orang bisa menjadi aseksual

Terlepas dari anggapan bahwa laki-laki memiliki dorongan seks yang lebih tinggi daripada wanita.

Gender sendiri tidak memiliki dampak pada aseksual. Seperti halnya dengan orientasi seksual lainnya, secara mutlak siapa pun dapat mengidentifikasi dirinya sebagai seorang aseksual.

Aseksual masih bisa menjalin hubungan

Sama halnya dengan seorang yang tidak mengidapnya, aseksual juga bisa merasakan bagaimana rasanya menjalin hubungan dengan orang lain.

Hal tersebut dikarenakan, ingin berhubungan seks dengan seseorang berbeda dengan menginginkan hubungan romantis dengan mereka.

Orang aseksual masih bisa berhubungan seks

Tergantung dari individunya, jika ingin, aseksual juga bisa melakukan hubungan intim dengan pasangannya. Setiap orang aseksual berbeda-beda. Beberapa mungkin merasa acuh dengan hubungan seks, dan beberapa mungkin menikmatinya.

Aseksual mungkin tidak mengalami ketertarikan untuk berhubungan seks. Namun, mereka mungkin masih ingin menjalaninya sebagai pembebasan fisik atau untuk menjadi lebih dekat dan intim dengan pasangan.

Aseksual bisa merasakan orgasme

Berhubungan seks masih bisa menjadi hal yang memuaskan bagi seorang aseksual. Seorang yang aseksual bahkan mungkin bermasturbasi.

Baca Juga: Kerap Tak Dirasa, Yuk Kenali Gejala Tumor Miom pada Rahim

Seorang aseksual memutuskan untuk membuka hubungannya

Jika seorang aseksual tidak tertarik pada banyak hal, pasangan mereka mungkin akan merasakan yang berbeda. Jadi, penting bagi seorang aseksual untuk memulai percakapan tentang kapan dan di mana hubungan seks bisa terjadi, sehingga mereka dapat memastikan kenyamanan diantara keduanya.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Healthline.com (2019). Diakses pada 20 Juli 2020. What Does It Mean to Be Asexual?
  2. Medicalnewstoday.com (2019). Diakses pada 20 Juli 2020. What Does It Mean to Be Asexual?
  3. Crosstalks.tv (2018). Diakses pada 20 Juli 2020. Asexuality: Myths and Truths about Asexual People
  4. Womenshealthmag.com (2020). Diakses pada 20 Juli 2020. Could You Be Asexual? Here’s Everything You Need To Know
    register-docotr