Kesehatan Seksual

6 Penyakit yang Berisiko Ditularkan Melalui Aktivitas Seks Oral, Catat!

September 12, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Setiap hubungan seksual tanpa pengaman memiliki risiko, termasuk juga seks oral. Sekalipun tidak ada hubungan antar kelamin, seks yang menggunakan mulut ini juga bisa menularkan penyakit, lho.

Dahulu mungkin seks oral ini terkesan tabu, tapi nyatanya tren seks oral terus meningkat. Dilansir Webmd.com, mayoritas orang dewasa berusia 25-44 tahun di Amerika Serikat melakukan hubungan seks oral.

Baca Juga: Tips Menjaga Kebersihan Intim Setelah Berhubungan Seksual

Daftar penyakit yang berisiko ditularkan dari aktivitas seks oral

Akan tetapi, hubungan seks yang satu ini tidak selamanya aman. Yuk, simak beberapa penyakit menular seksual yang bisa tertular dari seks oral berikut ini.

HIV

Dibandingkan dengan seks lewat vagina atau anal, seks oral ini termasuk aktivitas seks yang berisiko rendah. Meskipun demikian, kemungkinan HIV tertular lewat oral seks juga tetap ada.

Risiko penyebaran HIV meningkat jika kamu memiliki luka di mulut, vagina atau penis. Risiko juga meningkat jika gusi kamu berdarah dan mulut melakukan kontak dengan darah menstruasi atau jenis infeksi menular seksual lainnnya.

Untuk itu, gunakan kondom latex, kondom untuk perempuan atau dental dam untuk mengurangi peluang tertularnya HIV saat kamu sedang melakukan seks oral. Sama seperti hubungan seksual lainnya, oral seks tanpa pengaman pun berisiko menularkan HIV.

Herpes

Ada dua tipe herpes, yaitu herpes genital yang disebabkan oleh herpes simplex virus type 2 (HSV-2) dan herpes oral yang disebabkan oleh HSV-1. Dengan seks oral, kedua jenis virus ini bisa saja berpindah ke tempat yang terbalik, baik itu kelamin atau mulut.

Sebuah kajian yang publikasikan oleh BMC Central mencatat jika infeksi HSV ini ternyata lebih banyak disebabkan oleh seks oral ketimbang hubungan antar kelamin.

Risiko penyebaran herpes melalui seks oral ini termasuk tinggi dan dapat terjadi sekalipun tidak ada gejala yang ditunjukkan. Kamu bisa menggunakan beberapa cara untuk mencegah penularan, yaitu dengan menggunakan kondom atau obat acyclovir.

Akan tetapi, karena virus dapat menyebar dari kulit ke kulit, maka risiko ini tetap ada sekalipun kamu menggunakan pengaman.

HPV

Penyebaran human papillomavirus (HPV) dapat terjadi saat kamu melakukan seks oral. Bahkan, Verywellhealth melansir jika penularan HPV melalui seks oral merupakan faktor risiko terbesar terjadinya kanker mulut dan tenggorokan. 

Selain itu, HPV yang tertular lewat seks oral diyakini berkaitan dengan munculnya penyakit recurrent respiratory papillomatosis atau tumbuhnya kutil di saluran udara. Selain seks oral, HPV juga bisa tertular dari Ibu hamil ke bayi saat melahirkan.

Sama seperti herpes, kamu bisa menurunkan risiko tertularnya penyakit ini kalau kamu melakukan seks oral menggunakan kondom atau dental dam. Meskipun demikian, juga sama seperti herpes, HPV tertular lewat kulit, bukan cairan, sehingga risikonya tetap ada.

Gonore

Penyakit ini bisa ditularkan lewat aktivitas seksual antar kelamin atau secara oral. Infeksi gonore akan sulit diobati ketika terjadi di tenggorokan, jadi kamu harus berhati-hati.

Sebuah penelitian dalam Emerging Infectious Disease Journal mencatat infeksi gonore di tenggorokan termasuk tinggi pada gay dan pria biseksual. Dalam penelitian disebutkan jika 6,5 persen pria yang melakukan hubungan seks antar pria menderita penyakit ini.

Chlamydia

Ada kemungkinan penyakit chlamydia tertular lewat seks oral. Baik yang melakukan atau menerima seks oral ini memiliki risiko yang sama tertular penyakit ini.

Karena penyakit ini memiliki kemiripan dengan gonore, maka risiko infeksinya pun hampir dipastikan sama dengan penyakit tersebut.

Baca Juga: Seks Terasa Membosankan? Kamu dan Pasangan Harus Coba Cara Ini untuk Mengatasinya!

Sifilis

Penyakit ini bisa sangat mudah tertular lewat aktivitas seks oral. Verywellhealth mencatat risiko per kejadian sifilis via seks oral mencapai sekitar 1 persen.

Sifilis hanya dapat tertular jika sudah ada gejala yang dialami oleh penderita baik di stadium primer atau sekunder. Akan tetapi luka yang tidak terasa sakit terkadang membuat penyakit ini tidak disadari oleh penderita.

Kamu harus berhati-hati terhadap penyakit ini jika ingin melakukan hubungan oral seks, karena terkadang penderita tidak tahu dia memiliki sifilis sampai ketika sudah menularkan penyakit ini ke pasangan.

Demikianlah jenis penyakit menular seksual yang bisa tertular lewat aktivitas seks oral. Apapun jenis kegiatan seksual kamu, selalu gunakan pengaman supaya terhindar dari penyakit-penyakit ini.

Jika masih ada pertanyaan seputar kesehatan seksual lain, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kami yang sedia 24/7 di Good Doctor, ya! Sekarang akses kesehatan ada di ujung jari kamu!

Reference
  1. Verywellhealth.com (2020) diakses 10 September 2020. Is Oral Sex Really Safe Sex?
  2. Webmd.com (2011) diakses 10 September 2020. 4 Things You Didn’t Know About Oral Sex
  3. Betterhealth.vic.gov.au, diakses 10 September 2020. Oral sex
  4. Onlinelibrary.wiley.com (2013) diakses 10 September 2020. The oral mucosa immune environment and oral transmission of HIV/SIV
  5. Bmcmedicine.biomedcentral.com (2019) diakses 10 September 2020. Characterizing the transitioning epidemiology of herpes simplex virus type 1 in the USA: model-based predictions
  6. Verywellhealth.com (2020) diakses 10 September 2020. Recurrent Respiratory Papillomatosis, A Possible Consequence of HPV and Oral Sex
  7. Cdc.gov (2017) diakses 10 September 2020. Frequent Transmission of Gonorrhea in Men Who Have Sex with Men
    register-docotr