Puasa

Ingin Konsumsi Vitamin saat Puasa? Yuk, Kenali Dulu Jenis dan Fungsinya

May 15, 2020 | Nanda Hadiyanti
feature image

Menjaga daya tahan tubuh saat puasa sangatlah dianjurkan agar tubuh tidak mudah diserang oleh virus atau bakteri. Salah satu cara untuk menjaga daya tahan tubuh adalah dengan mengonsumsi suplemen vitamin saat puasa.

Tapi masalahnya apakah suplemen tersebut benar-benar dibutuhkan oleh tubuh? Jawabannya tergantung pada kebutuhan masing-masing orang, sebab suplemen memiliki fungsinya masing-masing. 

Oleh sebab itu, jika ingin mengonsumsi suplemen, kamu harus lebih dulu tahu jenis serta fungsinya. Berikut penjelasan selengkapnya.

Dua jenis vitamin

Vitamin yang larut dalam lemak

Vitamin jenis ini disimpan di jaringan lemak tubuh dan hati, misalnya vitamin A, D, E, dan K.

Jenis vitamin ini dapat bertahan di tubuh sebagai cadangan selama berhari-hari dan terkadang berbulan-bulan. Kebutuhan vitamin ini biasanya sudah cukup terpenuhi dari sumber makanan yang kamu konsumsi setiap hari.

Vitamin yang larut dalam air

Vitamin yang larut dalam air tidak bertahan lama di tubuh. Tubuh tidak dapat menyimpannya dan segera dikeluarkan (ekskresi) melalui urin.

Karena itu, vitamin yang larut dalam air perlu sering diganti daripada yang larut dalam lemak misalnya Vitamin C dan vitamin B kompleks.

Fungsi vitamin

Jenis vitamin yang larut dalam lemak dimulai dari vitamin A, yang berperan sebagai fungsi penglihatan serta pertumbuhan dan perkembangan. 

Vitamin D diperlukan untuk kekuatan tulang, sementara vitamin E diperlukan untuk kekebalan tubuh, kesehatan pembuluh darah dan kulit.

Selain itu, vitamin K berperan dalam pembekuan darah, metabolisme tulang, dan mengatur kadar kalsium darah.

Selain sejumlah vitamin di atas, ada juga vitamin dengan jenis yang larut dalam air misalnya vitamin B. Ada 8 jenis vitamin B, namun secara umum orang cenderung mengonsumsinya untuk meningkatkan energi serta mengurangi stres. 

Terakhir adalah vitamin C yang memiliki peran penting dalam tubuh. Vitamin C membantu membentuk dan memelihara tulang, kulit, dan pembuluh darah.

Waktu minum vitamin

Vitamin yang larut dalam air menyerap paling baik saat perut kamu kosong. Itu berarti lebih baik diminum pagi hari, 30 menit sebelum makan, atau dua jam setelah makan.

Selama berpuasa kamu bisa mengonsumsi vitamin B dan C di waktu sahur. Sebelum menyantap makan sahur. 

Di luar waktu berpuasa, orang pada umumnya juga cenderung mengonsumsi vitamin B di waktu pagi. Karena fungsinya memang sebagai penambah stamina.

Namun perlu diperhatikan agar kamu tetap mengonsumsi sesuai dosis yang dianjurankan. Menurut National Institute of Health (NIH) pria dewasa membutuhkan 90 mg vitamin C per hari. Sementara wanita membutuhkan sebanyak 75 mg per hari. 

Selain vitamin, ada juga nutrisi dalam bentuk mineral yang dibutuhkan tubuh seperti kalsium, magnesium dan zinc. Namun ada baiknya kebutuhan tersebut dipenuhi secara alami, melalui makanan yang kamu konsumsi.

Banyak makanan yang bisa memberikan kebutuhan tersebut agar tubuh bisa berfungsi dengan baik. Jadi tidak selalu dengan cara meminum suplemen.

Selain itu, jika kamu tetap ingin membeli jenis vitamin lainnya selain vitamin B dan C, kamu perlu melakukan beberapa hal berikut:

  • Konsultasikan dengan dokter, apakah vitamin tersebut betul-betul diperlukan dikonsumsi saat puasa. 
  • Dapatkan persetujuan dokter sebelum mengonsumsi suplemen makanan sebagai pengganti jika kamu dalam kondisi mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Ingatlah istilah alami tidak selalu berarti aman. Ada yang memiliki efek samping bagi tubuh.
  • Keamanan suplemen makanan tergantung pada banyak hal, seperti susunan kimianya, cara kerjanya dalam tubuh, bagaimana ia disiapkan, dan dosis yang dikonsumsi.
  • Tanyakan kembali pada dirimu apakah ini berisiko dan apakah benar-benar membutuhkan atau tidak.


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Medicalnewstoday.com diakses 23 April 2020 Is there a recommended time to take vitamins?
  2. Healthline.com diakses 23 April 2020 When is the Best Time to Take Vitamins?
  3. Ods.od.nih.gov diakses 23 April 2020 Dietary Supplements: What You Need to Know
    register-docotr