Puasa

Tidak Boleh Puasa Demi Kesehatan, Siapa yang Termasuk Kategori Ini?

April 26, 2020 | Putri Prima Soraya
feature image

Dalam Islam, puasa adalah sesuatu  yang wajib dikerjakan, apalagi jika sudah dewasa. Walau punya hukum wajib, tapi ada beberapa kondisi yang memperbolehkan untuk tidak puasa. Bukan tanpa alasan, tidak boleh puasa ini terutama jika saat dilakukan justru dapat membahayakan kondisi kesehatan.

Penyakit tertentu dikatakan berisiko tinggi bila menjalani puasa sehari penuh, ya.

Orang-orang yang tidak boleh puasa demi kesehatannya

Puasa memang punya berbagai manfaat bagi kesehatan, tapi tentu itu untuk mereka yang dalam kondisi sehat dan bugar. Jika kamu dalam kondisi sakit dan kurang memungkinkan, kamu diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Hal ini tidak hanya dianjurkan oleh dokter, tetapi juga para ulama. Nah, berikut daftar orang yang sebaiknya tidak puasa demi kesehatannya:

1. Pasien dalam perawatan

Pasien yang dirawat di rumah sakit karena kondisi kesehatan yang parah sebaiknya tidak dulu berpuasa. Apalagi jika harus berbaring di tempat tidur dan bergantung pada infus untuk makan serta minum.

Selain itu, pasien yang sedang tahap pemulihan juga termasuk kategori yang tidak boleh puasa. Ini karena biasanya ada beberapa obat yang harus diminum di jam-jam waktu puasa dan tidak boleh terlewat.

2. Pengidap diabetes

Bagi kamu yang memiliki riwayat diabetes dan gula darahnya tidak terkontrol, sebaiknya tidak puasa dulu, ya. Tidak makan untuk waktu yang lama dapat menyebabkan kadar gula darah mengalami peningkatan secara tiba-tiba atau dalam istilah medis disebut hiperglikemia. 

Perlu diketahui bahwa pada pasien diabetes tipe 1, kadar gula darah ayng drop alias hipoglikemia juga harus rutin menggunakan obat-obat tertentu seperti insulin. 

Tapi jika jenis diabetes kamu masih terkontrol, boleh saja puasa tapi sebaiknya tetap konsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan rutin cek gula darah.

3. Pengidap migrain atau vertigo parah

Seseorang yang mengalami migrain atau vertigo parah hingga tidak terkontrol, sebaiknya tidak dulu juga berpuasa. Ini dikhawatirkan akan membuat kondisi penyakit malah semakin parah. 

4. Pengidap gagal jantung akut

Pengidap gagal jantung akut tidak boleh puasa dulu. Ini karena kerja jantung sedang tidak maksimal, sementara berpuasa membuat pasien rentan dehidrasi.

Dikhawatirkan kondisi tersebut justru membahayakan kesehatan pasien.

Lain lagi jika pengidap gagal jantung masih terkontrol, selama dokter memberikan lampu hijau maka boleh saja untuk berpuasa di bulan Ramadhan.

5.  Punya riwayat mag akut

Sebenarnya mag tidak menghalangi kamu untuk melakukan puasa selama Ramadhan. Tapi jika mag sudah masuk dalam kategori akut, sering mengalami mual, muntah, dan nyeri yang hebat sebaiknya tidak usah puasa dulu, ya. 

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan keluhan menjadi semakin parah.

6. Pengidap kanker

Pengidap kanker yang sedang melakukan pengobatan sebaiknya tidak melakukan puasa. Ini karena perawatan yang dilakukan, seperti kemoterapi, dapat membawa tekanan signifikan pada tubuh sehingga tubuh menjadi lemah.

Telah banyak juga hasil penelitian yang menyebutkan bahwa sel-sel kanker tidak mudah untuk melakukan penyesuaian perubahan metabolisme selama puasa. 

Daripada memaksakan tubuh untuk berpuasa, lebih baik tetap menjaga tubuh untuk tetap optimal.  

7. Punya gangguan pernapasan akut

Pengidap gangguan pernapasan akut seperti asma dan penyakit paru obstruksi kronis yang berat yang membutuhkan konsumsi obat tepat waktu. Oleh sebab itu, mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Mengganti jadwal minum obat tanpa anjuran dokter dikhawatirkan dapat menyebabkan gejala asma yang lebih buruk.

8. Pasien dengan liver kronis lanjutan

Puasa sebenarnya masih mungkin saja dilakukan untuk pasien pengidap penyakit liver. Bahkan puasa dapat membantu proses penyembuhan. 

Pasien dengan penyakit liver umumnya dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama adalah pasien yang menderita radang hati kronis karena Hepatitis B, Hepatitis C atau penyakit hati kronis lainnya.

Kelompok pasien ini biasanya bisa berpuasa. Tapi tetap, puasa harus dilakukan dengan pengawasan dokter.

Kelompok kedua adalah pasien dengan sirosis hati sederhana dengan fungsi hati normal. Pasien-pasien ini biasanya dapat berpuasa, asalkan mereka tidak mengalami komplikasi. 

Ketiga termasuk pasien dengan sirosis hati yang lanjut. Pasien-pasien ini umumnya tidak dapat berpuasa karena terapi yang diperlukan.

10. Riwayat gagal ginjal kronis dan harus rutin cuci darah

Pasien gagal ginjal kronis dan sedang menjalani cuci darah sebaiknya tidak puasa sampai benar-benar pulih. 

Ini karena dalam kondisi tersebut ginjal sedang sulit untuk mempertahankan tingkat normal cairan tubuh, akibatnya pasien rentan terhadap disfungsi ginjal lebih lanjut dan kerusakan ginjal permanen. 

Agar lebih aman, pasien ginjal kronis harus berkonsultasi dengan dokter untuk menilai tingkat keparahan dan potensi risiko yang terkait dengan puasa.

Berpuasa di bulan Ramadan memang sebuah kewajiban, tapi tentu yang lebih penting adalah memperhatikan kesehatan. Nah, kalau kamu termasuk dalam kategori di atas, lebih baik tidak puasa dulu, ya.

Tetapi jika kamu tetap ingin mencoba berpuasa, jangan lupa periksakan dulu kondisi kesehatan ke dokter.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Beaumount (2017). Diakses pada 22 April 2020. Medical considerations when fasting during Ramadan

Stanford Medicine (2019). Diakses pada 22 April 2020. Treating Patients During Ramadan

The National UAE (2017). Diakses pada 22 April 2020. Doctors urge Muslims with chronic medical conditions not to fast

Dietitian Connection (2019). Diakses pada 22 April 2020. To fast or not to fast? Intermittent fasting and cancer

Hamad Medical Corporation. Diakses pada 22 April 2020  Safer fasting practices for liver patients during Ramadan

Asthma Uk (2019). Diakses pada 22 April 2020. Fasting and asthma

Hamad Medical Corporation. Diakses pada 22 April 2020. Advice for kidney patients during Ramadan

    register-docotr