Puasa

Sariawan saat Puasa, Begini Cara Penanganannya!

May 3, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sariawan saat puasa seringkali terjadi dan menyebabkan rasa tidak nyaman di area mulut. Salah satu penyebab sariawan adalah infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Candida albicans.

Jamur candida ini hidup di dalam tubuh dan permukaan kulit yang umumnya tidak menyebabkan masalah serius. Namun, jika jamur terus berkembang biak maka hal ini bisa menyebabkan infeksi semakin parah.

Perlu diketahui juga, sariawan yang terjadi di tempat sama selama dua minggu atau bahkan satu bulan bisa mengindikasikan adanya kanker rongga mulut. Sariawan akan ditandai dengan munculnya bercak putih kekuningan secara tunggal maupun berkelompok.

Baca Juga: Penuhi Asupan Gizi saat Puasa, Ini Makanan Wajib untuk Sahur dan Berbuka

Faktor penyebab sariawan pada mulut

Masalah sariawan lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Sariawan identik dengan kurangnya vitamin C di dalam tubuh.

Namun, ada pula faktor penyebab lain dari sariawan, seperti faktor psikologis, masalah genetik, menggunakan produk yang mengiritasi area sensitif, hingga memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala yang akan dirasakan anak-anak dan orang dewasa kemungkinan sama. Lesi atau luka berwarna putih akan muncul di bagian dalam pipi, langit-langit mulut, hingga gusi. Beberapa gejala umum sariawan lainnya, seperti:

  • Lesi akan berkembang dan berubah warna menjadi kekuningan.
  • Kemerahan serta rasa seperti terbakar hingga menyebabkan kesulitan menelan.
  • Terjadi pendarahan ringan jika lesi digosok atau dikikis.
  • Muncul luka lecet di sudut bibir yang terasa perih. 
  • Terasa sakit hingga iritasi di bawah gigi. 

Baca juga: Yuk, Intip Tips Aman Berpuasa untuk Ibu Hamil

Cara menangani sariawan saat puasa

Sariawan yang terjadi secara berulang tentunya akan membuat area mulut menjadi tidak nyaman, terutama saat berpuasa. Karena itu, penanganan harus segera dilakukan agar tidak berkembang semakin parah.

Cara mengatasi sariawan saat puasa bisa dilakukan dengan memberikan obat antijamur. Obat yang digunakan bisa dalam bentuk tablet, cair, maupun krim tropikal. Biasanya, pengobatan sariawan memerlukan waktu sekitar 10 hingga 14 hari untuk bisa sembuh total dan tidak kambuh.

Namun, jika kasus semakin parah dan tidak dapat diobati dengan obat tersebut maka penanganan bersama dokter ahli perlu dilakukan. Perawatan sariawan jangka panjang akan dilakukan setidaknya selama 6 bulan untuk mendapatkan kesembuhan total.

Pencegahan terhadap sariawan di mulut

Nah, agar penyembuhan penyakit bisa berlangsung cepat maka pencegahan terhadap sariawan harus diterapkan. Pencegahan yang dapat kamu lakukan secara mandiri, seperti menjaga kebersihan mulut, memperhatikan gaya hidup sehat, dan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Selain obat medis oral, kamu juga bisa menggunakan obat rumahan yang bisa mencegah infeksi jamur dalam mulut. Beberapa cara rumahan untuk meringankan gejala sariawan yang bisa diikuti, antara lain:

1. Kumur dengan air garam

Garam memiliki sifat antiseptik yang mampu membersihkan area mulut dengan baik. Karena itu, membilas mulut dengan air asin dapat membantu meringankan gejala sariawan oral.

Caranya adalah dengan melarutkan satu setengah sendok teh garam ke dalam air hangat. Kumur di dalam mulut selama beberapa detik lalu buang, lakukan secara rutin untuk hasil maksimal.

2. Konsumsi yogurt bisa mencegah sariawan saat puasa

Yogurt diketahui memiliki kandungan probiotik atau bakteri baik yang bagus untuk kesehatan mulut. Jamur penyebab sariawan saat puasa bisa dihentikan karena yogurt membantu mengembalikan keseimbangan antara bakteri baik dan jahat dalam mulut.

Yogurt juga merupakan makanan yang mudah dikonsumsi jika kamu kesulitan menelan akibat sariawan.

3. Perbanyak vitamin C

Vitamin C atau disebut juga dengan asam askorbat diperlukan karena berfungsi meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin C dipercaya sebagai sumber yang mendorong produksi sel darah putih serta membantu melindungi tubuh dari infeksi.

Rutin mengkonsumsi vitamin C juga mampu membantu sel-sel menjadi lebih efektif dalam melindungi tubuh dari molekul berbahaya.

4. Kunyit

Warna kuning cerah yang dihasilkan oleh kunyit berasal dari curcumin. Curcumin sendiri merupakan senyawa kuat yang dianggap memiliki kemampuan anti-inflamasi.

Dalam sebuah studi, curcumin bisa menyembuhkan sariawan oral karena berfungsi juga sebagai antijamur. Kunyit bisa dikombinasikan dengan lada hitam untuk membantu mengobati sariawan.

5. Mencegah sariawan saat puasa dengan minyak oregano

Biasanya, minyak oregano digunakan untuk membumbui makanan. Namun, ternyata minyak satu ini juga bisa memiliki kemampuan antimikroba dan antijamur sehingga dapat dijadikan sebagai obat sariawan.

Caranya cukup mudah, yakni dengan mencampurkan 2 tetes minyak oregano ke dalam satu gelas air. Kumur larutan beberapa detik di dalam mulut kemudian buang. 

Sariawan saat puasa memang sangat mengganggu sehingga salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mencegah. Jika pencegahan dan penanganan secara mandiri sudah dilakukan, namun sariawan tetap muncul segera periksakan dengan dokter.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline (2018), diakses 22 April 2020. Oral Thrush: 10 Home Remedies to Manage Your Symptoms
  2. Mayo Clinic, diakses 22 April 2020. Oral thrush
    register-docotr