Puasa

Jangan Takut Batal, Ini Panduan Jogging yang Tepat saat Puasa

May 14, 2020 | Nik Nik Fadlah
feature image

Jogging merupakan salah satu olahraga fisik paling populer. Selain mudah dilakukan, jogging juga tidak membutuhkan banyak peralatan. Jika kamu ingin melakukan jogging saat puasa, sebaiknya simak terlebih dahulu panduannya di bawah ini.

Ketika berpuasa orang pada umumnya akan menghindari kegiatan yang membuat mereka lelah dan mengeluarkan banyak keringat, contohnya saja olahraga.

Banyak orang yang memilih untuk tidak berolahraga saat puasa. Padahal menurut para ahli, olahraga dan puasa dapat dijalankan secara bersamaan loh!

Dilansir Khaleej Times, menurut dr. Javaid Shah, dokter spesialis di Dubai, berolahraga saat puasa sebenarnya dapat membuat otak kita menjadi lebih baik.

Manfaat jogging saat puasa

Jogging sering didefinisikan sebagai berlari dengan kecepatan kurang dari 6 mil perjam (mph). Jogging bertujuan untuk menjaga tubuh agar selalu fit. Tetapi tanpa disadari, ternyata jogging juga memiliki banyak manfaat lainnya, seperti:

Manfaat jogging. Sumber foto: https://www.shutterstock.com/
  • Dapat menurunkan berat badan
  • Meningkatkan kekuatan tulang
  • Menjaga kesehatan pikiran
  • Baik untuk jantung
  • Membangun sistem imun dalam tubuh
  • Meningkatkan sistem pernafasan

Karena banyak manfaat yang diberikan oleh jogging bagi tubuh, kamu dapat menjadikan jogging sebagai olahraga pilihanmu yang kamu jalani saat puasa.

Panduan jogging saat puasa

Sebelum melakukan jogging kamu harus selalu memperhatikan panduan jogging yang baik dan benar sehingga puasa kamu tetap terjaga.

1. Penuhi asupan cairan agar tidak dehidrasi

Memenuhi asupan cairan sebelum melakukan jogging merupakan hal yang sangat penting. Hal ini tentu saja untuk menghindari dehidrasi pada tubuh.

Saat sedang berpuasa sebaiknya kamu minum air lebih banyak dari biasanya. Sangat dianjurkan untuk meminum air setidaknya 8 hingga 12 gelas dalam sehari saat periode berbuka hingga sahur. Kamu juga dapat meminum minuman yang menyehatkan lainnya.

2. Konsumsi karbohidrat dan protein

Mengonsumsi karbohidrat dan protein saat sahur dan berbuka juga dapat membuat tubuh lebih sehat. Karbohidrat merupakan bahan bakar utama tubuh. Sedangkan protein sangat penting untuk perbaikan dan pemeliharaan otot setelah kamu melakukan olahraga.

Makanan yang mengandung karbohidrat adalah kentang dan oatmeal, sedangkan untuk makanan  yang memiliki protein tinggi adalah keju, telur, yogurt, ikan tuna, gandum dan masih banyak lagi . Dan yang penting adalah perbanyaklah mengonsumsi sayur dan buah.

3. Hindari olahraga jika tubuh tidak fit

Jika kamu merasakan kondisi tubuhmu sedang tidak fit seperti pusing, merasa lelah, atau merasa kesulitan bernafas sebaiknya kamu tidak perlu melakukan jogging.

Hal ini ditakutkan malah akan memperburuk kondisi tubuhmu. Sebaiknya jika kamu ingin melakukan jogging kondisi tubuhmu harus benar-benar fit.

4. Pilih waktu terbaik untuk jogging

Jika biasanya kamu melakukan jogging kapan saja, baik itu pagi, siang, ataupun sore, pada saat puasa kamu sebaiknya mempertimbangkan waktu yang tepat agar puasamu tidak batal akibat kelelahan.  

Waktu terbaik yang dapat kamu lakukan adalah sebelum berbuka puasa. Hal tersebut dinilai dapat membakar lemak lebih banyak serta menurunkan berat badan secara efektif.

Kamu pun tidak perlu menunggu waktu yang terlalu lama untuk minum dan makan. Dan ingat jangan terlalu lama untuk melakukan olahraga, sebaiknya lakukanlah selama 30-60 menit saja.

Waktu terbaik selanjutnya yang dapat kamu pilih sebelum melakukan jogging adalah setelah berbuka puasa. Eits, tetapi tunggu dulu hingga makananmu tercerna dengan baik ya, jangan setelah makan langsung berolahraga, karena hal ini tidak baik untuk lambung.

Tak hanya sebelum dan setelah berbuka saja, kamu juga dapat melakukan jogging setelah sahur.

Jogging yang dilakukan setelah sahur dapat menjaga kebugaran tubuh, namun sebaiknya jangan terlalu berlebihan saat melakukan jogging karena kamu harus tetap menyediakan energi untuk melakukan aktivitas lainnya hingga waktu berbuka.

 5. Jangan lupa lakukan pemanasan lebih dulu

Untuk menghindari cedera yang tidak diinginkan kamu harus melakukan pemanasan terlebih dahulu ya. Kamu dapat melalukan lunges, squat, high knee, serta calf-raises.

Tak perlu waktu yang terlalu lama, yang terpenting adalah jangan sampai kamu lupa melakukan pemanasan agar otot-ototmu tidak kaget.

Baca juga: Puasa di Musim Virus Corona, Kapan Kita Boleh Membatalkan Puasa?


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Firstcry Parenting (2019). Diakses pada 23 April 2020. 10 Suprising Benefits of Jogging that You Must Know 

Healthline (2019). Diakses pada 23 April 2020. All About That Pace: The Benefits of Jogging 

Khaleej Times (2018). Diakses pada 23 April 2020. Is It Safe to Exercise During Ramadan? Here’s The Answers 

Liputan6.com (2020). Diakses pada 23 April 2020. Waktu Terbaik untuk Olahraga saat Puasa, dan Pilihan Latihan yang Ringan 

Livestrong (2019). Diakses pada 23 April 2020. Should I Excercise While Fasting? 

Run Society (2018). Diakses pada 23 April 2020. How You Should Stay Fit and Continue Running During Ramadan 

    register-docotr