Puasa

Muntah saat Puasa? Yuk, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

April 30, 2020 | Putri Prima Soraya
feature image

Rasa mual dan ingin muntah saat puasa seringkali terjadi. Terutama pada minggu-minggu pertama saat berpuasa. Kondisi tersebut tentu tidak menyenangkan serta dapat mengganggu ibadah puasa.

Tapi apa sebenarnya penyebab muntah saat puasa? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak artikel di bawah ini.

Penyebab muntah saat puasa

Mual adalah salah satu masalah kesehatan yang kita rasakan saat berpuasa. Apalagi kalau kamu punya pola makan dan tidur yang kurang baik. Rasa mual dan muntah tentu sangat mengganggu kita dalam menjalani aktivitas. 

Tidak cuma karena pola makan kita saja, tetapi ada juga beberapa faktor yang jadi penyebab muntah saat kita berpuasa. Penyebab-penyebab ini perlu kamu ketahui dan hindari agar tidak menimbulkan bahaya serius bagi tubuh.

Berikut penyebab muntah saat puasa yang perlu kamu ketahui.

1. Menu makanan saat sahur

Saat sahur kita harus mempertimbangkan menu makanan, karena penyebab kita bisa merasa mual dan muntah ketika menjalani puasa adalah pilihan menu sahur yang tidak sehat.

Kamu harus memperhatikan asupan nutrisi saat sahur, cobalah hindari makanan berminyak. Ini karena makanan berminyak memiliki kadar lemak tinggi.

Perut akan memberikan sinyal ke otak untuk memperlambat pengosongan lambung lebih lama agar mencegah pelepasan lemak berlebih ke aliran darah.

Pastikan menu sahur kamu kaya asupan protein, karbohidrat, dan lemak yang seimbang. Kamu tidak mau dong, aktivitasmu terganggu karena merasa mual atau muntah karena salah menu sahur.

2. Langsung tidur setelah makan sahur

Pasti kamu sering melakukan ini, langsung memilih tidur setelah selesai sahur. Bulan puasa memang membuat pola tidur kita berubah, sehingga beberapa orang memilih langsung tidur ketika selesai sahur.

Padahal, kebiasaan ini justru diketahui sebagai penyebab masalah kesehatan saat puasa, termasuk muntah. 

Hal ini karena kamu tidur dalam keadaan perut yang penuh makanan, kondisi ini berisiko menaikan asam lambung. 

Kerja sistem pencernaan menjadi berat karena kamu langsung tidur ketika kenyang. Sistem pencernaan pun terus bekerja, ketika kamu bangun dari tidur.

Perut kamu menghasilkan asam klorida sebagai bagian dari proses panjang memecah makanan. Maka ini bisa membuat tekanan pada dinding lambung yang menyebabkan mual hingga muntah, seperti yang dijelaskan oleh Christine Lee, seorang gastroenterologis di Cleveland Clinic. 

Yang lebih berbahaya lagi, ini bisa menimbulkan sensasi terbakar yang disebut heartburn atau refluks asam lambung. 

Sebaiknya kamu menunggu satu jam selepas sahur, sebelum kembali tidur. Jika memang kamu butuh tidur sehabis sahur, gunakanlah bantal yang lebih tinggi agar asam lambung tidak naik.

3. Kurang air putih

Minum air putih sangat disarankan buat kamu saat menjalankan puasa. Air putih membuat kamu terhindar dari dehidrasi di siang hari. 

Jika kamu kurang minum air putih, tubuh menjadi lemas dan kehilangan energi. Kondisi ini membuat perut bagian bawah mengalami tekanan secara berulang-ulang dan akhirnya timbul rasa mual. 

4. Kafein

Minuman berkafein seperti kopi atau teh sebaiknya kamu hindari sebagai pilihan saat sahur. Mengonsumsi kafein dapat menyebabkan tubuh dehidrasi, sehingga menjadi mudah haus dan lemas. Asam lambung juga bisa meningkat karena konsumsi kafein.

Cobalah untuk menghindari kafein karena dapat memperlambat sistem pencernaan yang menyebabkan rasa ingin muntah pada siang hari.

5. Stres

Tanpa kita sadari, stres bisa membuat rasa mual dan muntah saat kita menjalani puasa. Ini karena ketika stres, pencernaan mendapat tekanan berulang dan membuat rasa tidak enak pada ulu hati. 

Stres juga dapat membuat perut terasa kosong terasa lebih lapar dari biasanya, muncul rasa haus yang lebih cepat, hingga rasa nyeri pada lambung yang berulang. 

Jadi, agar puasa kamu bisa lancar, coba untuk menghindari stres dengan selalu berpikiran positif dan melakukan hal-hal menyenangkan buat kamu.

Mengatasi muntah saat puasa

Tentu kita ingin menjalani puasa dengan baik dan nyaman, agar puasa tidak menjadi halangan kita untuk dapat produktif. Nah, jika kamu memang sering merasa mual dan muntah saat puasa, ada beberapa cara untuk mengatasinya.

1. Pilih makanan yang tepat

Coba mulai perhatikan makanan ketika kamu sahur. Pastikan menu sahur kamu tetap mengandung gizi yang seimbang. Hindari makanan pedas, berminyak dan berbumbu tajam. 

Sebaiknya kamu pilih makanan yang kaya karbohidrat kompleks dari nasi atau roti. Perbanyak juga makan buah seperti pisang atau apel. Makanan tersebut mudah dicerna dan membuat pencernaan tidak bekerja ekstra keras. 

Dan, ada baiknya kamu makan sahur menjelang waktu imsak, agar kamu terasa kenyang lebih lama.

2. Pastikan kamu terhidrasi

Perbanyak minum air putih atau kaldu bening ketika sahur untuk memastikan kamu tetap dalam keadaan terhidrasi. 

Tapi, jangan terlalu banyak memberikan cairan di satu waktu, agar perut tidak mengalami peregangan. Perut bisa mentolerir cairan dalam jumlah 30-60 ml tiap 10-15 menit. Terlalu banyak cairan justru memperparah rasa mual. 

Kamu bisa menggunakan pola 2-4-2 agar kamu tetap terhidrasi dan menghilangkan rasa mual saat berpuasa. Minum dua gelas saat berbuka, empat gelas saat di malam hari, dan dua gelas ketika sahur. 

3. Lakukan teknik pernapasan yang baik

Sebuah hasil penelitian dari Universitas Connecticut  menunjukan bahwa pernapasan dalam yang terkendali dapat menghilangkan rasa muntah. 

Coba kamu ikuti teknik pernapasan untuk mengatasi muntah saat berpuasa ini:

  • Tidur terlentang, letakan bantal di bawah dengkul dan leher agar terasa nyaman.
  • Posisikan tangan kamu di atas perut tepat di bawah tulang rusuk dengan jari saling terkunci, sehingga ketika bernapas jari tersebut akan terbuka. Dengan cara ini, kamu bisa mengetahui teknik pernapasan kamu benar.
  • Ambil napas yang dalam dengan perut. Gunakan diafragma bukan tulang rusuk. Diafragma akan memberikan sedotan udara yang lebih kuat daripada tulang rusuk.

4. Jangan terlalu banyak bergerak

Rasa mual akan semakin parah ketika kamu terlalu banyak bergerak, coba untuk diam sejenak ketika kamu mulai merasakan hal tidak enak dibagian perut.

Duduklah dengan nyaman atau berbaring di sofa untuk beberapa saat.

Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi muntah ketika puasa. Sangat penting untuk kita tetap menjaga kondisi prima selama puasa agar bisa menjalani ibadah dengan baik tanpa dan tetap bisa menjalani aktivitas sebagaimana mestinya.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Business Insider (2019). Diakses pada 22 April 2020. 8 signs your intermittent fasting diet has become unsafe or unhealthy

The National (2015). Diakses pada 22 April 2020. ‘Break fast gradually to avoid severe stomach problems’

Live Science (2019). Diakses pada 22 April 2020. Why Does Hunger Sometimes Cause Nausea?

Pop Sugar (2020). Diakses pada 22 April 2020. Feeling Nauseous While Intermittent Fasting? Here’s Why an RD Wants You to Take Caution

Stylecraze (2020). Diakses pada 22 April 2020. Symptoms That Indicate You Need To Stop Fasting + How To Fast Properly

Life Apps (2019). Diakses pada 22 April 2020. THIS IS YOUR FASTED BODY ON COFFEE

Healthline. Diakses pada 22 April 2020. Stop Vomiting and Nausea: Remedies, Tips, and More

Go health. Diakses pada 22 April 2020. What Causes Vomiting? 7 Reasons Why and How to Ease It

 

 

 

    register-docotr