Puasa

Penting, Kenali Ciri-ciri Tensi Rendah saat Puasa

May 2, 2020 | Dani Kosasih
feature image

Tensi rendah saat puasa perlu mendapat perhatian lebih. Pasalnya, kamu yang mengalami tensi rendah atau hipotensi harus benar-benar memperhatikan kondisi tekanan darahnya saat ingin menunaikan ibadah puasa.

Saat menjalani puasa, khususnya di bulan Ramadhan, rata-rata wilayah Indonesia melakukannya selama 11 atau 12 jam. Sedangkan durasi waktu makanan yang mampu tercerna, paling lambat bertahan hingga 8 jam, seperti makanan yang mengandung serat.

Sementara makanan yang cepat dicerna hanya berlangsung selama 3 hingga 4 jam. Belum lagi resiko dehidrasi juga harus benar-benar diperhatikan oleh kamu yang memiliki tensi rendah.

Tensi rendah

Tekanan darah normal biasanya berkisar antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg. Jika kamu memiliki tekanan di bawah itu, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi kepada dokter sebelum menjalankan puasa.

Mengutip dari mayoclinic.org, beberapa ahli mendefinisikan bahwa penurunan tekanan darah yang tiba-tiba bisa sangat berbahaya bagi tubuh.

Hanya turun 20 mmHg, dari 110 mmHg menjadi 90 mmHg saja, misalnya, sudah bisa membuat kepala kamu pusing bahkan hingga pingsan. Kondisi tersebut bisa terjadi karena otak gagal menerima darah yang cukup.

Saran paling utama yang harus kamu perhatikan adalah melakukan konsultasi kepada dokter. Konsultasi ini sangat diperlukan untuk bisa melakukan kontrol terhadap tekanan darah.

Apalagi, kalau kamu memiliki riwayat tensi darah rendah yang cukup berat. Lakukan konsultasi dan kontrol tekanan darah secara berkala agar tidak berakibat fatal pada diri kamu sendiri.

Ciri-ciri tensi rendah saat puasa

Setelah melakukan konsultasi kepada dokter, selanjutnya, kamu juga harus mengenal ciri-ciri tensi rendah saat puasa. Kenapa? karena ciri-ciri tersebut bisa jadi berbeda untuk beberapa orang. Namun ciri-ciri umum dapat diketahui seperti:

  • Kepala pusing
  • Penglihatan buram atau kabur.
  • Mual
  • Kelelahan atau cepat lelah
  • Kehilangan konsentrasi
  • Syok
  • Pingsan

Bagi beberapa kasus ekstrim ciri-cirinya bisa bertambah, seperti:Tubuh merasa dingin

  • Kulit menjadi pucat
  • Napas cepat dan pendek
  • Nadi berdenyut cepat

Beberapa ciri tersebut harus benar-benar diperhatikan oleh kamu yang memiliki tensi rendah namun ingin tetap berpuasa.

Lalu, bagaimana agar tensi rendah saat puasa tidak menjadi berbahaya?

Cukupi asupan air minum

Selama puasa, mungkin sulit untuk memenuhi kebutuhan air minum pada tubuh. Terlebih kamu hanya bisa minum saat sahur, buka puasa dan malam hari hingga sahur lagi. Namun kebutuhan ini tetap harus kamu prioritaskan.

Dehidrasi akan menurunkan volume darah yang membuat kamu pusing dan sakit kepala. Usahakan untuk tetap minum air putih minimal 2 liter atau 8 gelas per hari.

Memilah jenis makanan

Memilah jenis makanan yang sesuai tentu sangat berpengaruh terhadap tekanan darah. Tensi darah saat puasa akan terjaga jika kamu tepat memilah konsumsi makanan sesuai kebutuhanmu. Apa saja itu?

Konsumsi makanan kaya vitamin B-12

Terlalu sedikit vitamin B-12 dapat menyebabkan anemia yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah. Untuk mencegah tensi rendah saat puasa, konsumsilah makanan yang  tinggi B-12 seperti:

  • Telur
  • Sereal
  • Daging sapi.

Konsumsi makanan tinggi folat

Terlalu sedikit folat dapat memiliki efek yang sama dengan terlalu sedikit vitamin B-12. Beberapa contoh makanan kaya folat yang bisa kamu konsumsi seperti:

  • Asparagus
  • Kacang garbanzo
  • Hati

Konsumsi garam secukupnya (sub sub judul)

Makanan asin dapat meningkatkan tekanan darah. Untuk memenuhi kebutuhan itu, kamu bisa mengkonsumsi jenis makanan seperti:

  •  Ikan asap
  •  keju cottage
  •  zaitun

Catat gejala yang kamu alami

Jika rasa pusing terjadi sesekali atau sakit kepala namun masih bisa kamu tahan, itu tandanya kamu mengalami dehidrasi ringan akibat terlalu banyak berada di bawah sinar matahari.

Penting untuk kamu mencatat gejala atau ciri-ciri tensi rendah yang kamu alami seperti itu.

Catatan tentang kapan gejala itu muncul dan apa yang kamu lakukan saat itu, akan sangat membantu dokter mendiagnosa gejala kamu saat nantinya kamu mengunjungi dokter.

Terlebih saat kamu mengalami syok. Kamu harus segera membatalkan puasa dengan meminum air mineral dan lekas mencari bantuan medis.

Setelah mengenal ciri-ciri tensi rendah saat puasa pada tubuh kamu, kini kamu bisa menerapkan poin-poin yang telah dibahas agar tensi rendah saat puasa tidak kamu alami. Selalu atur pola makan dan rajin kontrol tekanan darah, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. mayoclinic.org diakses 22 April 2020.  https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/low-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20355465
  2. healthline.com (2017) diakses 22 April 2020.  https://www.healthline.com/health/low-blood-pressure-diet
  3. islamicity.org (2017) diakses 22 April 2020.   https://www.islamicity.org/5353/health-guidelines-for-ramadan/
    register-docotr