Puasa

Ini Strategi Penggunaan Obat Secara Tepat saat Puasa

May 9, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Pastinya kamu tidak mau puasamu terganggu karena jatuh sakit, bukan? Jika sudah jatuh sakit, pastinya kamu semakin repot, apalagi jika harus penggunaan obat saat puasa tidak boleh putus.

Beberapa orang menganggap minum obat saat ramadan sah-sah saja dilakukan asalkan pada jam berbuka ataupun sebelum sahur.

Tapi jangan sembarangan, penanganan sakit dengan mengonsumsi obat saat puasa adalah hal yang rumit. Apalagi jika kamu memiliki penyakit kronis.

Nah, berikut sedikit saran dan tips bagi kamu yang terpaksa mengonsumsi obat saat puasa.

Strategi minum obat saat puasa

Kamu butuh strategi khusus jika ingin minum obat saat puasa. Jika pengobatan dilakukan beberapa kali dalam satu hari maka sangat dianjurkan memilih obat yang larut dalam waktu panjang.

Atau dapat menggantikan aturan dan dosis minum menjadi dua kali dalam sehari. Aturan minum ini sudah ada pada penyakit-penyakit kronis seperti parkinson, penyakit tiroid dan jantung.

Untuk sakit yang membutuhkan penanganan jangka pendek semisal pemberian antibiotik atau obat penahan rasa sakit, waktu untuk mengonsumsi obat bisa dilakukan satu kali dalam sehari.

Kapan harus minum obat saat puasa?

Jika kamu menderita penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes dan asma sebaiknya tidak menghentikan pengobatan selama puasa. Jika pengobatan dihentikan maka kamu berpotensi mengalami komplikasi.

Berikut adalah panduan umum untuk mengatur waktu minum obat selama puasa:

Obat satu kali dalam sehari

Jika obat harus diminum satu kali dalam sehari dan sebelum makan, maka kamu dapat mengonsumsinya pada waktu satu jam sebelum sahur. Sementara untuk obat yang diminum setelah makan bisa diskonsumsi setelah waktu berbuka puasa.

Obat dua kali dalam sehari

Untuk obat yang diminum dua kali dalam sehari dan sebelum makan kamu dapat mengonsumsinya satu jam sebelum sahur atau dua jam setelah kamu berbuka puasa.

Sementara, obat yang harus diminum setelah makan, dapat diminum setelah sahur dan setelah berbuka.

Obat tiga kali dalam sehari

Untuk obat yang diminum tiga kali dalam sehari dan sebelum makan, dapat diminum satu jam sebelum sahur dan setelah berbuka. Sisanya bisa kamu konsumsi sebelum tidur.

Sementara untuk obat yang diminum setelah makan, dapat diminum setelah sahur atau setelah berbuka dan sisanya dapat diminum sebelum tidur.

Konsultasi waktu minum obat dengan dokter

Langkah terakhir yang bisa kamu lakukan untuk memastikan penggunaan obat saat puasa adalah berkonsultasi dengan dokter. Hal ini untuk memastikan apakah kondisi kamu cukup kuat untuk berpuasa atau tidak.

Selain itu, dokter juga dapat memberikan saran terhadap metode dan bagaimana cara beradaptasi dalam mengonsumsi obat-obatan.

Beda penyakit, beda penanganan

Tidak semua penyakit bisa diselesaikan dengan minum obat-obatan. Kamu juga harus perhatikan faktor lain untuk mengatasi sakit saat sedang berpuasa.

Untuk penyakit migrain misalnya, kamu harus memastikan dirimu agar rutin sahur dan minum air putih pada malam hari agar tidak mudah untuk kambuh pada saat puasa.

Sementara bagi kamu yang memiliki penyakit hipertensi, harusnya juga menjaga diri agar tidak mudah mengalami dehidrasi saat puasa. Tekanan darah pun harus dikontrol secara berkala.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Myhealth.gov.my (2016) diakses 23 April 2020. http://www.myhealth.gov.my/en/fasting-and-medicines/
  2. NCBI.nlm.nih.gov (2017) diakses 23 April 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5415064/
  3. Health.gov.il (2020) diakses 23 April 2020. https://www.health.gov.il/English/Topics/PharmAndCosmetics/Pages/Fasting.aspx
  4. Mariecurie.org.uk (2018) diakses 23 April 2020. https://www.mariecurie.org.uk/help/support/terminal-illness/wellbeing/fasting-during-ramadan
    register-docotr