Puasa

Buka Puasa dengan Makanan Pedas, Apa Efeknya?

April 22, 2020 | Muhammad Hanif S.
feature image

Makanan pedas hampir tak bisa terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk saat berbuka puasa. Makanan pedas diminati karena mampu memberikan citarasa tersendiri di lidah. Lalu, apa efek buka puasa dengan makanan pedas terutama saat perut masih kosong?

Buka puasa dengan makanan pedas, boleh atau tidak?

Cabai adalah salah satu komponen utama dari banyak makanan pedas. Tanpanya, rasa pedas pada sebuah hidangan tidak akan terasa membakar lidah. Meski mengandung banyak nilai gizi seperti vitamin A dan C, serat yang tinggi, dan antioksidan.

Tentu ada dampak yang akan ditimbulkan jika dikonsumsi secara berlebihan. Cabai mengandung capsaisin yang salah satu manfaatnya adalah untuk meningkatkan nafsu makan. Ini bisa menjadi aspek positif, karena tubuh yang berpuasa tidak mendapatkan asupan makanan hingga 12 jam.

Capsaisin dapat membantu seseorang untuk lebih lahap memakan sesuatu. Sehingga tak heran jika banyak orang suka dengan makanan pedas.

Dengan demikian, makanan pedas tetap boleh dikonsumsi saat berbuka puasa. Dengan catatan, porsi dan takarannya tidak berlebihan.

Meski begitu, kamu tetap harus mengawali buka puasa dengan minuman manis dan makanan ringan terlebih dulu, tidak langsung melahap makanan utama. Biarkan perut beradaptasi sejenak setelah kosong belasan jam.

Efek berbuka puasa dengan makanan pedas

Sejumlah pakar kesehatan tidak mempermasalahkan berbuka puasa dengan makanan pedas, kok. Jadi, kamu tak perlu terlalu khawatir dengan dampak negatif yang ditimbulkan.

Hanya saja, tetap perhatikan porsi makanan yang kamu lahap, ya.

Seperti pepatah berkata, sesuatu yang berlebihan tidak baik untuk dilakukan, termasuk untuk hal yang satu ini. Pada dasarnya, cabai yang ada pada makanan pedas relatif aman untuk dikonsumsi saat berbuka. Asalkan, pastikan kamu tidak memiliki masalah pencernaan.

Justru, cabai bisa membantu melancarkan sembelit atau tidak lancar buang air besar yang disebabkan oleh kurangnya gerak dan asupan cairan saat berpuasa.

Lalu, apa efeknya jika buka puasa dengan makanan pedas terlalu banyak?

Satu hal yang hampir pasti terjadi adalah diare. Jika kamu memiliki riwayat maag, sebaiknya hindari makanan yang satu ini, karena kandungan pada cabai bisa membuatnya kambuh.

Seseorang dengan penyakit ambeien juga tidak disarankan untuk memakan makanan pedas saat berbuka puasa. Sensasi panas bisa muncul pada dubur setelah melahapnya. Bahkan, jika dibiarkan, bisa berakhir pada pendarahan fatal.

Ini yang terjadi pada tubuh saat memakan makanan pedas

Seperti yang telah disebutkan pada poin pertama, rasa pedas pada sebuah makanan berasal dari cabai. Cabai sendiri memiliki kandungan utama capsaisin yang tidak boleh disepelekan.

Riset yang dilakukan Johns Hopkins Medicine di Maryland, Amerika Serikat menyimpulkan bahwa capsaisin adalah zat yang sangat iritatif untuk semua mamalia, termasuk manusia. Capsaisin sebenarnya tidak menghasilkan pedas, tapi sensasi panas.

Saat masuk ke dalam mulut, zat ini mulai bekerja dengan mengeluarkan rasa panas yang kemudian menempel pada lidah, lalu mengikat TRPV1, reseptor yang mampu mendeteksi rasa sakit. Di sinilah, ujung saraf mengirim sinyal ke otak untuk menerjemahkan panas menjadi rasa pedas.

Dengan begitu, rasa pedas yang muncul sebenarnya adalah reaksi dari otak untuk rasa sakit yang timbul dari sensasi panas. Capsaisin bekerja mengelabuhi otak dengan mengubah temperatur pada tubuh. Ini yang menyebabkan tubuh berkeringat setelah memakan makanan pedas.

Setelah mendapat sinyal dari saraf di lidah, otak akan bekerja memaksa badan untuk mendinginkan suhu, yaitu dengan berkeringat dan bernapas cepat. Sesudah itu, tubuh akan bekerja dengan sendirinya untuk menormalkan kondisi.

Makanan yang baik untuk dikonsumsi saat berbuka

Kamu bisa tetap buka puasa dengan makanan pedas, selama dalam batas wajar dan tidak ada masalah pencernaan.

Tetapi jika tubuhmu sudah merasakan efek samping seperti sakit perut, diare, dan maag kambuh, segera hentikan dan banyak minum air putih untuk menetralkannya.

Badan kesehatan dunia WHO sendiri telah mengeluarkan panduan khusus untuk iftar meal atau menu sehat berbuka puasa. Setelah azan Maghrib berkumandang, kamu bisa meneguk air putih atau air yang telah dicampur lemon dan daun mint.

Kemudian, perbanyak asupan sayuran, baik berupa sup atau salad. Untuk urusan daging, dada ayam adalah pilihan terbaik menurut WHO.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (2019), diakses 21 April 2020, Tak Boleh Makan Pedas Saat Sahur dan Berbuka, Mitos atau Fakta?

2. Buzz Feed News (2018), diakses 21 April 2020, Here’s What Happens to Your Body When You Eat Super Hot Peppers.

3. WHO, diakses 21 April 2020, Dietary recommendations for the month of Ramadan.

    register-docotr