Puasa

Berat Badan Naik saat Puasa, Apa Penyebabnya?

April 24, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Banyak yang mempertanyakan mengapa berat badan naik saat puasa di bulan Ramadan. Nah, jika kamu adalah salah satunya maka hal ini termasuk ke dalam kesalahan ketika berpuasa. 

Ramadan sendiri adalah periode puasa sebulan penuh sebelum Idul Fitri. Puasa mengharuskan umat Muslim untuk menahan lapar dan haus selama kurang lebih 10 jam. Itu artinya, tubuh menjadi kekurangan asupan dan cenderung mudah lelah jika beraktivitas terlalu banyak.

Nah, tak jarang kegiatan puasa di bulan Ramadan ini dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk melakukan diet. Tapi tahukah kamu jika banyak orang yang justru mengalami peningkatan berat badan selama bulan puasa?

Baca Juga: Kenali Penyakit Diabetes dan Cara Pengobatannya

Pemicu berat badan naik saat puasa

Bertambahnya berat badan saat puasa dapat dipicu oleh berbagai hal yang menjadi faktor mendasar. Ketika berbuka puasa, nafsu makan akan meningkat sehingga tubuh menginginkan asupan lebih banyak dari hari biasa.

Kementerian Kesehatan RI menyarankan batas konsumsi gula, garam, serta lemak per harinya yaitu 50 gram (4 sendok makan) gula, 2000 miligram natrium/sodium atau 5 gram garam (1 sendok teh), dan lemak sekitar 67 gram (5 sendok makan minyak)

Jika mengonsumsi makanan berlebih dan tak diselingi dengan aktivitas fisik, makanan akan menumpuk menjadi lemak di dalam tubuh. 

Adakah manfaat puasa bagi tubuh?

Menurut pendapat para pakar, membatasi asupan makan di siang hari dapat membantu mencegah masalah kesehatan mental. Manfaat lain yang akan dirasakan termasuk peningkatan kualitas tidur dan beberapa risiko kanker. Beberapa keuntungan melakukan puasa, antara lain sebagai berikut:

  • Mencegah kolesterol tinggi hingga penyakit jantung.
  • Memberi istirahat pada sistem pencernaan sehingga dapat membuang racun tubuh.
  • Membantu membersihkan diri dan menghilangkan partikel berbahaya dalam tubuh.
  • Mampu mengurangi depresi dan kecemasan.
  • Mengurangi risiko mengalami demensia. 
  • Membantu menghilangkan lemak dan menambah massa otot. 

Puasa dapat membantu mengurangi risiko aterosklerosis, yakni penyumbatan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Namun, mengapa berat badan masih saja bisa naik padahal sudah berpuasa?

Faktor penyebab berat badan naik saat puasa

Alasan mengapa berat badan naik saat puasa adalah tidak mengontrol asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Puasa sebenarnya bisa membantu menurunkan berat badan jika makanan yang dikonsumsi saat buka puasa bergizi seimbang.

Orang yang melakukan diet sehat biasanya akan membatasi asupan makan saat pagi hari. Setelah itu, barulah mengonsumsi sup, roti segar, kurma, atau buah-buahan pada malam hari. Hindari juga gula dan makanan berlemak dan pastikan asupan cairan untuk tubuh tercukupi.

Baca juga: Yuk, Intip Tips Puasa untuk Ibu Hamil

Pola makan yang sehat dengan membatasi asupan saat berbuka puasa tak hanya bisa menurunkan berat badan, namun juga meningkatkan fungsi kognitif dan menambah kekebalan tubuh.

Ada berbagai faktor yang bisa menjadi pertimbangan kemungkinan berat badan tidak turun saat puasa, seperti:

1. Kurang perencanaan

Kurangnya perencanaan di bulan Ramadhan bisa menjadi masalah yang besar terutama untuk masalah diet. Membuat rencana untuk diet saat bulan puasa bisa diawali dengan mengonsumsi makanan berbuka yang bergizi seimbang.

Saat sahur, kamu juga perlu memperhatikan asupan makanan, seperti kaya akan karbohidrat, sayuran, serta daging tanpa lemak.

2. Dehidrasi

Meski sedang dalam keadaan berpuasa, hidrasi tubuh adalah salah satu kunci penurunan berat badan. Minum cukup cairan bisa mencegah dehidrasi dan juga mengendalikan keinginan gula.

Selama bulan puasa, kamu bisa menerapkan minum dua gelas saat berbuka, empat gelas di antara waktu berbuka dan sahur, serta 2 gelas ketika sahur.

3. Makan secara berlebihan

Berpuasa biasanya membuat tubuh menjadi kekurangan asupan makanan. Setelah berjam-jam puasa, banyak orang yang tidak memperhatikan kalori dalam makanan.

Jika hal ini terus-menerus dilakukan, maka bisa terjadi penumpukan lemak dalam tubuh dan membuat berat badan bertambah.

4. Konsumsi minuman berkafein

Kafein memang dikenal dapat menekan rasa lapar dan meningkatkan energi dalam tubuh. Namun, mengonsumsi terlalu banyak kafein bisa memperburuk suasana hati dan berkonstribusi pada kenaikan berat badan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan glukosa darah dan memungkinkan penyimpanan lemak dalam tubuh.

5. Asupan makanan salah

Faktor lain yang menyebabkan berat badan justru bertambah saat puasa adalah salah asupan makanan. Hindari makanan cepat saji karena bisa membuat gula darah meningkat sehingga rasa lapar akan lebih terasa.

Karena itu, usahakan untuk mengonsumsi makanan sehat yang kaya akan serat dan protein

Cara paling tepat agar berat badan naik saat puasa tidak terjadi adalah menghindari faktor pemicu seperti yang telah disebutkan di atas. Pastikan untuk berkomitmen selama bulan Ramadhan agar kesehatan tubuh bisa terjaga dan tidak terjadi penambahan berat badan.

Jika kondisi ini masih terjadi, bicarakan dengan dokter profesional untuk penanganan lebih lanjut.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Metro.co.uk (2018) diakses 21 April 2020. Why do you put on weight during Ramadan?
  2. Al Arabia English (2016) diakses 21 April 2020. Gaining weight? Top 7 Ramadan mistakes that result in body fat
  3. Mindbodygreen (2020) diakses 21 April 2020. 7 Reasons You Are Gaining Weight While Intermittent Fasting
  4. Aljazeera (2020) diakses 21 April 2020. Ramadan 2020: The health benefits of fasting
  5. Boldsky (2018) diakses 21 April 2020. Ramadan 2018: Health Benefits And Risks Of Fasting During Ramadan
    register-docotr