Kesehatan Pria

Apakah Warna Sperma Mempengaruhi Kesehatan? Ini Penjelasannya!

September 11, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Selama ini, mungkin kamu berpikir bahwa sperma hanyalah cairan yang keluar setelah ejakulasi. Tapi, tahukah kamu bahwa warna sperma mempengaruhi kesehatan? Ya, warna cairan semen bisa mengindikasikan kondisi tubuhmu saat ini.

Seperti apa sih warna sperma yang sehat? Serta, warna sperma apa saja yang bisa menandakan adanya gangguan kesehatan? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Baca juga: Apakah Ukuran Penis Kamu Normal? Yuk, Kenali Bentuk dan Teksturnya

Warna cairan semen yang sehat

Mengutip Healthline, cairan semen sehat atau normal adalah yang berwarna putih, bening, atau sedikit keabu-abuan. Warna tersebut terbentuk dari susunan mineral, protein, hormon, dan enzim.

Semen berwarna putih atau keabu-abuan menandakan bahwa kelenjar prostat bekerja dengan baik. Sebab, beberapa komponen pada cairan semen disusun pada organ yang berada di bawah kandung kemih itu.

Sedangkan untuk teksturnya, cairan semen biasanya kental saat pertama kali ejakulasi. Tapi, bisa saja menjadi lebih cair 30 menit sesudahnya.

Apakah warna sperma mempengaruhi kesehatan?

Sama seperti darah menstruasi pada wanita, warna pada cairan semen pria bisa menunjukkan kondisi kesehatan tubuh. Perubahan warna sperma dapat mengindikasikan adanya tambahan zat selain kandungan di atas, misalnya darah.

1. Warna kuning

Warna sperma mempengaruhi kesehatan yang pertama adalah warna kuning. Jika cairan semenmu berwarna kuning, hal tersebut bisa mengindikasikan beberapa hal, seperti:

Urine di cairan semen

warna sperma mempengaruhi kesehatan
Pembesaran prostat bisa sebabkan retensi urine. Sumber foto: www.miamiroboticprostatectomy.com

Warna kuning pada cairan semen bisa disebabkan oleh adanya campuran urine. Retensi urine adalah kondisi yang paling sering dialami oleh banyak pria, yaitu adanya sisa urine di uretra dan bercampur dengan cairan semen.

Hal ini wajar, bisa terjadi pada pria yang melakukan ejakulasi tak lama setelah kencing.

Tapi, adanya urine di cairan semen juga bisa mengindikasikan adanya gangguan reproduksi seperti infeksi saluran kemih dan pembesaran prostat.

Penyakit kuning

Penyakit kuning adalah kondisi saat kadar bilirubin di dalam tubuh meningkat. Bilirubin merupakan pigmen kekuningan yang dihasilkan hati saat organ tersebut memecah sel darah merah.

Selain perubahan warna cairan semen, penyakit kuning juga ditandai dengan gejala panas dingin, demam tinggi, dan sakit perut.

Leukositospermia

Leukositospermia terjadi ketika terlalu banyak sel darah putih (leukosit) yang terdapat pada cairan semen. Hal ini bisa membuat cairan tersebut berwarna kekuningan. Meningkatnya kadar leukosit bisa dipicu oleh beberapa hal, seperti penyakit autoimun hingga infeksi menular seksual.

Infeksi prostat (prostatitis)

Cairan semen berwarna merah bisa disebabkan oleh prostatitis atau infeksi pada prostat. Ini terjadi ketika bakteri dari saluran kemih masuk ke kelenjar prostat, memicu perubahan warna pada sperma.

2. Warna merah dan coklat

Cairan semen yang memiliki warna sperma mempengaruhi kesehatan berikutnya adalah merah dan coklat. Warna tersebut mengindikasikan adanya campuran darah. Kondisi ini disebut dengan hematospermia, bisa menandakan adanya gangguan kesehatan seperti:

Infeksi menular seksual

Infeksi menular seksual seperti herpes, klamidia, dan gonore ditandai dengan munculnya darah pada sperma. Keluarnya sperma saat ejakulasi biasanya disertai nyeri, sensasi terbakar, dan rasa tak nyaman.

Penyakit kanker

Adanya darah pada cairan semen dapat menandakan pertumbuhan sel kanker di dalam organ reproduksi seperti prostat, testis, dan uretra. Penyakit ini memiliki gejala berupa muncul rasa nyeri di perut bagian bawah, skrotum, punggung bawah, dan area genital.

Infeksi prostat (prostatitis)

Infeksi prostat bisa menyebabkan perdarahan pada area kelenjar prostat. Hal ini membuat cairan semen bercampur dengan darah, hingga akhirnya berubah warna menjadi merah, oranye, bahkan coklat.

Baca juga: Serba-serbi Alergi Sperma: Kondisi Langka Penghambat Kehamilan

3. Warna hitam

Cairan semen yang memiliki warna sperma mempengaruhi kesehatan yang terakhir adalah hitam. Warna hitam pada cairan semen dapat disebabkan oleh darah yang sudah lama berada di dalam tubuh. Kondisi ini bisa dipicu oleh beberapa faktor, yaitu:

Cedera sumsum tulang belakang

Adanya gangguan pada sumsum tulang belakang dapat membuat perubahan warna pada cairan semen menjadi hitam. Ini karena sumsum tulang sendiri merupakan bagian tubuh yang berfungsi memproduksi beberapa komponen darah.

Paparan logam berat

Sebuah penelitian pada 2013 memaparkan, cairan semen berwarna hitam bisa mengindikasikan adanya paparan logam berat yang tinggi seperti timbal, mangan, dan nikel. Kandungan tersebut dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan air yang terkontaminasi.

Nah, itulah beberapa cairan semen yang memiliki warna sperma mempengaruhi kesehatan. Jika cairan semenmu tidak berwarna putih atau keabu-abuan, ada baiknya segera periksakan diri ke dokter untuk deteksi dini. Tetap jaga kesehatan, ya!

Konsultasi kesehatan bisa ditanyakan pada dokter ahli di Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 8 September 2020, Yellow, Clear, Brown, and More: What Does Each Semen Color Mean?
  2. BlackDoctor.org, diakses 8 September 2020, What Your Semen Color Says About Your Health?
  3. Man Health, diakses 8 September 2020, Semen Color: A Rainbow of Hues and What They Mean.
  4. Wiley Online Library, diakses 8 September 2020, Dark‐coloured semen in nonobstructive azoospermia: a report of four cases.

    register-docotr