Kesehatan Pria

Kebotakan Dini Dapat Terjadi pada Pria di Usia Muda, Apa Penyebabnya?

December 6, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kebotakan seringkali dikaitkan pada pria yang lebih dewasa. Namun jangan salah, pria berusia muda juga bisa mengalami kebotakan. Penyebab kebotakan dini pada pria di usia muda bisa disebabkan oleh beragam faktor, apa saja?

Kadang kala, kebotakan dapat menurunkan kepercayaan diri pada pria. Rata-rata, orang kehilangan 50-100 helai rambut dalam sehari, ini masih dianggap normal. Tetapi ini tidak terlihat, karena rambut tumbuh pada saat yang bersamaan.

Kebotakan sendiri mengacu pada kerontokan rambut yang berlebihan dari kulit kepala. Kebotakan bisa bersifat sementara atau permanen. Pada dasarnya, siapa pun bisa mengalami kerontokan rambut, namun ini lebih sering terjadi pada pria.

Baca juga: Cegah Kebotakan, Yuk Coba Obat Penumbuh Rambut Alami dan Kimiawi Ini!

Apa penyebab kebotakan dini pada pria di usia muda?

Melansir dari Healthline, peneltian yang dilakukan di China, melakukan survei terhadap 4.000 mahasiswa yang dilakukan oleh Universitas Tsinghua, Beijing.

Hasil menunjukkan bahwa, sekitar 60 persen dari responden berusia muda melaporkan bahwa mereka kehilangan banyak rambut. Sementara 25 persen responden mengatakan mereka tidak menyadari kerontokan rambut sampai mereka diberitahu oleh teman atau keluarganya.

Sedangkan, 40 persen lainnya cukup menyadari garis rambut mereka yang mulai surut. Kebotakan ini bisa dimulai dari usia 20an.

Sangat penting untuk mengetahui penyebab kebotakan dini yang terjadi. Nah, berikut ini adalah beberapa faktor penyebab kebotakan dini pada pria di usia muda.

1. Keturunan

Penyebab paling umum dari kebotakan adalah kondisi keturunan yang terjadi seiring dengan penuaan. Kondisi ini disebut alopecia androgenik atau yang juga dikenal sebagai pola kebotakan pria.

Melansir dari Webmd, bergantung pada riwayat keluarga, pola kebotakan pria bisa dimulai sejak usia muda. Kondisi ini biasanya terjadi secara bertahap pada pola yang dapat diprediksi, misalnya saja garis rambut yang surut.

2. Stres

Stres dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut. Perlu kamu ketahui bahwa, terdapat beberapa siklus pertumbuhan rambut, yakni fase anagen, katagen, telogen, serta eksogen.

Anagen adalah fase pertumbuhan rambut di kulit kepala. Setelah fase pertumbuhan, rambut memasuki fase transisi atau katagen. Kemudian fase telogen, ketika di mana rambut tetap stabil. Sampai akhirnya rambut memasuki fase eksogen, ketika rambut rontok.

Doris Day MD, dari Day Dermatology & Aesthetics sekaligus penulis buku “Beyond Beautiful” mengatakan bahwa stres dapat mengganggu pertumbuhan rambut dengan menyebabkan rambut rontok lebih cepat sebelum waktunya.

Tak hanya itu, guncangan fisik serta emosional juga dapat menyebabkan kerontokan rambut yang bersifat sementara.

3. Efek samping obat-obatan dan terapi

Efek samping obat-obatan juga dapat bekrontribusi pada penyebab kebotakan dini di usia muda, misalnya saja, obat untuk kanker, masalah jantung, tekanan darah tinggi, arthritis, hingga depresi.

Tak hanya obat-obatan saja, beberapa terapi untuk suatu kondisi medis tertentu juga bisa menjadi faktor penyebab lain, seperti terapi radiasi dan kemoterapi yang dapat menyebabkan kerontokan rambut yang meluas.

4. Merokok

Tahukah kamu bahwa merokok juga bisa menjadi faktor risiko penyebab kebotakan dini pada pria? Ya, hal ini karena, karbon monoksida yang dihirup dapat mencegah darah mengangkut oksigen dan nutrisi penting ke folikel rambut.

Perlu kamu tahu bahwa nikotin, zat yang terkandung dalam rokok dapat mempersempit pembuluh darah, yang kemudian dapat menghambat pertumbuhan rambut baru.

5. Pola makan

Pola makan yang salah juga bisa menyebabkan kebotakan, terlebih lagi jika kamu mengonsumsi makanan yang kurang akan kandungan protein, zat besi, vitamin, dan nutrisi penting lainnya.

Rambut terdiri dari protein yang disebut dengan keratin. Maka dari itu, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan protein di dalam tubuh.

Baca juga: Cara Mengatasi Kebotakan dengan 8 Perawatan Alami yang Terbukti Ampuh

6. Perubahan hormon

Dilansir dari laman Freshman, pola kebotakan pria juga bisa terjadi akibat dihidrotestosteron (DHT). DHT sendiri adalah hormon androgen.

DHT diproduksi melalui enzim 5 alfa-reduktase, yang mengubah persentase tertentu dari hormon testoteron menjadi DHT dalam jaringan hati, prostat, kulit, serta folikel rambut. Semakin banyak testoteron yang diubah menjadi DHT, maka risiko kebotakan pun dapat meningkat.

Nah itulah beberapa informasi mengenai penyebab kebotakan dini pada pria di usia muda. Untuk mencegah kebotakan dini, kamu bisa melakukan beberapa cara, ini termasuk menjalani gaya hidup sehat dan memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Punya pertanyaan lain seputar kesehatan pria? Silakan chat kami melalui Aplikasi Good Doctor. Dokter terpercaya kami siap membantumu dengan layanan 24/7. Jangan ragu untuk berkonsultasi ya!

Reference

ETimes (2016). Diakses pada 24 November 2020. Why men are balding in their 20s 

Freshman. Diakses pada 24 November 2020. At What Age do Men Start Losing Hair? 

Healthline (2018). Diakses pada 24 November 2020. Why Millennials Are Losing Their Hair Earlier 

Manofmany (2020). Diakses pada 24 November 2020. 6 Common Hair Loss Causes in Men 

Mayo Clinic (2020). Diakses pada 24 November 2020. Hair loss 

Men’s Health (2019). Diakses pada 24 November 2020. Everything You Need To Know About Hair Loss 

Webmd (2020). Diakses pada 24 November 2020. What Causes Hair Loss in Men? 

    register-docotr