Kesehatan Pria

Penis Bengkok Bisa Diluruskan Kembali? Berikut Prosedur Medisnya!

November 19, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Biasanya, penis akan melengkung ke kiri atau kanan saat sedang ereksi. Tapi jika lengkungan tersebut terlalu tajam hingga menyebabkanmu kesakitan atau kesulitan penetrasi, bisa jadi itu adalah kondisi penis bengkok.

Pertanyaannya, apakah keadaan tersebut berbahaya? Serta, mungkinkah penis bengkok bisa diluruskan kembali? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Kondisi penis bengkok

Penis bengkok adalah salah satu gejala dari Peyronie’s disease. Kondisi tersebut seringnya menyerang pria di atas 40 tahun, meski yang berusia di bawah itu juga bisa mengalami hal yang sama.

Mengutip NHS UK, hingga kini, penyebab dari penyakit tersebut belum diketahui. Kemungkinan, penis bengkok terjadi akibat cedera saat ereksi dan berhubungan seks. Meski, banyak kasus ditemukan tanpa adanya penyebab yang jelas. Peyronie’s disease juga bisa dipicu oleh faktor keturunan.

Baca juga: Apakah Ukuran Penis Kamu Normal? Yuk, Kenali Bentuk dan Teksturnya

Gejala yang harus diwaspadai

Jika disebabkan oleh faktor keturunan, Peyronie’s disease biasanya terdeteksi sejak dini. Tapi jika dipicu oleh hal lain, misalnya cedera ketika ereksi atau penetrasi, kondisinya tentu lain lagi.

Beberapa gejala dari penyakit tersebut yang perlu kamu waspadai di antaranya adalah:

  • Batang penis menebal dan muncul benjolan mengeras berupa plak
  • Lengkungan tajam membentuk kurva, biasanya mengarah ke atas
  • Muncul nyeri pada penis ketika sedang ereksi
  • Ereksi yang tiba-tiba hilang dan sulit untuk memulainya lagi
  • Penis tampak lebih pendek.

Pada kasus yang parah, lengkungan penis bisa membuat hubungan seks menjadi sulit dan terasa menyakitkan. Jika tak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berujung pada sejumlah komplikasi, salah satunya adalah disfungsi ereksi.

Penis bengkok diluruskan kembali, mungkinkah?

Dilansir dari Egydio Medical Center, penis bengkok masih mungkin untuk diluruskan kembali. Ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu dengan metode bedah dan non-bedah.

Prosedur bedah

Prosedur bedah meluruskan penis bengkok. Sumber foto: RACGP.org

Operasi adalah jalan satu-satunya yang bisa ditempuh jika Peyronie’s disease berkembang terlalu parah. Tapi, biasanya dokter akan merekomendasikan pasien untuk menunggu setidaknya 12 bulan lebih dulu, sebelum mempertimbangkan operasi.

Sebab, pada banyak kasus, Peyronie’s disease dapat membaik tanpa pengobatan, meski membutuhkan waktu cukup lama hingga berbulan-bulan.

Prosedur bedah untuk meluruskan kembali penis bengkok terdiri dari beberapa aspek, yaitu:

  • Memotong atau menghilangkan plak (benjolan) pada penis dan menempelkan sebagian kulit atau pembuluh darah vena
  • Menanamkan alat atau suatu bahan (implan) untuk meluruskan penis
  • Menghilangkan area penis yang lokasinya berlawanan dengan plak untuk memperbaiki struktur penis agar kembali lurus. Cara ini dapat memperpendek ukuran penis.

Baca juga: Aktivitas Seks yang Agresif Bisa Bikin Penis Patah? Ketahui Penyebab dan Gejalanya

Prosedur non-bedah

Seperti yang telah disebutkan, banyak pria yang mengalami penis bengkok tidak membutuhkan perawatan khusus atau bahkan operasi. Jika tidak muncul rasa sakit atau nyeri di penis ketika sedang ereksi atau berhubungan seks, seharusnya tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Meski, pada sebagian pria, bentuk penis akan memengaruhi aspek visualnya dan berdampak pada libido atau hasrat dalam melakukan aktivitas seksual. Sehingga, tak sedikit pria yang memutuskan menempuh cara tertentu untuk meluruskan kembali alat vitalnya.

Ada beberapa cara non-bedah yang bisa dilakukan untuk meluruskan kembali penis bengkok, yaitu:

1. Metode litotripsi

Cara meluruskan kembali penis bengkok yang satu ini memanfaatkan gelombang kejut. Hanya saja, hingga kini, belum ada penelitian yang bisa menjamin efektivitas metode litotripsi.

2. Pompa penis

Bukan memberikan dorongan udara layaknya pompa pada umumnya, alat ini digunakan untuk menyedot dan menciptakan ruang hampa. Penis akan dimasukkan ke suatu tabung lebih dulu.

Lalu, tabung tersebut disambungkan ke pompa manual atau listrik untuk mengosongkan udara. Tujuannya, agar penis meregang.

Namun, teknik ini dinilai bisa membahayakan dan menimbulkan komplikasi. Daya isap pompa yang cukup kuat dikhawatirkan bisa menyebabkan trauma pada penis atau bahkan memicu pembentukan lengkungan baru.

3. Obat medis

Obat-obatan medis seperti steroid dianggap cukup efektif untuk mencegah bertambah parahnya penis bengkok. Namun, cara ini mungkin hanya efektif jika penis belum terlalu bengkok. Jika Peyronie’s disease sudah berkembang parah, konsumsi obat-obatan biasanya tak cukup membantu.

Nah, itulah ulasan lengkap tentang cara untuk meluruskan kembali penis yang bengkok, baik menggunakan prosedur bedah maupun non-bedah. Sebagai langkah antisipasi, perhatikan setiap gejala yang muncul agar kondisinya tak semakin parah, ya!

Jangan pernah ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Mayo Clinic, diakses 18 November 2020, Peyronie’s disease.
  2. NHS UK, diakses 18 November 2020, Is it normal to have a curved penis?
  3. Egydio Medical Center, diakses 18 November 2020, How To Straighten A Bent Penis – Peyronie Or Congenital Curvature?

    register-docotr