Kesehatan Pria

Jangan Abaikan Nyeri pada Skrotum, Bisa Jadi Kamu Mengalami Torsio Testis

November 18, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Pernah mendengar seorang pria mengalami testis terpelintir atau terkilir? Kondisi itu mungkin terjadi dan dalam bahasa medis disebut dengan istilah torsio testis.

Torsio testis adalah salah satu kondisi menyakitkan dan perlu mendapat perawatan medis dengan cepat. Untuk lebih lanjut mengenal kondisi ini, berikut ulasan selengkapnya.

Baca Juga: Hati-hati! Benturan pada Testis Bisa Pengaruhi Kesuburan, Bagaimana Mengobatinya?

Apa itu testis terpelintir atau torsio testis?

Penjelasan singkatnya, pria memiliki dua testis dengan saluran yang membawa darah ke testis. Saluran inilah yang bisa bergerak memutar dan terpelintir sehingga menyebabkan aliran darah di testis terganggu bahkan bisa terhenti yang kemudian disebut torsio testis.

Torsio testis biasanya terjadi pada remaja. Orang dewasa jarang mengalaminya, seperti dilansir dari Healthline, 65 persen yang mengalami kondisi ini adalah mereka yang berusia 12 hingga 19 tahun.

Meski begitu, anak dengan usia yang lebih kecil atau bahkan bayi juga bisa mengalaminya. Begitu juga dengan pria yang berusia lebih tua.

Kondisi testis yang terpelintir. Foto: https://www.firstmed.ae/testicular-torsion/

Seperti apa gejala torsio testis?

Torsio testis adalah keadaan darurat, karena menyebabkan nyeri dan mengganggu aliran darah. Para pria harus segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami torsio testis dengan gejala:

  • Sakit mendadak pada testis
  • Semakin lama rasa sakit semakin parah
  • Terjadi pembengkakan, bisa di satu sisi testis atau keseluruhan
  • Mual
  • Muntah
  • Pusing
  • Muncul benjolan
  • Darah di air mani.

Apa yang harus dilakukan jika mengalaminya?

Jika mencurigai diri mengalami torsio testis, segera cari bantuan medis. Dengan keluhan nyeri pada testis atau sudah terjadi pembengkakan di area skrotum, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Tes urine, untuk mencari infeksi
  • Pemeriksaan fisik skrotum
  • Serta pemeriksaan fisik lainnya

Pemeriksaan fisik tersebut biasanya berupa cubitan di sekitar paha dalam. Biasanya, jika pria dicubit di bagian dalam paha akan menyebabkan kontraksi pada testis. Tapi jika kamu tidak menunjukkan reaksi, maka tandanya kamu mengalami torsio testis.

Selain pemeriksaan yang sudah disebutkan, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan tambahan berupa USG pada skrotum. Ini untuk memastikan kondisi aliran darah ke testis. Setelah pemeriksaan dan didiagnosis, dokter baru akan melakukan pengobatan.

Pengobatan torsio testis dengan operasi

Dalam banyak kasus, torsio testis diatasi dengan prosedur pembedahan yang disebut orchiopexy. Karena dianggap kondisi darurat, biasanya operasi atau pembedahan dilakukan sesegera mungkin.

Operasi dilakukan dengan cepat karena jika aliran darah terganggu atau terhenti lebih dari enam jam, jaringan testis bisa mati. Jika itu terjadi, dokter perlu mengangkat testis pasien.

Prosedur dilakukan dengan anestesi umum. Di mana kamu akan tertidur selama operasi berlangsung. Selama itu, dokter akan membuat sayatan di skrotum dan mengembalikan saluran yang bermasalah.

Dokter juga akan membuat jahitan khusus agar kondisi itu tidak terulang. Kemudian dokter akan menutup kembali sayatan dengan jahitan.

Pemulihan operasi torsio testis

Operasi yang dilakukan untuk mengatasi torsio testis bukanlah operasi berat, sehingga biasanya tidak memerlukan rawat inap. Kamu hanya membutuhkan waktu beberapa jam beristirahat setelah operasi, setelahnya diperbolehkan pulang.

Tapi kamu juga tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa dan butuh waktu pemulihan di rumah. Seperti operasi lainya, kamu akan mengalami rasa nyeri, bengkak pada skrotum dan tidak nyaman sementara waktu, hingga jahitan mengering.

Selama pemulihan tersebut, dokter biasanya memberikan beberapa resep obat pereda sakit. Selain mengonsumsi obat pereda nyeri, kamu juga akan direkomendasikan mengompres dingin daerah skrotum yang bengkak.

Kompres dingin bisa dilakukan beberapa kali sehari selama 10 hingga 20 menit. Ini akan membantu mengurangi bengkak pada skrotum.

Apa yang sebaiknya dihindari selama pemulihan?

Sebaiknya kamu banyak beristirahat hingga benar-benar pulih. Dokter akan memberitahumu untuk istirahat selama beberapa minggu.

Istirahat tersebut bukan hanya dari kegiatan sehari-hari tapi juga aktivitas seksual, termasuk masturbasi, atau aktivitas lain yang berkaitan dengan rangsangan dan berhubungan seksual.

Kamu juga dilarang untuk melakukan kegiatan fisik berat selama pemulihan. Termasuk aktivitas atletik, angkat berat. Juga sebaiknya tidak mengejan dengan keras saat buang air besar.

Kamu mungkin juga diminta untuk tidak terlalu banyak duduk. Sesekali berjalan dibutuhkan, untuk membantu meningkatkan aliran darah ke area testis. Itu dapat membantu mempercepat masa pemulihan.

Baca Juga: Testis Kamu Nyeri? Mungkin Ini Penyebabnya

Torsio testis perlu diwaspadai

Jika kamu merasakan gejala testis terkilir seperti yang sudah disebutkan, segera cari bantuan medis. Karena jika sudah dalam kondisi parah, dokter akan melakukan pengangkatan testis.

Pengangkatan testis disebut dengan orchiectomy dan itu dapat memengaruhi produksi hormon serta kesuburan di masa depan. Karena dapat menurunkan jumlah sperma.

Torsio testis juga dapat membuat tubuh menciptakan antibodi. Di mana nantinya antibodi dapat memengaruhi kemampuan sperma untuk bergerak.

Karena itu, semakin cepat dideteksi semakin cepat tindakan operasi yang bisa dilakukan tanpa melakukan pengangkatan testis. Demikian penjelasan testis terkilir dan juga perawatan yang dibutuhkan.

Punya pertanyaan lebih lanjut mengenai kesehatan alat kelamin pria? Silakan chat dokter kami untuk konsultasi online melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 17 November 2020
Testicular Torsion
Mayoclinic, diakses 17 November 2020
Testicular torsion
Medical News Today, diakses 17 November 2020
What is Testicular Torsion?

    register-docotr