Kesehatan Pria

5 Fakta Penting Seputar Disfungsi Ereksi Akibat Diabetes Pada Kaum Pria

July 17, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Salah satu risiko kesehatan yang harus dihadapi pria saat menderita diabetes adalah mengalami disfungsi ereksi. Bukan cuma menimbulkan rasa tidak percaya diri, jika dibiarkan hal ini juga bisa berpengaruh pada keharmonisan rumah tangga.

Oleh sebab itu, penting bagi kamu mengetahui fakta-fakta seputar disfungsi ereksi akibat diabetes berikut ini.

Mengapa diabetes bisa membuat pria sulit ereksi?

Agar bisa ereksi pria membutuhkan aliran darah yang sehat, sistem saraf yang baik, hormon yang seimbang, dan gairah seksual yang cukup. Sementara ketika kamu menderita diabetes, penyakit ini secara tidak langsung akan menyebabkan gangguan pada fungsi-fungsi organ tersebut.

Diabetes dapat menurunkan kinerja sistem saraf, pembuluh darah, sampai otot-otot yang diperlukan untuk membuat seorang pria ereksi. Kondisi ini seperti dilansir dari diabetes.co.uk terjadi pada hampir 75 persen pria penderita penyakit diabetes.

Bagaimana diabetes menyebabkan disfungsi ereksi?

Hubungan utama antara diabetes dengan disfungsi ereksi pada pria ada di gangguan sirkulasi darah dan sistem saraf.

Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf-saraf di dalam tubuh. Ketika saraf yang berfungsi mengontrol gairah dan respons seksual ikut rusak, maka akan membuat pria gagal ereksi saat berhubungan badan dengan istrinya.

Bagaimana ciri-ciri disfungsi ereksi akibat diabetes?

Sebagai seorang penderita diabetes, kamu harus mengenali perubahan pola ereksi yang terjadi ketika berhubungan seksual dengan pasangan.

Apakah waktu bercinta semakian lama? Apakah durasinya menjadi lebih singkat dari biasanya? Dan semacamnya.

Setelah itu kamu dapat mengonsultasikan hal ini kepada dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan tepat.

Diagnosis disfungsi ereksi akibat diabetes

Gangguan ini dapat didiagnosis melalui beberapa cara. Mulai dari penelusuran riwayat kesehatan, sampai identifikasi obat-obatan diabetes yang selama ini dikonsumsi.

Tak hanya itu, jika dirasa perlu dokter juga bisa meminta kamu melakukan beberapa tes di laboratorium, dan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Pemeriksaan fisik ini bertujuan untuk melihat apakah ada gangguan saraf pada testis atau penis. Adapun tes darah dan urine dilakukan untuk melihat kadar hormon testosteron di dalam tubuh.

Jika semua hasil pemeriksaan tersebut belum bisa memberikan hasil diagnosis yang cukup. Dokter dapat menindaklanjuti lebih jauh dengan melakukan tes yang disebut nocturnal penile tumescence.

Cara menangani disfungsi ereksi akibat diabetes

Pria yang kesulitan ereksi akibat komplikasi dari penyakit diabetes, dapat melakukan beberapa cara untuk mengatasinya. Beberapa di antaranya adalah:

Meminum obat-obatan

Saat didiagnosis mengalami disfungsi ereksi akibat diabetes, dokter biasanya akan menyarankan beberapa jenis obat untuk mengatasinya. Beberapa merek yang umum digunakan adalah Viagra, Levitra, dan Cialis.

Obat-obatan tersebut dapat meningkatkan aliran darah kepada penis dan umumnya tidak menimbulkan efek bertentangan dengan obat-obatan diabetes.

Akan tetapi karena ketiganya sangat berpengaruh pada kinerja jantung, maka pemakaiannya harus tetap sesuai dengan arahan dokter.

Terapi tambahan

Selain meminum obat tertentu, kamu juga bisa melakukan beberapa terapi seperti:

Intracavernous injection therapy

Terapi ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan alprostadil yang bertujuan untuk memperbesar pembuluh darah.

Harapannya dengan begitu aliran dalam ke seluruh tubuh termasuk penis akan semakin meningkat, dan akhirnya memudahkan terjadinya ereksi.

Terapi seksual

Melibatkan kegiatan konseling, cara ini biasanya dilakukan bersama seorang terapis selama beberapa sesi.

Selama sesi tersebut berlangsung, terapis akan memberikan tugas untuk dilakukan bersama pasangan di rumah, misalnya:

  1. Membaca buku tentang seks
  2. Berlatih menyentuh bagian-bagian tubuh tertentu untuk memberikan rangsangan seksual secara alami, dan
  3. Belajar mengomunikasikan hal-hal seputar kepuasan seksual kepada pasangan satu sama lain.

Kegiatan ini biasanya efektif jika diterapkan pada pria yang masih bisa mengalami ereksi ketika tidur, hasil pemeriksaan fisik dan tes darah normal, serta secara umum tidak memiliki gangguan kesehatan serius.

Mengendalikan kadar gula darah, baik dengan diet sehat dan pola hidup sehat aktif serta obat anti diabetes berperan besar dalam mengobati komplikasi penyakit diabetes termasuk di dalamnya disfungsi ereksi.

Mengalami disfungsi ereksi bukan aib yang harus disembunyikan. Alih-alih menutupinya, lebih baik kamu mencoba mengatasinya dengan berkonsultasi kepada dokter.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Erectile Dysfunction and Diabetes, https://www.webmd.com/erectile-dysfunction/guide/ed-diabetes diakses pada 16 Juli 2020

Sex Therapy for Erectile Dysfunction, https://www.webmd.com/erectile-dysfunction/guide/sex-therapy-erectile-dysfunction diakses pada 16 Juli 2020

How Does Alprostadil Treat Erectile Dysfunction? https://www.webmd.com/erectile-dysfunction/guide/alprostadil-treat-ed#1 diakses pada 16 Juli 2020

Erectile Dysfunction: Vacuum Constriction Devices, https://www.webmd.com/erectile-dysfunction/guide/vacuum-constriction-devices#1 diakses pada 16 Juli 2020

Diabetes and Erectile Dysfunctionhttps://www.diabetes.co.uk/diabetes-erectile-dysfunction.html diakses pada 16 Juli 2020

Type 2 Diabetes and Erectile Dysfunction (ED): Is There a Connection? https://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/type-2-and-erectile-dysfunction#treatment diakses pada 16 Juli 2020

 

 

 

 

    register-docotr