Kamus Penyakit

Yuk, Kenali Gejala Awal HIV Sejak Dini

April 30, 2020 | Ahmad Ridwan | dr. Debby K.A. Saputra
feature image

Penting bagi kamu untuk mengenal gejala awal HIV atau Human Immunodeficiency Virus sejak dini. HIV adalah sejenis virus yang dapat menyebabkan penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh manusia.

Nantinya, virus ini akan menyerang dan menginfeksi sel-sel darah putih manusia, khususnya sel T (sel CD4), yang memiliki peran penting dalam melawan infeksi.

Apabila kondisi ini dibiarkan, lambat laun virus HIV akan mengurangi secara signifikan jumlah sel T dalam tubuh, sehingga membuat penderitanya menjadi sangat rentan terkena berbagai penyakit infeksi. Berikut adalah gejala awal HIV yang penting untuk kamu ketahui.

Gejala awal HIV

Bagi yang terinfeksi dengan virus HIV, biasanya akan menimbulkan sejumlah gejala awal. Gejala-gejala yang timbul umumnya begitu ringan serta tidak memiliki karakter yang khas.

Bahkan sama seperti dengan berbagai gejala yang timbul akibat dari serangan virus lainnya, seperti demam, batuk-batuk, dan kelelahan.

Menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Manusia Amerika Serikat, seseorang umumnya akan merasakan gejala awal HIV dalam waktu 1 – 2 bulan setelah terinfeksi. Walaupun begitu, pada sebagian orang, gejalanya bisa timbul lebih awal lagi atau sekitar 2 minggu setelah terinfeksi.

Kadang, gejala HIV tidak timbul pada beberapa orang yang terinfeksi. Namun, jika timbul, biasanya gejala tersebut akan berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Berikut beberapa gejala awal HIV yang perlu anda ketahui:

  • Demam, dapat berupa demam biasa, ataupun demam tinggi.
  • Kelelahan, setelah seseorang terinfeksi virus HIV, sistem kekebalan tubuhnya cenderung menurun yang dapat menyebabkan rasa letih dan lesu.
  • Batuk, ini juga merupakan salah satu gejala awal HIV yang perlu diwaspadai. Sebab gejala batuk ini dapat berlangsung selama beberapa minggu hingga bulan.
  • Diare, seseorang yang terinfeksi HIV biasanya akan mengalami gejala diare yang sangat sering, sekalipun telah mengonsumsi obat diare tertentu.
  • Ruam kulit, gejala ini bisa terjadi di awal atau terlambat setelah seseorang terinfeksi virus HIV.
  • Sakit kepala dan sakit tenggorokan, sama seperti gejala yang timbul karena flu, atau dikenal sebagai sindrom retroviral akut.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, akibat dari peradangan yang terjadi karena infeksi, dll.

Gejala akut HIV ini kemudian akan menghilang, dan memasuki tahap infeksi kedua, yaitu tahap dan gejala atau fase laten.

Pada tahap ini, infeksi HIV tidak akan menimbulkan gejala apapun dalam waktu yang cukup lama, yakni sekitar 5 hingga 10 tahun. Meski tidak mengalami gejala, namun tetap bisa menularkan HIV pada orang lain.

Tanpa pengobatan maka selanjutnya status HIV dapat berkembang memasuki tahap ketiga. Pada saat ini, daya tahan tubuh sudah sangat rendah sehingga mengalami AIDS.

Saat sudah mencapai tahap lanjutan HIV menjadi AIDS, gejala-gejala yang mungkin timbul dapat berupa rasa lelah berkepanjangan, demam lebih dari 10 hari.

Gejala lain adalah sesak napas, nyeri di tenggorokan, infeksi jamur di kulit atau vagina, diare kronis (diare berlarut-larut terjadi hingga berminggu-minggu), berkeringat saat malam hari serta berat badan turun tanpa alasan yang jelas.

Fase infeksi HIV

Seseorang yang terjangkit virus HIV akan mengalami tiga tahap infeksi. Tahap pertama disebut dengan infeksi akut atau serokonversi, yang ditandai oleh timbulnya gejala mirip flu atau sindrom retroviral akut.

Pada tahap ini, tubuh akan berusaha melawan dan menaklukkan virus HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Berikut penjelasan lengkap tentang tiga fase infeksi HIV:

Fase pertama

Tahap pertama infeksi HIV sering disebut dengan infeksi HIV primer. Pada tahap ini, seseorang akan mengalami sejumlah gejala awal HIV seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Adapun gejalanya mirip dengan gejala-gejala akibat flu, infeksi saluran pernapasan, dan infeksi saluran pencernaan.Fase kedua

Tahap kedua adalah tahap di mana virus HIV menjadi kurang aktif, sekalipun virusnya masih berada di dalam tubuh. Pada tahap ini, seseorang tidak akan merasakan gejala apapun dalam waktu yang cukup lama, 5 hingga 10 tahun.

Padahal, pada fase ini, virus HIV justru semakin berkembang dan merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga wajib diwaspadai. Fase kedua infeksi HIV disebut juga dengan tahap laten klinis.

Fase ketiga 

Jika infeksi HIV tidak diobati dengan serius, ia akan terus berkembang dan masuk ke fase ketiga atau AIDS. Pada fase ini, sistem kekebalan tubuh penderita sudah mengalami kerusakan yang parah sehingga menjadi sangat rentan terhadap infeksi.

Demam dan rasa lelah berkepanjangan, infeksi kuku, infeksi jamur di kulit atau vagina, sesak nafas, diare kronis, sakit kepala, penurunan berat badan, hingga sering berkeringat di malam hari merupakan beberapa contoh gejala AIDS yang kemungkinan akan dialami oleh penderitanya.

Pastikan dengan tes HIV

Apabila kamu mengalami satu atau beberapa gejala di atas, sebaiknya jangan dulu mengira kamu terinfeksi HIV. Ada baiknya lakukan konsultasi dengan dokter untuk menjalani tes HIV. Tes HIV sangat disarankan karena dapat memberikan hasil yang lebih akurat. 


Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

register-docotr