Kamus Penyakit

Tiroid Terlalu Aktif, Apa Efeknya Bagi Kesehatan Tubuh?

July 21, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
feature image

Tiroid terlalu aktif atau biasa disebut dengan hipertiroidisme atau hipertiroid terjadi ketika kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak tiroksin. Jika tidak segera ditangani dengan benar, hipertiroidisme bisa berbahaya bagi tubuh.

Salah satunya dapat mempercepat metabolisme tubuh, sehingga menyebabkan penurunan berat badan secara drastis dan detak jantung menjadi tidak teratur.

Yuk, simak ulasan lengkap tentang efek tiroid terlalu aktif bagi kesehatan berikut ini!

Baca juga: Sulit Hamil? Pahami Dulu Penyebab Infertilitas pada Perempuan dan Pria Berikut!

Efek bagi tubuh akibat tiroid terlalu aktif

Tiroid terlalu aktif bisa disebabkan oleh sejumlah kondisi, termasuk penyakit Graves, penyakit Plummer, dan tiroiditis. Tiroid sendiri merupakan kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu di pangkal leher, tepat di bawah jakun.

Kelenjar tiroid pun memiliki fungsi penting dalam tubuh, di antaranya menghasilkan dua hormon utama tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3) yang memengaruhi setiap sel di dalam tubuh.

Kedua hormon ini bertugas untuk mempertahankan lemak serta karbohidrat tubuh, membantu mengendalikan suhu, memengaruhi detak jantung, dan mengatur produksi protein.

Dikutip dari Mayo Clinic, hipertiroid dapat berdampak buruk pada banyak bagian tubuh mulai dari sistem pembuluh darah atau jantung hingga sistem rangka atau tulang.

Nah, beberapa efek akibat tiroid terlalu aktif, antara lain sebagai berikut:

Masalah jantung

Ketika mengalami hipertiroid, kamu mungkin akan merasakan jantung menjadi berdetak dengan sangat cepat. Detak jantung yang cepat ini merupakan gejala dari kondisi akibat metabolisme tubuh.

Sistem tubuh berjalan lebih cepat ini dapat membuat penderita merasa jantung berdetak kencang. Detak jantung yang tidak teratur dapat meningkatkan risiko berbagai kondisi medis, termasuk stroke. 

Risiko tulang mudah rapuh

Tiroid terlalu aktif yang tidak segera diobati juga bisa menyebabkan tulang lemah dan rapuh atau osteoporosis. Tulang merupakan struktur pendukung bagi tubuh, sehingga jika memiliki kadar hormon tiroid yang aktif maka bisa menyebabkan kerapuhan.

Kekuatan tulang tergantung pada sebagian jumlah kalsium dan mineral lain. Terlalu banyak hormon tiroid dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk memasukkan kalsium ke dalam tulang.

Gangguan penglihatan

Kelebihan jumlah hormon tiroid di dalam tubuh juga dapat mengganggu kesehatan mata. Beberapa kondisi mata pada seseorang yang memiliki tiroid terlalu aktif, seperti pembengkakan, kemerahan, sensitivitas terhadap cahaya, dan penglihatan kabur.

Jika gejala tersebut sudah dirasakan, maka diperlukan penanganan segera bersama dokter ahli. Masalah pada yang tidak diobati bisa mengakibatkan kondisi fatal, termasuk hilangnya penglihatan.

Masalah pada kulit

Selain kesehatan mata yang terganggu, hipotiroidisme bisa juga mengakibatkan munculnya masalah pada kulit. Dalam kasus yang jarang terjadi, orang dengan penyakit Grave dapat mengembangkan dermopati.

Biasanya hal ini akan memengaruhi kulit dengan memunculkan beberapa masalah seperti kemerahan dan pembengkakan. Area kulit pada tubuh yang akan mengalami kemerahan dan bengkak adalah tulang kering dan kaki.

Krisis tirotoksik

Komplikasi lain dari hipertiroid adalah suatu yang disebut dengan badai tiroid atau krisis tirotoksik. Kondisi ini akan menyebabkan peningkatan tiba-tiba dan dramatis pada gejala yang telah terjadi.

Ketika hal tersebut terjadi, biasanya jantung mungkin akan berdetak lebih cepat dari biasanya sehingga mengakibatkan demam. Ini merupakan situasi yang darurat, sehingga perlu penanganan serius oleh dokter ahli.

Gejala yang sudah terlihat perlu ditangani segera untuk menghindari komplikasi lebih parah. Bicarakan dengan dokter mengenai masalah yang dialami untuk agar diagnosis dan penanganan tepat bisa diketahui.

Baca juga: Penyakit Konjungtivitis Mata: Gejala, Penyebab, dan Perawatannya

Bagaimana penanganan pada kasus tiroid terlalu aktif?

Terdapat beberapa perawatan untuk hipertiroidisme dimana biasanya dilakukan tergantung pada usia, kondisi fisik, dan penyebab yang mendasari. Perawatan yang mungkin dilakukan dokter, yakni sebagai berikut:

Yodium radioaktif

Yodium radioaktif akan diserap oleh kelenjar tiroid sehingga menyebabkan penyusutan. Perawatan ini dapat menyebabkan aktivitas tiroid cukup lambat namun kurang efektif sehingga memerlukan konsumsi obat untuk menggantikan tiroksin.

Obat anti-tiroid

Konsumsi obat-obatan ini secara bertahap dapat membantu mengurangi gejala hipertiroid dengan mencegah kelenjar memproduksi hormon dalam jumlah banyak. Gejala biasanya akan membaik dalam beberapa minggu hingga bulan dengan lama pengobatan setidaknya satu tahun.

Pembedahan

Jika kamu sedang dalam keadaan hamil dan tidak bisa menoleransi obat-obatan, maka pengobatan hipertiroidisme adalah dengan pembedahan. Metode pembedahan dilakukan dokter dengan membuang sebagian besar kelenjar tiroid. 

Demikian informasi tentang tiroid terlalu aktif dan efeknya bagi kesehatan tubuh. Jangan tunda untuk cek ke dokter jika kamu mengalami keluhan-keluhan seperti disebutkan di atas, ya!

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Mayo Clinic (2020), diakses 16 Juli 2020. Hyperthyroidism (overactive thyroid)
  2. Cleveland Clinic (2020), diakses 16 Juli 2020. Hyperthyroidism
    register-docotr