Kamus Penyakit

Rentan Terjadi, Moms Yuk Kenali Lebih Dalam Cacar Air pada Anak

July 18, 2020 | Nik Nik Fadlah
feature image

Cacar air merupakan penyakit yang sangat menular. Jika menyerang anak-anak, kondisi ini dapat membuat mereka merasa tidak nyaman atau bahkan rewel. Maka dari itu, yuk Moms kenali cacar air pada anak sejak dini agar ia mendapatkan perawatan yang tepat.

Cacar air merupakan salah satu penyakit yang paling umum menyerang masa kanak-kanak dan tidak boleh disepelekan. Untuk mengenali cacar air pada anak, yuk simak ulasannya di bawah ini.

Baca juga: Tak Hanya Menyerang Anak-anak, Simak Fakta Penting Tentang Cacar Air

Apa itu cacar air pada anak?

Cacar air merupakan infeksi yang sangat menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Kondisi ini merupakan paling umum yang memengaruhi hampir semua anak sebelum berusia 9 tahun. Pada anak-anak, cacar air umumnya memiliki gejala yang ringan.

Anak-anak di bawah usia 2 tahun dikatakan paling berisiko terkena cacar air. Meskipun demikian, fakta menyebutkan bahwa 90 persen semua kasus cacar air dapat terjadi pada anak kecil, terutama anak-anak yang lebih tua, seperti yang dilansir dari Webmd.

Cacar air membuat anak merasa tidak nyaman. Perawatan yang dilakukan bertujuan untuk meringankan gejalanya hingga penyakitnya hilang. Pemulihan secara penuh biasanya terjadi pada anak berusia di bawah 12 tahun.

Bagaimana penyebaran cacar air pada anak?

Karena disebabkan oleh virus, cacar air dapat menyebar dengan sangat mudah. Kondisi ini dapat menyebar melalui kontak langsung dengan penderita. Penderita dapat menyebarkan virus cacar air melalui air liur, batuk, serta bersin.

Tak hanya itu saja, anak-anak juga dapat terkena penyakit ini dengan menyentuh sesuatu di mana partikel yang berasal dari lepuh cacar air mendarat.

1 hingga 2 hari sebelum ruam muncul sampai semua lepuh kering dan berkerak atau berkulit merupakan waktu di mana cacar air paling menular.

Gejala cacar air pada anak

Gejala cacar air pada anak biasanya muncul dalam 10 hingga 21 hari setelah si kecil terpapar virus. Pada gejala awal, biasanya anak-anak merasa tidak sehat. Gejala ini juga diikuti oleh gejala-gejala lainnya seperti:

  • Pegal-pegal
  • Demam
  • Perasaan sangat lelah
  • Merasa kesal
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit kepala.

Dalam satu atau dua hari, anak akan mengalami ruam cacar air yang dapat terjadi dalam tiga fase.

  • Fase pertama: Muncul benjolan gatal, menonjol, berwarna merah atau merah muda, biasanya disebut dengan “papula”. Benjolan ini dapat muncul di seluruh tubuh. Pada kasus yang lebih parah, mereka bahkan dapat terbentuk di mulut, mata, anus, atau bahkan alat kelamin
  • Fase kedua: Selama beberapa hari berikutnya, benjolan ini akan berubah menjadi lepuh kecil berisi cairan yang disebut “vesikel”. Lepuh kecil ini dapat pecah
  • Fase ketiga: Kemudian luka menjadi terbuka dan mengeras sebelum menjadi keropeng. Saat benjolan tersebut sembuh, benjolan lain dapat terus muncul. Anak-anak bisa mengalami benjolan, lecet, dan keropeng pada saat yang bersamaan.

Kebanyakan seseorang yang menderita cacar air dapat pulih dalam 1 hingga 2 minggu. Kebanyakan kasus cacar air bersifat ringan dan dapat hilang dengan sendirinya.

Akan tetapi, penyakit ini tidak boleh diabaikan, karena pada beberapa kasus cacar air dapat menyebabkan gejala yang lebih parah.

Pengobatan cacar air pada anak

Cacar air sebenarnya merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan menggunakan vaksin. Akan tetapi, jika si kecil sudah terkena cacar air, jangan panik, karena cacar air dapat diobati dengan cara berikut seperti yang dilansir dari berbagai sumber.

Gunakan Tylenol (Acetaminophen) untuk nyeri atau demam

Pengobatan ini dapat membantu mengobati gejala demam tinggi dan rasa sakit. Produk yang mengandung aspirin tidak boleh digunakan untuk cacar air karena dapat menyebabkan komplikasi.

Hindari dehidrasi

Jika anak terkena cacar air, sangat penting untuk memenuhi asupan cairan mereka. Sebaiknya minumlah lebih banyak cairan untuk menghindari dehidrasi. Tak hanya itu saja, memenuhi asupan cairan dalam tubuh juga dilakukan guna untuk mempercepat pemulihan si kecil.

Hindari konsumsi makanan asin dan pedas jika mulut terasa sakit

Es loli bebas gula membantu untuk meringankan gejala nyeri jika terdapat bintik-bintik di mulut. Makanan asin dan pedas sebaiknya harus dihindari.

Jika anak mengeluh bahwa mengunyah terasa sakit, berikanlah mereka sup yang tidak terlalu panas, ini mungkin menjadi pilihan yang terbaik.

Jangan menggaruk ruam

Cacar air memang dapat menimbulkan rasa gatal. Akan tetapi, menggaruk ruam dapat membuat anak berisiko terkena infeksi bakteri kulit. Selain itu, ini juga bisa menyebabkan jaringan parut.

Tanyakan kondisi kesehatan anak lebih lanjut dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Healthline (2018). Diakses pada 10 Juli 2020. Chickenpox

Healthychildren.org (2015). Diakses pada 10 Juli 2020. Varicella (Chicken Pox)

Kids Health (2020). Diakses pada 10 Juli 2020. Chickenpox 

Medical News Today (2017). Diakses pada 10 Juli 2020. What You Need to Know About Chickenpox 

Patient (2018). Diakses pada 10 Juli 2020. Chickenpox in Children 

Webmd (2019). Diakses pada 10 Juli 2020. What Is Chickenpox? 

    register-docotr