Kamus Penyakit

Sering Anyang-anyangan, Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya

May 18, 2020 | Husni Efendi | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Anyang-anyangan, kamu mungkin pernah mendengar istilah itu. Sering ingin buang air kecil namun ternyata keluarnya sedikit, nah, itu biasanya dikenal sebagai anyang-anyangan, memang terasa sangat mengganggu kenyamanan.

Jamak kita temui di masyarakat mengenai keluhan sering ingin buang air kecil, tapi tidak bisa keluar atau keluarnya sedikit, sehingga rasanya tidak tuntas. Dalam bahasa Jawa, ini biasanya disebut sebagai ‘anyang-anyangan’.

Baca Juga: Jangan Dianggap Enteng! Ini Bahaya PTSD yang Bisa Sebabkan Bunuh Diri

Sekilas tentang anyang-anyangan

Jika seseorang memiliki keinginan terus-menerus untuk buang air kecil, tapi tidak keluar atau yang keluar sedikit, bisa jadi ini pertanda bahwa orang tersebut memiliki sebuah infeksi, atau kondisi masalah kesehatan lainnya.

Dorongan untuk sering buang air kecil namun sedikit yang keluar, bisa disebabkan hal-hal seperti: infeksi saluran kemih (ISK), kehamilan, kandung kemih yang terlalu aktif, atau pembesaran prostat.

Pada kasus tertentu, ada juga bentuk kanker yang dapat menyebabkan sering buang air kecil ini. Satu yang pasti, anyang-anyangan sesungguhnya adalah bukan penyakitnya itu sendiri, melainkan sebuah gejala.

Siapa yang bisa terkena anyang-anyangan

Kondisi ini bisa memengaruhi baik kepada lelaki maupun perempuan, namun berita baiknya adalah, ini bukan berarti tidak bisa diobati.

Artikel ini akan membahas lebih jauh mengenai kemungkinan penyebab anyang-anyangan, diagnosis, perawatan untuk mengatasi kondisi ini, hingga pencegahan masalah kemih umum. Untuk tahu selengkapnya, kamu simak terus, ya!

Gejala anyang-anyangan

Gejala paling jelas dari frequent urination alias anyang-anyangan ini adalah tentu saja merasa perlu buang air kecil lebih sering dari biasanya. Ini mungkin terjadi pada siang hari, atau mungkin lebih banyak terjadi pada malam hari, dengan gejala di antaranya meliputi:

  • Merasa perlu ke kamar mandi antara atau lebih dari delapan kali dalam 24 jam
  • Bangun sekitar atau lebih dari sekali di tengah malam untuk ke kamar mandi
  • Berkeinginan untuk sering buang air kecil bahkan ketika sebenarnya tidak perlu

Frekuensi buang air kecil ini dapat terjadi sendiri, atau berbarengan dengan gejala lain, seperti demam, nyeri pinggang, rasa nyeri atau terbakar pada ujung penis saat buang air kecil, hingga rasa haus meningkat.

Pastikan untuk memberi tahu dokter, jika kamu mengalami gejala lain, bersama dengan frekuensi sering buang air kecil ini.

Penyebab anyang-anyangan

Kalau kamu merasa memiliki gejala seperti di atas, dokter biasanya akan meninjau gejala yang kamu alami, untuk bisa menentukan kemungkinan penyebab frequent urination alias anyang-anyangan tersebut. Beberapa penyebab di antaranya:

Infeksi saluran kemih (ISK)

Umumnya ISK dapat menyebabkan keinginan sering buang air kecil. ISK biasanya terjadi di area saluran kemih, namun paling sering memengaruhi kandung kemih, ini disebut sistitis (cystitis).

ISK lebih sering terjadi pada perempuan daripada lelaki karena saluran kemih perempuan lebih terekspos dan berukuran lebih pendek dari laki-laki. Sehingga bakteri lebih mudah masuk.

ISK disebabkan bakteri menyebar ke alat kelamin, yang berasal dari daerah anal atau di tempat lain. Infeksi bakteri ini menyebabkan sistitis (radang kandung kemih), dan dekat dengan keinginan buang air kecil.

Gejala ISK lainnya di antaranya, sensasi terbakar saat buang air kecil, suhu tubuh rendah, urine keruh atau berdarah, hingga kram di perut bagian bawah atau pangkal paha.

Sebagai pencegahan, seseorang dapat mengurangi risiko terkena ISK dengan cara seperti, tidak menahan buang air kecil, buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seks, hingga menyeka menjauhi area kelamin.

Selain itu juga, minum banyak cairan, membersihkan anus dan alat kelamin setiap hari dan mengeringkannya dengan baik sehingga hindari mencegah kelembaban dan gunakan pakaian dalam berbahan katun.

Kandung kemih yang terlalu aktif (overactive bladder)

Jika seseorang memiliki kandung kemih yang terlalu aktif atau overactive bladder, mungkin akan terasa keinginan buang air kecil, bahkan ketika hanya ada sedikit urine di dalam kandung kemih.

Memiliki kandung kemih yang terlalu aktif dapat menyebabkan otot kandung kemih terlalu sering terjepit, sehingga menyebabkan seringnya buang air kecil.

Berbagai kondisi neurologis, atau hal-hal yang terkait oleh masalah saraf, dapat menyebabkan kandung kemih yang terlalu aktif, meski kadang penyebab sebenarnya tidak diketahui.

Pembesaran prostat (enlarged prostate) bisa menyebabkan anyang-anyangan

Prostat adalah kelenjar di dekat kandung kemih yang memproduksi semen. Seiring bertambahnya usia lelaki, prostat biasanya menjadi lebih besar.

Ketika prostat tumbuh, bisa terjadi tekanan pada kandung kemih lelaki. Ini bisa berarti bahwa seorang lelaki akan mungkin merasa perlu buang air kecil lebih sering, bahkan jika hanya ada sedikit air seni di kandung kemihnya.

Pembengkakan atau pembesaran prostat (enlarged prostate) ini, biasanya karena faktor usia. Ketika lelaki bertambah tua, prostat menjadi membesar dan dapat membuat komplikasi kemih, yang membuat keinginan untuk lebih sering buang air kecil.

Gejala ini jarang terjadi sebelum usia 40 tahun. Jika seorang lelaki memiliki pembesaran prostat, itu juga dapat memblokir uretra mereka. Urethra adalah saluran yang membawa urine dari kandung kemih dan air mani dari testis keluar melalui penis.

Perawatan untuk lelaki dengan pembesaran prostat, biasanya disebut Benign Prostatic Hyperplasia (BPH).

Kehamilan

Jika seorang perempuan hamil, keinginan untuk buang air kecil lebih sering biasanya lebih besar. Pada tahap awal kehamilan, hal ini dikarenakan tubuh melepaskan hormon yang meningkatkan aliran darah ke daerah panggul.

Kemudian selama kehamilan, perempuan mungkin merasa perlu buang air kecil lebih sering, karena janin menekan kandung kemih mereka.

Untuk perempuan hamil yang tidak memiliki ISK, keinginan untuk buang air kecil biasanya mereda, sekitar enam minggu setelah melahirkan. Melakukan latihan kegel akan membantu memperkuat dasar panggul, dan membantu menangani terkait sering buang air kecil tersebut.

Kanker kandung kemih

Kanker kandung kemih bisa jadi juga penyebab dari sering buang air kecil, meskipun ini jarang terjadi. Kanker kandung kemih biasanya disertai dengan penurunan berat badan yang signifikan, sering buang air kecil, sakit saat buang air kecil, dan darah dalam urine.

Diuretik

Obat-obatan ini, yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi atau akumulasi cairan yang berlebihan dalam jaringan, dapat juga menyebabkan peningkatan buang air kecil.

Interstitial cystitis

Interstitial Cystitis adalah kondisi kandung kemih kronis yang menyebabkan serangan rasa sakit dan tekanan berulang di daerah kandung kemih dan panggul.

Ini juga sering disertai dengan kebutuhan mendesak untuk sering buang air kecil, bahkan sesering hingga 40, 50, atau 60 kali dalam sehari.

Diabetes (tipe 1 dan tipe 2)

Sering buang air kecil juga bisa menjadi salah satu tanda diabetes. Diabetes menyebabkan peningkatan urine, karena tubuh bekerja untuk membersihkan sendiri glukosa ekstra di darah.

Penyakit neurologis

Kondisi seperti stroke atau penyakit parkinson, dapat merusak saraf yang mengontrol kandung kemih. Hal ini juga dapat menyebabkan masalah kandung kemih, termasuk keinginan terus-menerus untuk buang air kecil.

Terapi radiasi

Salah satu efek samping terapi radiasi pada panggul adalah frekuensi pada buang air kecil. Radiasi dapat mengiritasi kandung kemih dan saluran kemih, menyebabkan kejang kandung kemih, dan kebutuhan mendesak untuk ke kamar mandi.

Diagnosis anyang-anyangan

Sering buang air kecil bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, dan bertanya apakah kamu sedang menjalani pengobatan, memiliki gejala infeksi, atau memiliki perubahan dalam kebiasaan makan atau minum.

Dokter kamu juga kemungkinan akan meminta sampel urine, untuk memeriksa bakteri atau sel darah putih yang dapat mengindikasikan infeksi.

Beberapa jenis tes di antaranya termasuk cystometry, untuk menguji bagaimana otot-otot kandung kemih bekerja, cystoscopy untuk melihat ke dalam kandung kemih, atau USG untuk mencari kanker, dan penyebab struktural lain dari sering buang air kecil.

Perawatan dan pengobatan

Dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk mengobati ISK, yang terbilang cukup efektif untuk menghilangkan infeksi, yang menyebabkan orang perlu kencing bahkan ketika sedikit yang keluar.

Namun di sisi lain, pengobatan pertama untuk kandung kemih yang terlalu aktif, sebetulnya adalah membuat perubahan gaya hidup, dan teknik kontrol diri. Ini dapat mencakup di antaranya:

  • Tidak minum terlalu banyak air
  • Menghindari minuman berkafein yang dapat menyebabkan buang air kecil lebih sering
  • Berhenti merokok
  • Mengambil langkah-langkah untuk mengurangi kondisi kesehatan kronis yang dapat meningkatkan produksi urine
  • Melakukan latihan dasar panggul

Gaya hidup

Perubahan gaya hidup dan teknik kontrol ini juga dapat membantu mengobati gejala pembesaran prostat. Dokter juga dapat meresepkan obat untuk mengobati pembesaran prostat, dan dalam kasus yang tertentu, dokter juga mungkin menyarankan operasi.

Jika seseorang buang air kecil lebih sering dengan penyebabnya adalah karena kanker, maka opsi perawatannya adalah termasuk kemoterapi, terapi radiasi, dan operasi.

Mengetahui dan memahami kondisi yang mendasari sering buang air kecil ini, menjadi cara terbaik untuk mengobatinya. Ini mungkin bisa berarti mengendalikan penyakit diabetes, mengobati infeksi saluran kemih dengan antibiotik, atau juga menjalani terapi kanker.

Jika diagnosisnya adalah kandung kemih yang terlalu aktif, pengobatannya mungkin juga termasuk modifikasi diet, latihan kegel untuk membangun kekuatan di dasar panggul, memantau asupan cairan, hingga terapi perilaku, seperti pelatihan kandung kemih.

Pelatihan kandung kemih mencakup beberapa hal berikut: menjaga jadwal buang air kecil, dan meningkatkan waktu antara saat mengosongkan kandung kemih.

Tujuannya, untuk meningkatkan lama jangka waktu terkait buang air kecil, dan berapa banyak cairan yang bisa ditampung kandung kemih.

Interstitial cystitis sesungguhnya tidak memiliki obat, namun ada beberapa perawatan yang dapat meringankan gejala, termasuk distensi kandung kemih (peregangan) di bawah anestesi, obat-obatan oral, pelatihan kandung kemih, dan pilihan diet dan gaya hidup.

Menghindari beberapa makanan dan minuman juga dapat membantu mengelola gejala.

Baca Juga: 7 Cara Menghilangkan Lemak di Perut yang Aman dan Efektif, Yuk Dicoba!

Hal lain yang perlu dicoba

Perawatan lain dan tindakan pencegahan yang perlu dipertimbangkan juga termasuk: memakai pakaian longgar, terutama celana dan pakaian dalam, mandilah dengan air hangat untuk menenangkan sensasi ingin buang air kecil.

Minumlah lebih banyak cairan, hindari kafein, alkohol, dan diuretik lainnya.

Untuk perempuan, buang air kecil sebelum dan sesudah aktivitas seksual untuk mengurangi risiko ISK.

Pada intinya, banyak kondisi yang membuat seseorang merasa perlu sering buang air kecil, bahkan ketika kandung kemihnya kosong.

Sebab masalah buang air kecil ini bisa menjadi tanda kondisi kesehatan yang lebih serius, maka dari itu penting untuk berbicara dengan dokter, untuk mengetahui penyebab masalah tersebut.

Baik itu pengobatan jangka pendek atau jangka panjang, dokter bisa mencoba membantu menemukan cara, untuk mengelola gejala anyang-anyangan, dan meningkatkan kualitas hidup kamu.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

 

 

    register-docotr