Kamus Penyakit

Serba-serbi Virus Zika: Gejala, Penyebab, dan Perawatannya

October 2, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Tahun 2015 yang lalu, dunia sempat dikejutkan dengan merebaknya kasus penyakit virus zika yang terjadi di Brazil. Kejadian ini bahkan sampai menyebar ke 50 negara lainnya yang berada di Benua Amerika.

Dilansir NCBI, kondisi yang memprihatinkan ini bukan hanya memengaruhi kesehatan populasi dunia, namun juga menimbulkan epidemi tak terduga pada bayi baru lahir.

Di antaranya adalah maraknya kasus bayi dengan kelainan mikrosefali dan gangguan saraf lainnya. Lalu apa saja yang perlu diketahui mengenai virus zika itu sendiri?

Apa itu penyakit virus zika (zika fever)?

Virus Zika adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes. Ini adalah spesies yang sama yang menularkan virus demam berdarah dan chikungunya.

Virus Zika pertama kali diidentifikasi pada monyet di Uganda pada tahun 1947. Setelah itu virus ini terus berkembang dan berhasil menyerang manusia di berbagai belahan dunia. Misalnya di Afrika, Asia, Kepulauan Pasifik, serta Amerika Selatan dan Tengah.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Segudang Manfaat Bayam Bagi Kesehatan Tubuh

Apa penyebab munculnya penyakit virus zika?

Dilansir Covid19, virus Zika terutama ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi. Nyamuk ini biasanya menggigit di siang hari, dan memuncak pada pagi atau sore hari.

Virus Zika juga dapat ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan. Selain itu virus tersebut dapat menular melalui kontak seksual, transfusi darah, dan transplantasi organ.

Apa gejala dan ciri-ciri penyakit virus zika?

Orang yang terkena infeksi akibat virus Zika, mungkin saja tidak terlihat sakit, karena umumnya gejala yang timbul hanya terasa ringan dan samar. Adapun beberapa gejala awal biasanya meliputi:

  1. Demam
  2. Ruam
  3. Nyeri sendi
  4. Konjungtivitis atau mata merah
  5. Nyeri otot
  6. Sakit kepala
  7. Sakit di belakang mata
  8. Muntah

Perlu diketahui bahwa komplikasi Zika bisa sangat parah, terutama jika terjadi pada ibu hamil. Ini dapat menyebabkan cacat otak yang dikenal sebagai mikrosefali, di mana otak dan kepala bayi baru lahir akan berukuran lebih kecil dari biasanya.

Baca juga: Tak Hanya Menggemaskan, Yuk Intip Perkembangan Bayi 1 Bulan!

Siapa saja yang lebih berisiko terkena virus zika?

Terdapat beberapa ketagori orang yang memiliki risiko lebih besar terkena penyakit virus zika dibanding orang pada umumnya, di antaranya adalah:

  1. Seseorang yang bepergian ke daerah wabah
  2. Orang yang melakukan hubungan seksual dengan penderita penyakit ini
  3. Penerima transfusi darah dari donor yang terinfeksi virus Zika

Adapun kelompok umur yang rentan terinfeksi virus ini beradasarkan penelitian yang dilakukan oleh CDC, adalah tertinggi terjadi pada orang berusia 20–29 tahun (1.150 kasus per 100.000 penduduk) dan 10–19 tahun (1.111 per 100.000).

Bagaimana cara mencegah penyakit virus zika?

Sampai saat ini langkah pencegahan berupa vaksinasi untuk melindungi dari Zika belum ditemukan. Jadi cara paling mudah yang bisa kamu lakukan, adalah menghindari gigitan nyamuk. Untuk meningkatkan perlindungan, kamu juga disarankan untuk:

  1. Menggunakan obat nyamuk
  2. Memakai pakaian lengan panjang dan celana panjang
  3. Meletakkan kelambu di atas tempat tidur
  4. Menggunakan kasa jendela dan pintu
  5. Hindari daerah dengan genangan air, dengan mengosongkan tangki atau memilih untuk berkemah jauh dari danau atau kolam

Baca juga: Resep Smoothies Bowl untuk Sahur, Makanan Mudah Nan Sehat!

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati virus zika?

Meski jarang menimbulkan gejala yang cukup parah sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit atau meninggal. Pengobatan penyakit virus Zika biasanya dilakukan dengan cara-cara berikut:

Perawatan virus zika di dokter

Dilansir Medical News Today, CDC menyarankan agar tidak menggunakan aspirin atau obat anti-inflamasi nonsteroid lainnya (NSAID) sampai diagnosis demam berdarah telah disingkirkan pada mereka yang berisiko karena risiko perdarahan.

CDC juga menyarankan agar wanita hamil yang didiagnosis dengan Zika harus dipertimbangkan untuk memantau pertumbuhan janin dan program anatomi setiap 3 sampai 4 minggu sekali.

Cara mengatasi virus zika secara alami di rumah

Mengingat sampai saat ini pengobatan yang spesifik untuk mengatasi penyakit ini belum ditemukan, maka untuk membantu proses pemulihan, kamu akan disarankan untuk:

  1. Beristirahat
  2. Meningkatkan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi
  3. Minum obat pereda nyeri over-the-counter (OTC) untuk meredakan nyeri dan demam

Kapan harus ke dokter?

Virus Zika biasanya akan tetap berada di dalam darah orang yang terinfeksi selama sekitar satu minggu. Segera temui dokter jika kamu mengalami gejala atau baru-baru ini bepergian ke daerah yang berisiko Zika.

Dokter mungkin akan melakukan tes darah atau urine untuk membantu menentukan apakah kamu mengidap Zika atau tidak.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Penyakit Virus Zika (Zika Fever) https://covid19.kemkes.go.id/penyakit-virus/penyakit-virus-zika-zika-fever/#.X3UbVmgzZnI diakses pada 1 Oktober 2020

Zika Virus: What You Should Know, https://www.webmd.com/a-to-z-guides/zika-virus-symptoms-prevention diakses pada 1 Oktober 2020

Zika virus: Symptoms, facts, and diagnosis, https://www.medicalnewstoday.com/articles/305163#causes diakses pada 1 Oktober 2020

Incidence of Zika Virus Disease by Age and Sex, https://www.cdc.gov/mmwr/volumes/65/wr/mm6544a4.htm#:~:text=The%20overall%20estimated%20incidence%20of,when%20pregnant%20women%20were%20included. diakses pada 1 Oktober 2020

The Zika Virus Epidemic in Brazil: From Discovery to Future Implications, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5800195/ diakses pada 1 Oktober 2020

 

    register-docotr