Kamus Penyakit

Tak Hanya Menyerang Orang Dewasa, Yuk Kenali Gejala Herpes pada Anak Berikut Ini

July 22, 2020 | Nik Nik Fadlah
feature image

Virus herpes simpleks (HSV), adalah infeksi yang menyebabkan herpes. Infeksi ini juga dapat disebut sebagai herpes pada anak karena dapat menyerang anak-anak. Kondisi ini dapat menyebabkan anak memiliki luka di mulut.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyakit ini, yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Apa itu herpes pada anak?

Herpes merupakan penyakit yang dapat muncul di bagian tubuh mana saja, tetapi lebih sering muncul pada alat kelamin atau mulut. Terdapat dua jenis virus herpes simpleks, di antaranya adalah:

  • HSV-1: Virus ini dapat menyebabkan seseorang mengalami luka yang disebut dengan luka dingin (lepuh kecil atau lepuh demam) di sekitar mulut dan wajah
  • HSV-2: Virus ini dapat menyebabkan luka genital

Virus herpes simpleks dapat menular dari orang ke orang melalui kontak langsung. HSV-1 merupakan virus yang rentan menyerang anak-anak yang ditularkan dari orang dewasa yang terinfeksi.

Kebanyakan anak-anak pertama kali terpapar HSV antara usia 1 dan 5 tahun. Kondisi ini dapat membuat seorang anak merasa tidak nyaman.

Biasanya luka yang diakibatkan oleh penyakit ini hilang dengan sendirinya, dalam 1 hingga 2 minggu. Meksipun demikian, bukan berarti bahwa penyakit ini boleh diabaikan.

Baca juga: Hati-hati Pahami Penyakit Herpes Simplex yang Mudah Menular

Bagaimana herpes pada anak menyebar?

Herpes pada anak atau yang secara umum disebut dengan herpes simpleks merupakan infeksi virus yang sangat menular. Virus ini dapat menyebar melalui air liur, kontak dari kulit ke kulit, atau dengan menyentuh suatu benda yang telah terjangkiti virus.

Virus ini dapat menyebar ke orang lain dalam waktu 24 hingga 48 jam sebelum luka dingin muncul. Setelah seorang anak terinfeksi dengan virus herpes simpleks, virus menjadi tidak aktif untuk jangka waktu lama.

Kemudian virus dapat menjadi aktif kembali kapan saja dan menyebabkan luka dingin.

Luka dingin biasanya tidak bertahan lebih dari 2 minggu. Panas matahari, angin dingin, penyakit, atau sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat menyebabkan luka dingin muncul.

Bagaimana gejala herpes pada anak?

Gejala herpes pada anak cenderung dapat terlihat dengan jelas. Luka di bibir pertama-tama membentuk lecet di bibir, di sekitar mulut, dan terkadang di dalam mulut. Lepuh kemudian menjadi luka, yang dapat terasa menyakitkan ketika anak-anak makan.

Luka ini biasanya berisi cairan, tetapi mengeras dan membentuk keropeng sebelum mereka menghilang. Terkadang virus juga dapat menyebabkan kemerahan dan pembengkakan pada gusi, demam, nyeri otot, perasaan yang umumnya sakit, dan pembengkakan kelenjar leher.

Luka dingin dapat hilang, tetapi dapat muncul kembali

Setelah seorang anak terinfeksi virus herpes simpleks, virus ini dapat muncul kembali pada saat sistem kekebalan tubuh menurun atau iritasi pada kulit yang dapat disebabkan oleh faktor lain.

Dilansir dari Healthychildren.org, berikut adalah beberapa faktor pemicu tersebut.

  • Kelelahan dan stres
  • Paparan sinar matahari yang intens, panas, dingin, atau kering
  • Luka atau kerusakan pada kulit
  • Penyakit lain, seperti flu dan pilek
  • Dehidrasi dan diet yang buruk
  • Hormon yang berfluktuasi (misalnya, selama periode menstruasi remaja, dll)

Lalu apa yang dapat dilakukan orang tua?

Moms, herpes pada anak dapat hilang dengan sendirinya, akan tetapi beberapa mungkin membutuhkan waktu lebih lama daripada yang lain. Orang tua dapat melakukan berberapa cara, seperti berikut ini:

Hentikan penyebaran

  • Usahakan agar anak tidak menggaruk atau mengelupasi luka dingin. Ini dapat menyebarkan virus ke bagian tubuh lainnya,seperti jari dan mata
  • Selama mengalami luka dingin, jangan biarkan anak berbagi minuman atau peralatan, handuk, pasta gigi, atau barang lainnya untuk menghindari penyebaran infeksi
  • Jika anak berpartisipasi dalam olahraga yang melibatkan kontak kulit ke kulit, sebaiknya jangan biarkan dia berpartisipasi dalam olahraga tersebut

Cara meringankan gejala

  • Gunakan es atau waslap hangat ke luka untuk meringankan rasa sakit
  • Memberikan anak minuman dingin, seperti smoothies dapat menenangkan luka pada bibir
  • Hindari memberikan anak makanan asam ketika gejala menyerang (misalnya buah jeruk atau saus tomat), karena ini dapat mengiritasi luka
  • Jika luka dingin terus terasa sakit segeralah periksakan anak ke dokter

Moms, menjaga kesehatan anak memang sangat penting. Meskipun herpes dapat hilang dengan sendirinya, tetapi sebaiknya jangan abaikan penyakit ini. Bila anak mengalami gejala herpes lebih lama dan tidak kunjung sembuh, sebaiknya segeralah periksakan diri ke dokter.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Healthline (2019). Diakses pada 14 Juli 2020. Herpes Simplex 

Healthlychildren.org (2017). Diakses pada 14 Juli 2020. Cold Sores in Children: About the Herpes Simplex Virus 

Kids Health (2019). Diakses pada 14 Juli 2020. Cold Sores 

University of Rochester Medical Centre. Diakses pada 14 Juli 2020. Herpes Simplex Virus (Cold Sores in Children) 

    register-docotr