Kamus Penyakit

Alami Sakit Kepala di Bagian Belakang? Mungkin Ini Penyebabnya

May 7, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Sakit kepala bagian belakang seringkali muncul di tengah aktivitas sehari-hari. Tentunya hal ini sangat mengganggu, bukan? 

Namun penyakit ini tidak bisa diremehkan begitu saja. Sakit kepala juga dapat menjadi gejala penyakit lainnya di bagian lain tubuh. Penyebab sakit kepala dan lokasi nyeri dapat beragam. Salah satu contohnya, di bagian belakang kepala. 

Rasa sakit kepala bagian belakang, nyatanya dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

Penyebab sakit kepala bagian belakang

1. Sakit kepala tipe tegang

Sakit kepala tipe tegang adalah sakit kepala yang paling umum dirasakan sebagian orang. 

Gejala penyakit ini dapat berupa rasa sakit di bagian belakang kepala. Perasaan tegang di bagian belakang dapat terasa seperti ringan, sedang, sampai parah.

Penyebab penyakit ini dapat didasari oleh kelelahan, kurang tidur, postur yang buruk, radang sendi, nyeri sinus, dan kurang mengonsumsi air mineral.

Dua jenis sakit kepala tegang

Pertama, sakit kepala episodik. Sakit kepala jenis ini sering muncul ketika kamu merasa stres, cemas, lapar, marah, depresi, atau lelah.

Kedua, sakir kepala kronis. Sakit kepala jenis ini terjadi lebih dari 15 kali sebulan selama setidaknya tiga bulan. Nyeri hampir selalu ada. Kamu juga mungkin akan merasa mual. 

Jika hal ini sudah terjadi secara berkala, ada baiknya kamu konsultasikan ke dokter, ya.

2. Migrain

Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala yang terjadi secara berulang. Seseorang yang mengalami migrain mungkin sudah merasakan sakit sejak masa kanak-kanak dan meningkat seiring bertambahnya usia. 

Rasa sakit migrain ditandai dengan denyutan kuat di satu sisi kepala, mual dan muntah, gangguan penglihatan, kepekaan tinggi terhadap cahaya, kebisingan dan bau.

Faktor-faktor penyebab migrain dapat dikaitkan dengan ketidakstabilan emosional, fisik, lingkungan, makanan atau berhubungan dengan pengobatan, lho.

3. Radang sendi

Salah satu jenis sakit kepala di bagian belakang adalah sakit kepala artritis. Sakit kepala jenis ini disebabkan oleh peradangan dan pembengkakan di daerah leher. 

Penyakit ini bukan hanya menyebabkan rasa sakit di bagian belakang kepala saja. Bagian leher pun bisa terkena dampaknya. Sakit kepala ini dapat disebabkan oleh segala jenis artritis. Namun, penyebab yang paling umum adalah rheumatoid arthritis dan osteoarthritis.

4. Postur tubuh yang buruk

Bagi kamu yang sering duduk dengan postur tubuh yang salah, harap berhati-hati ya. Postur yang buruk dapat menyebabkan rasa sakit di bagian belakang kepala, lho.

Posisi tubuh yang buruk bisa memicu ketegangan di punggung, bahu, dan leher. Ketegangan itu pula yang dapat menyebabkan sakit kepala.

Berdiri atau duduk tegak dapat membantu meringankan sakit kepala akibat postur tubuh yang buruk. Kamu juga bisa melakukan sedikit peregangan badan.

Jika sakit kepala akibat postur tubuh yang buruk sudah tidak tertahankan, kamu dapat mengonsumsi penghilang rasa sakit.

Baca juga: Cataflam: Kegunaan, Dosis, hingga Efek Samping yang Bisa Dirasakan

5. Sakit kepala servikogenik

Kamu merasa sakit kepala disertai tulang belakang leher yang terasa nyeri dan tegang? Bisa jadi ini adalah jenis sakit kepala yang disebut sakit kepala servikogenik. 

Rasa sakit biasanya dirasakan di bagian belakang kepala. Bisa juga dirasakan di pelipis atau di belakang mata, bahu, atau lengan atas. Sakit kepala servikogenik dapat meningkat ketika kamu dalam posisi berbaring.

Sakit kepala jenis ini tidak terjadi dengan sendirinya. Jenis ini termasuk sakit kepala sekunder, yang berarti mereka adalah tanda masalah medis lain. Kamu mungkin saja mengalami masalah dengan tulang, cakram, atau jaringan lunak di leher.

Bila dirasa perlu, kamu bisa mengunjungi dokter untuk mendapat perawatan, pengobatan dan terapi fisik bila diperlukan.

6. Neuralgia oksipital

Penyakit neuralgia oksipital mungkin bisa menjadi salah satu penyebab sakit di bagian belakang kepala kamu, lho. Penyakit ini merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika saraf yang berjalan dari sumsum tulang belakang ke kulit kepala rusak. 

Seringkali, penyakit ini disalahartikan sebagai migrain. Neuralgia oksipital menyebabkan nyeri yang tajam, sakit, dan berdenyut-denyut yang dimulai di pangkal kepala di leher dan bergerak menuju kulit kepala.

Kemungkinan penyebab penyakit ini adalah kerusakan pada tulang belakang atau cakram, osteoartritis, tumor, encok, kerusakan saraf yang disebabkan oleh diabetes, radang pembuluh darah dan infeksi.

Untuk menghilangkan rasa sakit, kamu bisa memberikan kompres hangat dan pijatan lembut di bagian yang terasa sakit. Obat anti-inflamasi dan pelega otot juga bisa membantu meredakan sakit. Jika rasa sakit masih berlanjut, segera hubungi dokter, ya.

7. Olahraga berlebihan

Sakit kepala akibat aktivitas fisik yang berat juga bisa saja terjadi, lho. Rasa sakit akan muncul selama atau setelah berolahraga. Kamu bisa merasa nyeri berdenyut di kedua sisi kepala dan di bagian belakang kepala. 

Jika sakit kepala terus terjadi, kamu dapat mengurangi kegiatan olahraga dan aktivitas fisikmu dan mengonsumsi obat pereda sakit kepala seperti aspirin atau asetaminofen.

Jangan lupa untuk selalu melakukan pemanasan dengan benar, minum air putih yang cukup, dan makan makanan bergizi, serta cukup tidur. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr