Kamus Penyakit

Ini 6 Pertolongan Pertama Serangan Jantung yang Perlu Kamu Tahu

May 18, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Serangan jantung masih menjadi momok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, penyakit jantung adalah penyebab kematian terbanyak ke-2 di Indonesia. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui pertolongan pertama serangan jantung.

Kondisi tubuh saat terjadi serangan jantung

Serangan ini terjadi secara tiba-tiba karena otot jantung tidak mendapatkan aliran darah dan oksigen yang cukup. Beberapa tanda pada tubuh saat mengalami serangan jantung meliputi:

  • Rasa yang sangat tidak nyaman pada dada sebelah kiri dan tengah.
  • Rasa nyeri yang menyebar ke anggota tubuh lain, seperti punggung, leher, gigi, rahang, kedua lengan, dan perut bagian atas.
  • Sesak napas luar biasa.
  • Sakit kepala.
  • Berkeringat.
  • Mual berlebihan.
  • Pingsan (saat kondisi benar-benar memburuk).

Tanda paling umum dari serangan jantung adalah nyeri hebat pada dada selama tidak kurang dari 15 menit. Meski begitu, penting untuk diketahui bahwa gangguan pencernaan bisa mengindikasikan akan terjadinya serangan jantung.

Baca juga: Jangan Sepelekan, Ini 8 Penyebab Utama Sakit Dada Sebelah Kiri

Pertolongan pertama serangan jantung

Pertolongan pertama serangan jantung sangat dibutuhkan, baik untuk orang lain maupun dirimu sendiri. Penanganan pertama atau first aid yang tepat bisa menghindarkan segala risiko yang lebih buruk. Pertolongan pertama serangan jantung meliputi:

1. Lakukan panggilan darurat

panggilan darurat untuk pertolongan pertama serangan jantung
Panggilan darurat. Sumber foto: www.epthinktank.eu

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah melakukan panggilan darurat. Jangan pernah berpikir terlalu lama untuk menolong seseorang yang sedang terkena serangan jantung.

Jika di Amerika Serikat (AS) terdapat layanan darurat 911, Indonesia juga memiliki layanan serupa 112. Layanan ini milik Kementerian Komunikasi dan Informatika. Beberapa wilayah atau kabupaten/kota sudah memiliki layanan ini secara mandiri.

Panggilan darurat yang kamu lakukan akan langsung diteruskan kepada rumah sakit terdekat yang ada di kota tempatmu tinggal. Melakukan panggilan darurat menjadi penting, karena serangan jantung bisa berakibat fatal jika tidak segera mendapat penanganan yang tepat.

2. Tetap tenang dan jangan panik

Buat dirimu tetap tenang dan tidak panik saat kamu atau orang di sekitar sedang terkena serangan jantung. Rasa panik hanya akan membuatmu sulit dalam mengambil keputusan. Terlebih, jika kamu sendiri yang mengalami serangan jantung.

Memang, ini adalah sesuatu yang sangat sulit untuk dilakukan. Tapi, rasa cemas dan panik bisa meningkatkan kebutuhan oksigen pada jantung. Artinya, ini dapat memperburuk situasi. Ambil napas dalam-dalam, lalu berpikirlah apa yang harus dilakukan.

3. Bantu untuk duduk

Pertolongan pertama serangan jantung selanjutnya adalah membantu orang tersebut duduk di lantai. Pastikan ada sandaran berupa dinding atau kursi untuk menopang badan.

Meski terlihat sepele, langkah ini adalah tindakan yang sangat tepat untuk membuat seseorang yang terkena serangan jantung merasa rileks. Rasa rileks dapat meredakan ketegangan pada otot-otot jantung.

Ini juga berlaku jika kamu adalah orang yang sedang terkena serangan jantung. Jika tubuhmu jatuh saat berdiri akibat rasa sakit hebat pada dada sebelah kiri secara tiba-tiba, segera cari posisi yang nyaman dengan duduk bersandar, lalu atur pernapasan.

Baca juga: Skizofrenia: Penyebab, Gejala dan Cara Pencegahannya

4. Pertolongan pertama serangan jantung dengan aspirin

Selain langkah-langkah di atas, kamu bisa memberikan aspirin kepada seseorang yang sedang mengalami serangan jantung. Pasien penyakit jantung umumnya memiliki aspirin sebagai obat pereda nyeri dari dokter.

Berbeda dengan cara minum obat secara tradisional, aspirin yang diberikan pada seseorang yang mengalami serangan jantung lebih baik dikunyah. Ini karena obat yang dikunyah akan lebih cepat bereaksi di dalam tubuh dan memberikan efek sesegera mungkin.

Yang perlu diingat, perhatikan takaran aspirin agar tidak terjadi overdosis yang justru akan membuka peluang risiko berbahaya lainnya. Seseorang yang sedang terkena serangan jantung tidak boleh mengonsumsi aspirin lebih dari 300mg dalam satu dosis.

5. Pertolongan pertama serangan jantung dengan CPR

Pertolongan CPR. Sumber foto: www.globoesporte.globo.com

Pertolongan pertama serangan jantung juga bisa berupa CPR atau cardiopulmonary resuscitation, sebuah teknik untuk menormalkan detak jantung. Tidak semua orang yang terkena heart attack mengalami gangguan detak jantung. Jadi, teknik ini tidak selalu harus dilakukan.

Langkah ini biasanya diterapkan saat seseorang sudah hampir tak sadarkan diri. Jika kamu sudah pernah mendapatkan pelatihan khusus tentang hal ini, mulailah menekan dada seseorang yang sedang terkena serangan jantung.

Letakkan satu telapak tanganmu di dada bagian tengahnya, kemudian posisikan satu telapak tangan lainnya di atas telapak tangan pertama. Pastikan bahwa posisi siku lurus dan bahu ada di atas lengan.

Lakukan menekan dada dengan 100 kali pengulangan per menit. Atau, lakukan 25 kali pengulangan, lalu berikan napas buatan.

6. Berikan nitrogliserin

Sama seperti aspirin, pada umumnya seseorang dengan riwayat penyakit jantung menyimpan nitrogliserin dari dokter sebagai obat pereda rasa nyeri otot jantung. Meski demikian, penggunaannya tak boleh sembarangan.

Berikan nitrogliserin atau minumlah (jika kamu adalah orang yang mengalami serangan jantung) sesuai dosis yang diberikan dokter. Obat ini akan membantu meredakan rasa nyeri di dada sebelah kiri dengan membuka saluran pembuluh darah, sehingga meringankan kerja jantung.

Itulah langkah-langkah pertolongan pertama serangan jantung yang bisa diterapkan baik untuk orang lain maupun diri sendiri. Tetap jaga kesehatan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. World Health Organization (WHO), diakses 9 Mei 2020, Cardiovascular diseases.
  2. Healthline, diakses 9 Mei 2020, Heart Attack.
  3. Red Cross UK, diakses 9 Mei 2020, Learn first aid for someone who may be having a heart attack.
  4. Mayo Clinic, diakses 9 Mei 2020, First aid heart attack.
  5. Health Grades, First Aid for a Heart Attack: What Should You Do?
  6. Kementerian Kesehatan, diakses 9 Mei 2020, Penyakit Jantung Penyebab Kematian Terbanyak ke-2 di Indonesia.

    register-docotr