Kamus Penyakit

Awas Keliru! Ini Perbedaan Antara Gondok dan Gondongan

June 24, 2020 | Fitri Chaeroni
feature image

Meski sama-sama menimbulkan gejala pembengkakan di area leher, penyakit gondok dan gondongan punya perbedaan yang sangat besar.Salah satunya adalah faktor penyebab.

Selain itu, keduanya juga membutuhkan penanganan yang berbeda. Maka dari itu diagnosis yang tepat sangat dibutuhkan.

Agar tak keliru, pelajari yuk perbedaan antara gondok dan gondongan lewat penjelasan di bawah ini!

Perbedaan gondok dan gondongan

Sebelum membahas secara lebih spesifik soal gondok dan gondongan, mari kita bahas perbedaan mendasarnya terlebih dahulu. Gondok dan gondongan punya penyebab yang sama sekali berbeda.

Pembengkakan pada penyakit gondok disebabkan karena pembesaran kelenjar tiroid yang ada di leher. Penyebabnya bisa karena hipotiroidisme atau kurangnya asupan nutrisi tertentu seperti yodium.

Sedangkan pembengkakan pada penyakit gondongan disebabkan oleh infeksi virus menular yang menyerang kelenjar ludah dan kelenjar getah bening. Dari penyebabnya saja sudah berbeda, maka penanganannya pun harus tepat.

Apa itu penyakit gondok?

Gondok atau goiter adalah penyakit yang menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid. Tiroid adalah kelenjar berbentuk kupu-kupu yang ditemukan di leher, tepat di bawah jakun.

Kelenjar ini mengeluarkan hormon yang membantu mengatur fungsi tubuh. Termasuk metabolisme, proses yang mengubah makanan menjadi energi. Ia juga mengatur detak jantung, pernapasan, pencernaan, dan suasana hati.

Penyakit gondok bisa menyerang siapa saja, namun lebih sering terjadi pada wanita. Meskipun gondok biasanya tidak sakit, gondok ukuran besar dapat menyebabkan batuk dan menyulitkan kamu untuk menelan atau bernapas.

Penyebab gondok

Dilansir Mayo Clinic, penyebab paling umum dari penyakit gondok adalah kurangnya asupan yodium dari makanan yang kamu konsumsi. 

Yodium sangat penting untuk membantu kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid. Ketika kamu tidak memiliki cukup yodium, tiroid bekerja ekstra keras untuk membuat hormon tiroid, alhasil kelenjar tumbuh lebih besar.

Selain kurangnya yodium, gondok juga bisa disebabkan penyakit lain. Seperti graves’ disease, tiroiditis hashimoto, peradangan tiroid, kanker tiroid, bahkan kehamilan.

Gejala gondok

Tidak semua orang yang menderita gondok menyebabkan tanda dan gejala. Ketika tanda dan gejala muncul, kamu mungkin akan merasakan adanya:

  • Pembengkakan di pangkal leher yang mungkin terlihat jelas saat kamu bercermin
  • Leher atau tenggorokan terasa tegang
  • Batuk
  • Suara serak
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Kamu merasa pusing saat mengangkat lengan di atas kepala

Pengobatan penyakit gondok

Pengobatan tergantung pada ukuran gondok, gejala, dan penyebabnya. Gondok berukuran kecil yang tidak terlihat dan tidak menyebabkan masalah biasanya tidak memerlukan perawatan.

Jika dirasakan gondok mengganggu aktivitas kamu, mungkin dokter akan melakukan beberapa rekomendasi perawatan, di antaranya:

  • Konsumsi obat tertentu. Jika kamu memiliki riwayat hipotiroidisme atau hipertiroidisme, obat-obat untuk penyakit ini mungkin bisa mengecilkan ukuran gondok
  • Operasi. Jika ukuran gondok sudah terlalu besar, dan tidak membaik setelah pengobatan, dokter bisa saja melakukan tindakan operasi pengangkatan tiroid atau tiroidektomi
  • Yodium radioaktif. Jika kamu mengalami gondok jenis multinodular toksik terapi  radioactive iodine (RAI) bisa jadi opsi. Terapi melalui mulut ini bisa menghancurkan lapisan tiroid yang terlalu aktif

Apa itu penyakit gondongan?

Gondongan adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus yang berpindah dari satu orang ke orang lain melalui air liur, sekresi hidung, dan kontak dekat dengan penderita.

Virus ini menginfeksi kelenjar penghasil air liur atau parotis yang terletak di belakang dan di bawah telinga kamu. Gondongan dapat menyebabkan pembengkakan di salah satu atau kedua kelenjar ini.

Penyebab penyakit gondongan

Perbedaan gondok dan gondongan bisa dilihat dari penyebabnya. Gondongan disebabkan oleh virus yang menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain melalui air liur yang terinfeksi. 

Jika tidak kebal, kamu bisa terkena gondong dari menghirup tetesan air liur penderita gondongan yang baru saja bersin atau batuk. 

Kamu juga bisa terkena gondongan saat berbagi peralatan pribadi dengan orang yang membawa virus gondongan. Seperti berbagi peralatan makan atau cangkir untuk minum.

Gejala penyakit gondongan

Gejala gondongan biasanya muncul dalam waktu dua minggu setelah kamu terpapar virus. Gejala yang pertama kali muncul mungkin akan kamu rasakan mirip dengan penyakit flu.

Tanda utama gondong adalah pembengkakan kelenjar liur yang menyebabkan pipi mengembang. Tanda dan gejala lain mungkin terjadi di antaranya:

  • Kelelahan
  • Pegal-pegal
  • Sakit kepala
  • Kehilangan selera makan
  • Demam ringan
  • Nyeri pada kelenjar ludah yang membengkak di satu atau kedua sisi wajah
  • Nyeri saat mengunyah atau menelan

Ukuran gondongan sendiri bisa semakin membesar secara berkala. Pembengkakan umumnya diawali dengan demam tinggi di suhu sekitar 39 derajat Celcius.

Saat menderita gondongan, kamu juga berpotensi menularkan penyakit ini ke orang lain. Bahkan itu bisa terjadi saat kamu belum menunjukkan gejala.

Pengobatan penyakit gondongan

Karena gondongan adalah virus, penyakit ini tidak merespons terhadap obat antibiotik atau obat lain. Namun, kamu bisa mengobati gejalanya agar lebih nyaman saat sakit.

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan di rumah saat sakit gondongan agar bisa cepat pulih:

  • Perbanyak istirahat
  • Jika demam tak kunjung turun, kamu bisa mengonsumsi obat seperti acetaminophen dan ibuprofen
  • Kompres dingin menggunakan es untuk mengurangi pembengkakan
  • Konsumsi cukup air untuk menghindari dehidrasi akibat demam
  • Saat gondongan kamu mungkin akan merasa sakit saat harus makan, mengunyah, dan menelan. Maka kamu bisa pilih makanan lunak seperti sup dan yoghurt
  • Hindari makanan dan minuman asam yang dapat menyebabkan lebih banyak rasa sakit pada kelenjar ludah

Saat kamu menemukan gejala gondongan, sebaiknya hubungi dokter karena ini termasuk penyakit yang menular.

Masih punya pertanyaan lebih lanjut seputar gondok dan gondongan? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Health Tap. Diakses pada 21 Juni 2020. What is the difference between goiter and mumps?

Mayo Clinic. Diakses pada 21 Juni 2020. Goiter

Mayo Clinic. Diakses pada 21 Juni 2020. Mumps

Healthline. Diakses pada 21 Juni 2020. What You Need to Know About Goiter

Healthline.Diakses pada 21 Juni 2020. Mumps: Prevention, Symptoms, and Treatment

    register-docotr