Kamus Penyakit

5 Penyebab Sakit Punggung Bagian Bawah yang Kamu Perlu Tahu

July 22, 2020 | Muhammad Hanif S.
feature image

Sakit punggung memang terasa tak nyaman, terutama jika terjadi pada bagian pangkalnya. Mengenali penyebab sakit punggung bagian bawah adalah hal yang penting, agar kamu bisa tahu bagaimana cara mengatasinya.

Jika salah penanganan, bukan tidak mungkin kondisi akan bertambah buruk. Akibatnya, kamu akan sulit menjalankan aktivitas sehari-hari. Lalu, apa saja penyebab itu? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Penyebab sakit punggung bagian bawah

Sakit punggung bagian bawah bisa disebabkan oleh banyak hal. Kondisi ini biasanya muncul saat terdapat gangguan pada otot dan sendi di pangkal punggung. Ini dia lima penyebab sakit punggung bagian bawah paling umum.

1. Keseleo atau terkilir

Kaku otot adalah penyebab sakit punggung bagian bawah paling umum. Kondisi ini dapat diperparah jika sedang terkilir atau keseleo karena menggerakkan badan terlalu kencang, mengangkat sesuatu yang berat, hingga memutar separuh tubuh secara tiba-tiba.

Sakit pada punggung bagian bawah akibat keseleo biasanya disertai rasa nyeri, kram, kejang otot, hingga pembengkakan. Kondisi ini tak boleh dibiarkan terlalu lama, karena rasa sakit bisa bertambah parah hingga mengganggu aktivitas.

Untuk mengatasinya, lakukan peregangan ringan. Jangan terlalu keras menarik otot agar kondisinya tak memburuk. Kamu juga bisa mengompresnya dengan air dingin atau es. Jika disertai nyeri, obat-obatan anti-inflamasi seperti ibuprofen dan naproksen bisa menjadi alternatif.

Baca juga: Penyakit Frozen Shoulder: Ketahui Penyebab dan Gejalanya

2. Cedera sebagai penyebab sakit punggung bagian bawah

Selain keseleo, salah satu penyebab sakit punggung yang sering terjadi adalah cedera. Kondisi ini diakibatkan oleh adanya tekanan berlebih pada tendon, yaitu jaringan penghubung otot dan tulang.

Dalam hal ini, tendon di tulang belakang mengalami tekanan ekstrem hingga menimbulkan rasa sakit. Cedera bisa muncul saat olahraga, jatuh, kecelakaan, dan aktivitas lain yang dapat menyebabkan trauma otot.

Gejala yang biasanya muncul sesaat setelah cedera adalah mati rasa dan kesemutan. Oleh karena itu, penanganan yang tepat harus segera diberikan. Jika tidak, hal tersebut bisa memicu disfungsi gerak.

Mengutip dari Medical News Today, penanganan pada cedera tergantung dari tingkat keparahannya. Cedera ringan mungkin cukup dikompres atau diredakan dengan obat anti nyeri. Tapi pada tahapan parah, prosedur seperti terapi fisik dan operasi biasanya akan dilakukan.

3. Faktor usia

Faktor usia bisa menjadi penyebab sakit punggung ini. Semakin bertambahnya usia, fungsi sejumlah bagian tubuh akan ikut menurun, termasuk cakram tulang yang ada di bawah punggung. Cakram (disc) tersebut berfungsi sebagai bantalan sendi.

Menurunnya kemampuan cakram sering dikait-kaitkan dengan berbagai penyakit degeneratif, misalnya radang sendi atau arthritis. Arthritis sendiri terjadi saat bantalan sendi mulai menipis, membuat jarak antar tulang semakin mendekat.

Akibatnya, setiap gerakan akan terasa menyakitkan, terutama di pangkal punggung. Belum ada cara efektif untuk mengatasi kondisi hal ini. Yang bisa dilakukan adalah tindakan pencegahan, seperti menjaga berat badan, rutin olahraga, hingga memperbanyak asupan vitamin.

Baca juga: Mengenal Penyakit Degeneratif yang Umum Dialami Lansia, Apa Saja?

4. Kelainan skoliosis

Kelainan skoliosis pada tulang. Sumber foto: www.spineuniverse.com

Skoliosis adalah kondisi tulang belakang mengalami kelengkungan yang tidak wajar, membuat pinggul dan bahu tak sejajar vertikal. American Academy of Orthopaedic Surgoens menjelaskan, skoliosis paling sering terjadi pada anak-anak yang belum memasuki pubertas.

Punggung yang melengkung membuat pangkalnya terasa sakit. Saat menempatkan badan pada posisi tertentu, rasa nyeri tak tertahankan dapat muncul secara tiba-tiba.

Dalam penanganannya, dokter biasanya melakukan prosedur bedah untuk proses fusi, yaitu penggabungan dua atau lebih tulang agar bisa lurus kembali.

5. Sedang hamil

Kehamilan bisa menjadi penyebab sakit punggung bagian bawah pada wanita. Rasa sakit ini akan lebih sering muncul di trimester ketiga, menjelang masa persalinan. Hal tersebut disebabkan oleh otot-otot punggung yang ikut meregang sebagai persiapan melahirkan.

Melansir NHS UK, pada saat hamil, ligamen (jaringan penghubung antar tulang) sering menegang, terutama di pangkal punggung, tempat rahim berada.

Untuk meredakannya, kamu bisa senam lantai, hindari mengangkat benda berat, dan putar kedua kaki ke belakang saat ingin membalikkan badan. Berbaring juga cukup efektif untuk mengurangi rasa sakit, karena beban yang awalnya berada di punggung kini berpindah ke tempat tidur.

Nah, itulah lima penyebab sakit punggung bagian bawah yang paling umum terjadi. Yuk, mulai perhatikan kemampuan tubuh dalam melakukan sesuatu untuk meminimalkan rasa sakit tersebut. Tetap jaga kesehatan, ya!

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Healthline, diakses 11 Juli 2020, What You Should Know About Low Back Pain.
  2. Medical News Today, diakses 11 Juli 2020, What can cause lower back pain?
  3. Johns Hopkins Medicine, diakses 11 Juli 2020, Lower Back Pain: What Could It Be?
  4. NHS UK, diakses 11 Juli 2020, Back pain in pregnancy.
  5. American Academy of Orthopaedic Surgoens, diakses 11 Juli 2020, Idiopathic Scoliosis in Children and Adolescents.

    register-docotr