Kamus Penyakit

Ketahui Penyebab Rematik yang Juga Bisa Serang Anak Muda

May 28, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Pasti kamu menganggap penyebab rematik adalah karena usia tua. Tapi, faktanya menurut data, rematik banyak dialami juga oleh anak muda. Sebanyak 8 dari 100.000 orang berusia 18 hingga 34 tahun menderita rematik, lho.

Nah, melihat data tersebut, tentu penting bagi kita yang berusia muda untuk mengetahui apa saja yang jadi penyebab rematik. Hal ini penting, agar kita bisa  meminimalisir faktor risiko atau juga mendapatkan pengobatan sebelum penyakit rematik menjadi parah.

Rematik tidak cuma menyerang sendi saja, jika tidak diobati rematik bahkan bisa menyerang berbagai organ tubuh lainnya. 

Baca Juga: Suplemen Vitamin untuk Melawan COVID-19, Efektif atau Tidak?

Apa itu rematik

penyebab rematik
Mengobati radang sendi. Foto: https://www.shutterstock.com

Rematik atau juga disebut dengan rheumatoid arthritis adalah gangguan peradangan kronis yang dapat memengaruhi lebih dari sekadar persendian.

Tidak seperti kerusakan akibat keausan pada osteoarthritis, rematik memengaruhi lapisan sendi kamu, menyebabkan pembengkakan yang menyakitkan dan pada akhirnya dapat menyebabkan erosi tulang dan deformitas sendi.

Rematik cenderung memengaruhi bagian-bagian berikut dari sistem muskuloskeletal:

  • Sendi
  • Otot
  • Tulang
  • Tendon dan ligamen.

Gejala rematik

Gejala dan tanda-tanda rematik dapat mencakup:

  • Kelelahan
  • Kehilangan energi
  • Kurang nafsu makan
  • Demam ringan
  • Nyeri otot dan sendi
  • Kemerahan pada sendi
  • Pembengkakan sendi
  • Kaku
  • Hilangnya fungsi sendi.

Penyebab rematik

Penyakit rematik disebabkan oleh autoimun, yang berarti sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh yang sehat. Namun, belum diketahui pasti apa yang memicu hal ini. Sistem kekebalan tubuh kamu biasanya membuat antibodi yang menyerang bakteri dan virus, membantu melawan infeksi.

Jika kamu menderita rematik, sistem kekebalan tubuh kamu secara keliru mengirimkan antibodi ke lapisan sendi kamu, tempat mereka menyerang jaringan di sekitar sendi.

Ini menyebabkan lapisan tipis sel sinovium yang menutupi sendi menjadi sakit dan meradang, melepaskan bahan kimia yang merusak tulang rawan dan tulang di sekitar sendi. 

Rematik yang tidak diobati dapat menyebabkan sendi kehilangan bentuk dan keselarasannya. Akhirnya, itu bisa menghancurkan sendi sepenuhnya.

Faktor risiko rematik

Ada beberapa faktor yang membuat kita lebih tinggi risikonya untuk terkena rematik, di antaranya:

1. Usia

Rematik dapat dialami oleh segala usia, baik itu muda maupun usia lanjut. tetapi kasus paling umum, rematik dialami oleh mereka dengan rentan umur 40 dan 60 tahun. Tetapi, ini bukan hal normal yang dialami karena penuaan.

2. Riwayat keluarga

Jika seseorang dalam keluargamu ada yang mengidap rematik, Kamu mungkin juga akan mengalami rematik. Segera periksakan diri kamu ke dokter untuk mengetahui informasi yang lebih mendalam tentang penyakit ini.

3. Jenis kelamin

Rematik, lebih sering dialami oleh wanita daripada pria. Ini lebih mungkin terjadi pada wanita yang belum pernah hamil dan mereka yang baru saja melahirkan.

Hal ini karena wanita memiliki hormon estrogen, hormon yang terkadang bisa menyebabkan fluktuasi pada sistem imun. 

Nah, gangguan sistem imun ini dapat membuat imun tubuh salah mengenai jaringan tubuh sendiri, sehingga menyerang sistemnya sendiri.

4. Obesitas

Berat badan yang berlebih juga bisa menjadi faktor risiko kamu mengalami rematik. Apalagi jika sudah berusia 55 tahun. Seperti yang kita tahu, sendi seperti lutut dan pinggul bertugas untuk menopang berat badan.

Obesitas atau berat badan berlebih dapat menyebabkan radang pada sendi karena sendi mengalami tekanan berlebihan.

5. Merokok

Jika secara genetik kamu lebih mungkin untuk terkena rematik, merokok dapat membuat rematik menjadi lebih buruk.

Hal yang perlu kamu tahu adalah meski kamu tidak memiliki faktor risiko, bukan berarti kamu tidak bisa mengidap rematik.

6. Pola makan

Ternyata, terlalu banyak memakan daging merah tanpa diimbangi dengan konsumsi vitamin C. Dapat meningkatkan risiko kamu untuk terkena rematik.

Untuk itu, cobalah untuk menyeimbangkan pola makan kamu, ya. Seimbangkan antara makanan dan vitamin.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Web MD (2019). Diakses pada 26/05/20. Young Adults Living With RA

MedicineNet (2020). Diakses pada 26/05/20. Rheumatoid Arthritis (RA)

NHS (2019). Diakses pada 26/05/20. CausesRheumatoid arthritis

Versus Arthritis. Diakses pada 26/05/20. Rheumatoid arthritis (RA)

    register-docotr