Kamus Penyakit

Jangan Anggap Remeh! Ini 7 Penyebab Penyakit Asma yang Sering Diabaikan

August 24, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Asma merupakan penyakit yang tidak boleh dianggap remeh, karena bisa berakibat kematian. Tak ada salahnya untuk mengetahui berbagai penyebab penyakit asma, agar kamu bisa lebih mudah mengontrol gejala yang muncul.

Asma adalah penyakit tidak menular yang paling banyak diidap masyarakat. Data Kementerian Kesehatan menyebutkan, penyakit ini diderita oleh sekitar 11 juta orang atau setara 4,5 persen dari total penduduk Indonesia.

Lantas, apa saja penyebab penyakit asma? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Baca juga: Penting! Segala Sesuatu Tentang Asma yang Wajib Kamu Tahu

Sekilas tentang asma

Asma merupakan kondisi saat saluran udara di paru-paru mengalami pembengkakan, penyempitan, dan menghasilkan lendir berlebih. Hal tersebut akan memengaruhi proses pernapasan.

Mengutip dari Mayo Clinic, asma tidak bisa disembuhkan, tapi gejalanya dapat dikontrol. Bagi sebagian orang, asma mungkin adalah gangguan ringan. Tapi pada kelompok tertentu, keadaan ini bisa mengancam nyawa.

Asthma and Allergy Foundation of America menjelaskan, orang dewasa memiliki risiko kematian akibat asma empat kali lebih tinggi daripada anak-anak. Risiko tersebut juga lebih rentan menyerang wanita ketimbang pria.

Berbagai penyebab penyakit asma

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan penyakit asma, seperti paparan alergen, faktor cuaca, hingga infeksi saluran pernapasan. Faktor-faktor tersebut menciptakan gejala seperti sesak napas, batuk, hingga suara mengi. Berikut delapan penyebab penyakit asma yang harus diwaspadai.

1. Reaksi alergi

Mengutip dari News Medical, salah satu penyebab penyakit asma paling umum adalah reaksi alergi. Artinya, penyakit ini bisa muncul akibat paparan alergen yang masuk ke dalam saluran pernapasan, seperti debu, bulu hewan, spora jamur, asap, serbuk sari, hingga partikel limbah.

Alergen tersebut bisa memicu terjadinya iritasi saluran udara di sekitar paru-paru. Akibatnya, sistem pernapasan tidak bekerja dengan optimal.

2. Berat badan tak terkontrol

Penyebab penyakit asma berikutnya adalah obesitas. Menurut American Lung Association, orang-orang yang memiliki berat tubuh di atas batas ideal lebih berisiko mengalami gangguan pernapasan, termasuk asma. Sekitar 15 persen wanita obesitas di seluruh dunia memiliki penyakit ini.

Belum jelas bagaimana obesitas dapat meningkatkan risiko terkena asma. Hanya saja, saat berat badan tak terkontrol, peradangan rentan terjadi di beberapa bagian tubuh. Faktor inilah yang sering dikaitkan dengan gangguan pernapasan.

3. Faktor makanan

Siapa sangka, ternyata makanan bisa menjadi penyebab penyakit asma, lho. Beberapa orang memiliki kepekaan tinggi terhadap telur, kacang-kacangan, kedelai, susu sapi, udang, ikan, gandum, dan buah-buahan tertentu.

Hampir mirip dengan alergi, makanan-makanan tersebut dapat memicu terjadi peradangan di saluran pernapasan, yang kemudian menyebabkan penyempitan rongga dan asma.

4. Faktor cuaca

Penyebab penyakit asma berikutnya adalah faktor cuaca. Mengutip dari The Healthy, udara dingin dan kering dapat memengaruhi bagaimana seseorang bernapas.

Menurut Dr. Payal Patel, anggota American Academy of Allergy Asthma & Immunology, tingkat kelembapan udara bisa menjadi tantangan tersendiri dalam mengendalikan gejala asma. Paparan suhu rendah misalnya, bisa menyebabkan nafas lebih cepat.

5. Aktivitas berat

Salah satu penyebab penyakit asma yang jarang disadari oleh banyak orang adalah faktor aktivitas sehari-hari. Mengutip dari Asthma and Allergy Foundation of America, aktivitas berat bisa membuatmu bernapas lebih dalam, berat, dan keras.

Jika terjadi dalam waktu yang lama, kondisi tersebut akan memaksa saluran udara bekerja ekstra untuk mengalirkan oksigen dan karbon dioksida. Akibatnya, peradangan akan rentan terjadi.

6. Efek samping obat

Jika kamu sedang dalam perawatan dokter karena penyakit tertentu, pastikan untuk mengetahui efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi. Sebab, beberapa obat bisa memengaruhi kinerja paru-paru dan menimbulkan asma.

Dilansir dari The Healthy, obat-obatan yang memiliki efek samping tersebut di antaranya adalah penurun tekanan darah (beta-blocker), ibuprofen, dan aspirin.

Baca juga: Ingat, Gejala Asma pada Orang Dewasa Bukan Sekadar Sesak Napas Biasa

7. Infeksi saluran pernapasan

Beberapa infeksi yang menyerang saluran pernapasan. Sumber foto: www.theayurveda.org

Penyebab penyakit asma yang terakhir adalah infeksi saluran pernapasan. Infeksi ini bisa disebabkan oleh virus, misalnya flu. Keadaan ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak.

Pada umumnya, infeksi ditandai dengan produksi lendir berlebih, lalu menumpuk di saluran udara. Akibatnya, rongga udara menjadi lebih sempit, dan oksigen akan sulit untuk menuju paru-paru.

Nah, itulah delapan penyebab penyakit asma yang harus diwaspadai. Jika sudah merasakan gejala sesak napas atau batuk disertai suara mengi, tak perlu pikir panjang untuk pergi ke dokter, ya. Tetap jaga kesehatan!

Jangan pernah ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Mayo Clinic, diakses 22 Agustus 2020, Asthma.
  2. Asthma and Allergy Foundation of America, diakses 22 Agustus 2020, What Causes or Triggers Asthma?
  3. Asthma and Allergy Foundation of America, diakses 22 Agustus 2020, Asthma Facts and Figures.
  4. The Healthy, diakses 22 Agustus 2020, 12 Surprising Asthma Triggers You Can Smartly Avoid.
  5. News Medical, diakses 22 Agustus 2020, Asthma Triggers.
  6. American Lung Association, diakses 22 Agustus 2020, The Link between Asthma and Weight.
  7. Kompas.com, diakses 22 Agustus 2020, Asma, Penyakit Tidak Menular yang Paling Banyak Diidap Orang Indonesia.

    register-docotr