Kamus Penyakit

Jangan Disepelekan, Ini Penyebab Miom yang Harus Kamu Ketahui

August 8, 2020 | Arianti Khairina | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Munculnya benjolan pada rahim disebut juga sebagai miom. Walaupun tak berpotensi sebagai kanker, dan hanya tumor jinak tapi kamu tetap harus waspada.

Apa itu miom?

Dilansir dari Healthline, fibroid atau miom adalah pertumbuhan abnormal yang berkembang di rahim wanita. 

Terkadang tumor ini menjadi sangat besar, hal itu menyebabkan sakit perut yang cukup serius khususnya pada saat menstruasi. 

Bahkan dalam kasus lain yang terjadi pada sebagian orang, miom tidak menimbulkan tanda atau gejala sama sekali. Kondisi tersebut karena pada umumnya pertumbuhan miom itu jinak, atau tidak bersifat kanker. 

Penyebab miom 

Hingga saat ini sebenarnya tidak jelas mengapa miom berkembang, tetapi beberapa faktor yang dapat memengaruhi pembentukannya seperti penjelasan dari Healthline

1. Hormon

Estrogen dan progesteron adalah hormon yang diproduksi oleh ovarium. Mereka menyebabkan lapisan rahim beregenerasi selama setiap siklus menstruasi dan dapat merangsang pertumbuhan miom.

Sel-sel otot abnormal dalam rahim berkembang biak dengan cepat karena hormon steroid, terutama hormon yang mengatur siklus menstruasi, estrogen dan progesteron.

Hormon membuat miom tumbuh. Hal ini menjelaskan mengapa miom pada wanita hamil dapat tumbuh lebih cepat daripada miom pada wanita tidak hamil. 

Tingginya kadar estrogen dan progesteron selama kehamilan sering mempercepat pertumbuhan miom di dalam tubuh. Apalagi ketika kamu memasuki usia menopause.

2. Riwayat keluarga

Miom ini bisa terjadi pada seseorang, ketika ada salah satu keluarga yang juga pernah mengalaminya.

Dengan kata lain, jika ibu, saudara perempuan, atau nenek memiliki riyawat kondisi seperti ini,  maka kamu pasti akan memiliki potensi terkena miom.

3. Kehamilan

Kehamilan meningkatkan produksi estrogen dan progesteron dalam tubuh. Miom juga dapat berkembang dan tumbuh dengan cepat saat kamu sedang dalam keadaan hamil.

4. Makanan 

Tak hanya beberapa penyebab di atas, ada juga bukti bahwa daging merah, alkohol, dan kafein dapat meningkatkan risiko miom. 

Jadi jika kamu ingin mengurangi potensi penyakit tersebut mulailah untuk meningkatkan asupan buah dan sayuran. 

Memulai untuk mengonsumsi makanan sehat dan mengatur pola makan akan sangat berpengaruh untuk kesehatan, karena jika kamu mengalami kelebihan berat badan atau obesitas hal itu dapat meningkatkan risiko miom.

Baca juga: Miom dan Kista Apa Bedanya? Yuk, Simak Jenis, Penyebab dan Diagnosis Keduanya!

Gejala miom 

Gejala pada seseorang akan tergantung pada jumlah tumor yang dimilikinya serta lokasi dan ukurannya. 

Sebagai contoh, miom submukosa dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang parah dan membuat kamu mengalami kesulitan untuk hamil.

Kamu perlu juga berhati-hati ketika tumor yang kamu miliki masih sangat kecil atau tumbuh saat sedang dalam masa menopause, karena bisa saja timbul tanpa ada gejala apa pun. 

Miom dapat menyusut selama dan setelah menopause. Ini karena wanita yang mengalami menopause mengalami penurunan kadar estrogen dan progesteron, hormon yang merangsang pertumbuhan miom tersebut. 

Berikut ini beberapa gejala miom yang akan rasakan: 

  • Pendarahan hebat antara atau selama periode menstruasi yang termasuk gumpalan darah
  • Nyeri pada panggul atau punggung bagian bawah
  • Peningkatan kram menstruasi
  • Peningkatan buang air kecil
  • Rasa sakit saat berhubungan intim
  • Menstruasi yang berlangsung lebih lama dari biasanya
  • Tekanan atau kepenuhan di perut bagian bawah 
  • Pembengkakan atau pembesaran perut

Siapa yang berisiko terkena miom?

Pada umumnya wanita berisiko lebih tinggi terkena miom. Kondisi tersebut terjadi jika mereka memiliki satu atau lebih faktor risiko seperti berikut ini: 

  • Kehamilan
  • Riwayat keluarga
  • Usia 30 atau bahkan lebih
  • Berat badan dan tinggi tubuh

Bagaimana cara mendiagnosis miom?

Cara mendiagnosis yang tepat apakah kamu memiliki miom atau tidak dengan melakukan konsultasi ke dokter kandungan untuk mendapatkan pemeriksaan panggul. Pemeriksaan ini digunakan untuk memeriksa kondisi, ukuran, dan bentuk rahim. 

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Azuravascularcare.com (2019) diakses 5 Agustus 2020. What Is a Myoma? Causes, Types, Symptoms, and Treatments
  2. Healthline.com (2020) diakses 5 Agustus 2020. Fibroids
  3. Medicalnewstoday.com (2017) diakses 5 Agustus 2020. Fibroids: Everything you need to know
  4. Flo.health (2019) diakses 5 Agustus 2020. 10 Common Questions About Fibroids (Myomas) 
    register-docotr