Kamus Penyakit

Jangan Dianggap Remeh, Ini Bisa Jadi Faktor Penyebab Kanker Serviks

November 4, 2020 | Arianti Khairina
feature image

Kanker serviks menjadi salah satu penyakit mematikan yang paling banyak diderita oleh wanita. Demi mengurangi risiko terserang penyakit tersebut, yuk ketahui apa saja penyebab kanker serviks dengan benar. 

Kanker serviks

Dilansir dari mayoclinic.org, kanker serviks adalah jenis kanker yang terjadi di sel-sel serviks – bagian bawah rahim dan terhubung ke vagina.

Berbagai jenis human papillomavirus (HPV), infeksi menular seksual, berperan dalam penyebab terjadinya penyakit kanker serviks ini.

Ketika terkena HPV, sistem kekebalan tubuh biasanya mencegah virus untuk melakukan kerusakan. Namun, dalam persentase kecil sebagian orang, virus bertahan selama bertahun-tahun, berkontribusi pada proses yang menyebabkan beberapa sel serviks menjadi sel kanker.

Demi mengurangi risiko terjadinya kanker serviks, yuk ketahui beberapa fakta seputar penyakit yang satu ini.

Baca juga: Vaksin HPV Jadi Cara Paling Efektif Cegah Kanker Serviks

Virus penyebab kanker serviks 

Hingga saat ini memang belum ada jawaban pasti atas pertanyaan kanker serviks disebabkan oleh apa? Namun, kondisi ini biasanya akan timbul jika sel-sel di mulut rahim atau pada bagian serviks menjadi ganas. 

Dilansir dari Healthline.com, sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) yang ditularkan secara seksual. Ini adalah virus yang sama untuk menyebabkan kutil kelamin.

Ada sekitar 100 jenis HPV yang berbeda. Hanya tipe virus tertentu yang menyebabkan kanker serviks. Dua jenis yang paling umum menyebabkan kanker adalah HPV-16 dan HPV-18.

Namun, perlu dipahami, terinfeksi HPV penyebab kanker bukan berarti kamu akan terkena kanker serviks. Sistem kekebalan akan menghilangkan sebagian besar infeksi HPV, biasanya proses tersebut terjadi dalam waktu dua tahun.

HPV juga dapat menyebabkan beberapa penyakit kanker lain pada wanita dan pria.

  • Kanker vulva
  • Kanker vagina
  • Kanker penis
  • Kanker dubur
  • Kanker tenggorokan

Faktor risiko

Terdapat beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan kesehatan ini. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Gaya hidup bebas

Gaya hidup bebas tentu memiliki segudang dampak kurang baik bagi pelakunya. Apalagi mereka yang melakukan hubungan seksual dengan banyak pasangan sangat berisiko tinggi menderita kanker serviks. 

Tak hanya itu saja wanita yang tidak pernah mendapatkan vaksin imunisasi HPV tentu lebih rentan terinfeksi virus yang bisa menjadi penyebab kanker serviks tersebut.

2. Melahirkan atau hamil di usia muda

Saat ini memang banyak sekali pasangan muda yang memutuskan untuk segera menikah. Namun, sebaiknya kamu pertimbangkan kembali untuk kesehatan sang wanita. 

Wanita yang berusia lebih muda dari 17 tahun saat hamil pertama dan tidak keguguran, ternyata dua kali akan lebih rentan terserang penyakit mematikan yaitu kanker serviks lho. 

3. Merokok

Ketika kamu merokok, sel skuamosa akan berkembang dengan cepat yang menjadi salah satu penyebab kanker serviks. 

Selain itu, sudah menjadi rahasia umum bahwa tembakau mengandung banyak zat kimia yang tidak baik untuk tubuh. Alasan tersebut yang mengakibatkan wanita perokok memiliki risiko dua kali lebih besar untuk terserang kanker serviks. 

4. Imunosupresi

Ini adalah sebuah kondisi yang mempengaruhi sistem imun tubuh, seperti human immunodeficiency virus (HIV), virus yang menyebabkan AIDS serta bisa meningkatkan risiko terkena infeksi HPV.

5. Infeksi klamidia

Penyebab terakhir dari kanker serviks karena salah satu penyakit menular seksual, yaitu klamidia. 

Beberapa kasus menunjukkan risiko yang lebih tinggi dari kanker serviks pada wanita dengan hasil tes darah yang menunjukkan sedang memiliki infeksi klamidia.

Setelah mengetahui beberapa penyebab kanker serviks di atas, ada baiknya kamu lebih berhati-hati ya. 

Apakah kanker serviks menular?

Dilansir dari Rosewellpark, jawaban atas pertanyaan tersebut adalah tidak. Dalam arti penyakit kanker serviks tidak dapat menular, sehingga wanita yang menderita kanker ini tidak perlu khawatir akan menyebarkan penyakitnya pada orang lain.

Namun perlu diingat bahwa virus HPV-nya sendiri dapat menular. Inilah yang perlu diperhatikan dengan seksama agar kejadian kanker serviks sendiri bisa dicegah dengan optimal.

Apakah kanker serviks stadium 3 bisa sembuh?

Seperti yang dilansir dari Texasoncology, kanker serviks stadium III umumnya terdeteksi dari pemeriksaan pap smear atau panggul yang tidak normal. Kondisi ini dikatakan ada, jika kanker telah:

  • Melampaui serviks hingg ke bagian bawah vagina (stadium IIIA)
  • Meluas ke satu atau kedua sisi panggul (stadium IIIB), atau
  • Disebabkan penyumbatan saluran dari ginjal (tahap IIIB).

Penderita kanker serviks stadium III umumnya dirawat dengan terapi radiasi dan kemoterapi. Secara umum tujuannya adalah untuk memperbaiki gejala, meningkatkan kesempatan pasien untuk sembuh, atau memperpanjang kelangsungan hidup pasien.

Adapun sekitar 60 persen pasien dengan kanker serviks stadium III dapat bertahan hidup 5 tahun dari pengobatan dengan terapi radiasi saja. Akan tetapi baru-baru ini, obat anti kanker telah meningkatkan hasil jangka panjang pada pasien dengan penyakit ini.

Vaksin kanker serviks

Imunisasi vaksin kanker serviks dapat mengurangi dampak gangguan kesehatan ini secara signifikan. Dilansir dari Mayoclinic, Gardasil 9 adalah vaksin HPV yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat.

Vaksin ini dapat digunakan untuk perempuan maupun laki-laki, dan dapat mencegah sebagian besar kasus kanker serviks jika diberikan sebelum terpapar virus.

Selain itu, vaksin ini dapat mencegah kanker vagina dan vulva pada wanita, serta dapat mencegah kutil kelamin dan kanker dubur pada wanita dan pria.

Secara teori, memvaksinasi anak laki-laki terhadap jenis HPV yang terkait dengan kanker serviks juga dapat membantu melindungi anak perempuan dari virus dengan kemungkinan menurunkan penularan.

Perlu diingat bahwa jenis HPV tertentu juga telah dikaitkan dengan penyebab kanker di mulut dan tenggorokan. Jadi vaksin kanker serviks kemungkinan juga bisa memberikan perlindungan terhadap masalah kesehatan ini.

Penanganan kanker serviks

Perawatan untuk kanker serviks sangat bergantung pada beberapa faktor, seperti stadium kanker, atau masalah kesehatan lain yang dimiliki pasien.

Adapun secara umum pembedahan, radiasi, kemoterapi atau kombinasi ketiganya dalah alternatif penanganan yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit ini.

Operasi

Kanker serviks stadium awal biasanya dapat diobati dengan pembedahan. Operasi ini akan bergantung pada ukuran, dan stadium kanker yang ada pada tubuh pasien.

Dokter juga mungkin akan menanyakan apakah kamu ingin mempertimbangkan untuk hamil di masa depan.

Radiasi

Terapi radiasi menggunakan pancaran energi bertenaga tinggi, seperti sinar-X atau proton, untuk membunuh sel kanker.

Cara ini sering dikombinasikan dengan kemoterapi sebagai pengobatan utama untuk kanker serviks stadium lanjut. Ini juga dapat digunakan setelah operasi jika ada peningkatan risiko kanker akan kembali.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan obat yang menggunakan bahan kimia untuk membunuh sel kanker.

Ini dapat diberikan melalui pembuluh darah atau diambil dalam bentuk pil. Terkadang kedua metode ini juga digunakan secara bersamaan.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

register-docotr