Kamus Penyakit

Jangan Diabaikan, Ketahui Faktor-faktor Penyebab Kaki Sering Kram Berikut Ini!

August 28, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Penyebab kaki sering kram bisa dari berbagai faktor, salah satunya gaya hidup. Ya, kram kaki yang terlalu sering memang bisa mengakibatkan ketidaknyamanan. Maka dari itu, cara tepat pencegahannya harus diketahui.

Kram pada kaki biasanya terjadi di malam hari ketika tidur dan menyebabkan perasaan yang menyiksa.

Nah, untuk menghindari kondisi ini yuk simak beberapa penyebab kaki sering kram dan cara penanganan yang paling tepat.

Baca juga: Jangan Sembarangan, Simak Cara Menyadarkan Orang Pingsan yang Tepat!

Penyebab kaki sering kram yang perlu diketahui

Perlu dipahami, kram kaki merupakan kontraksi atau pengetatan yang tajam dan tiba-tiba pada otot betis. Kondisi ini biasanya berlangsung selama beberapa detik hingga menit.

Jika kram benar-benar melanda, maka kamu bisa meredakannya dengan meregangkan otot secara lembut. Dikutip dari Healthline, kram kaki paling sering terjadi pada otot betis, paha atau kaki.

Untuk mencegah kram, pastikan tubuh cukup istirahat dan ketahui masalah yang mendasari. Nah agar pencegahan dapat dilakukan, berikut beberapa penyebab kaki sering kram yang perlu diketahui.

1. Otot lelah

Menurut ulasan tentang kram kaki di malam hari, penelitian menunjukkan bahwa kelelahan otot merupakan penyebab utamanya. Oleh karena itu, atlet kemungkinan sering mengalami kram kaku akibat melakukan aktivitas yang tinggi dari biasanya.

Terlalu banyak mengeluarkan tenaga, seperti melatih otot dengan sangat intens dalam waktu yang lama juga bisa menyebabkan beberapa orang mengalami kram kaki di kemudian hari.

Selain itu, berdiri dalam waktu lama di siang hari juga bisa mengakibatkan otot menjadi lelah dan kemungkinan besar mengalami kram di malam hari.

2. Kurang aktif secara fisik

Teori terkemuka lainnya mengatakan bahwa penyebab kaki sering kram adalah karena duduk dalam waktu lama, seperti saat bekerja di meja.

Kurang aktif secara fisik ini dikarenakan seseorang tidak meregangkan ototnya untuk beberapa waktu sehingga dapat meningkatkan risiko kram yang terjadi pada malam hari.

Orang yang kurang aktif secara fisik mungkin akan mengakibatkan ototnya lebih pendek sehingga meningkatkan risiko kram atau kejang.

3. Kurang asupan mineral

Bukan hanya air, elektrolit yang hilang ketika berolahraga juga bisa menjadi penyebab kaki sering kram. Jika kamu kekurangan elektrolit dan mineral tertentu, maka ketidaseimbangan tersebut akan memicu kram spontan.

Ketidakseimbangan natrium, kalsium, magnesium, atau kalium bisa mengakibatkan munculnya kram pada kaki. Untuk itu, minuman olahraga bisa dikonsumsi untuk membantu mengurangi kram berkat kandungan nutrisi di dalamnya.

Beberapa makanan seperti pisang, yoghurt, bayam, kacang-kacang yang kaya akan mineral ramah otot bisa juga menangkal kram pada kaki.

4. Kehamilan

Kehamilan dapat meningkatkan risiko seorang wanita mengalami kram kaki, terutama selama trimester kedua dan ketiga. Hal ini mungkin dikarenakan kurangnya magnesium dan kalium lebih tinggi selama kehamilan.

Jika kamu mengalami kram pada kaki, maka usahakanlah untuk tetap terhidrasi dan pertimbangkan konsumsi suplemen magnesium selama kehamilan.

Pastikan juga untuk berkonsultasi dengan dokter ahli untuk mengetahui cara tepat mendapatkan kebutuhan nutrisi yang diperlukan.

5. Efek samping obat

Perlu diketahui, banyak obat yang telah mencantumkan peringatan kram otot sebagai efek sampingnya.

Ada beberapa obat yang berhubungan langsung dengan kram kaki termasuk sukrosa besi, intravena, naproxen, teriparatide, raloxifene, albuterol, hingga estrogen terkonjugasi pregabalin.

Bicaralah dengan dokter segera jika kamu sering mengalami kram pada kaki, terutama terjadi saat mulai minum obat tertentu. Biasanya, dokter akan menemukan pengobatan alternatif untuk mengatasi masalah kram yang terlalu sering.

6. Kondisi medis tertentu

Beberapa kondisi medis tertentu juga bisa menjadi penyebab kaki sering kram, lho! Termasuk di antaranya penyakit kardiovaskular, diabetes, gangguan penggunaan alkohol, gagal ginjal, gagal hati, hipotiroidisme, kerusakan saraf, hingga osteoartritis.

Jika kamu mengira penyebab kaki sering kram adalah beberapa kondisi medis di atas, maka segera bicarakan dengan dokter. Dokter biasanya akan memberikan informasi dan panduan pengobatan lebih lanjut yang paling tepat untuk mencegah kram kaki terjadi secara berulang atau kambuh.

Baca juga: Penyebab Ulu Hati Sakit, Bisa karena Gangguan Pencernaan Hingga Kehamilan

Cara tepat mengobati kram pada kaki

Penanganan kram pada kaki malam hari bisa dilakukan secara mandiri di rumah dengan mudah. Beberapa cara yang dilakukan untuk meredakan kram, seperti meregangkan otot secara lembut, memijat area tersebut dengan tangan, atau menerapkan bantalan panas pada area yang kram.

Selain memijat area yang sering kram, kamu juga dapat mengonsumsi obat antiinflamasi non-steroid atau NSAID, seperti ibuprofen atau aspirin.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengobati kram kaki kronis, berupa carisoprodol, verapamil, dan orphenadrine.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline (2018), diakses pada 24 Agustus 2020. What Causes Leg Cramps?
  2. Medical News Today (2019), diakses pada 24 Agustus 2020. What to know about leg cramps at nigh
  3. Health.com (2017), diakses pada 24 Agustus 2020. 13 Causes of Leg Cramps–and How To Stop Them
    register-docotr