Kamus Penyakit

Turun Berok

November 30, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penyakit turun berok atau istilah medisnya hernia seringkali adalah penyakit yang tidak mengenal usia. Meski sering terjadi pada lansia, orang dewasa bahkan bayi sekalipun tetap bisa terserang penyakit ini. 

Supaya tidak keliru, kenali penjelasan mengenai penyakit ini secara lengkap. Mulai dari penyebab, gejala, hingga cara mengatasinya. 

Apa itu penyakit turun berok?

Penyakit turun berok adalah kondisi saat organ dalam tubuh mencuat keluar dan mendorong otot jaringan di sekitarnya. Biasanya kondisi ini sering muncul diantara dada dan pinggul. 

Dalam beberapa kasus, turun berok hanya menunjukkan sedikit gejala sehingga seringkali tidak disadari. Namun secara umum penderitanya akan melihat pembengkakan di sekitar perut atau selangkangan.

Jenis hernia yang paling umum adalah inguinal (selangkangan bagian dalam), insisional (akibat sayatan), femoralis (selangkangan luar), umbilical (pusar), dan hiatal (perut bagian atas).

Benjolan pada kasus turun berok ini bisa didorong kembali atau menghilang saat berbaring. Tetapi saat batuk atau mengejan benjolan bisa muncul kembali.

Baca Juga: Tak Hanya Nyeri Perut, Ini Gejala Usus Buntu yang Harus Diketahui

Tipe-tipe hernia. Foto: Cleveland Clinic.

Apa penyebab turun berok?

Semua jenis hernia, pada dasarnya disebabkan oleh tekanan atau kelemahan otot di perut. Kelemahan otot tersebut mungkin dipicu oleh beberapa aktivitas atau kondisi seperti:

  • Mengangkat benda berat
  • Diare atau sembelit
  • Batuk atau bersin terus-menerus
  • Fibrosis kistik
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Adanya cairan perut
  • Pembesaran prostat
  • Gizi buruk
  • Merokok.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena penyakit turun berok?

Faktor risiko dapat diuraikan berdasarkan jenis dari hernia itu sendiri. 

Hernia insisional

Hernia jenis ini biasanya terjadi setelah prosedur pembedahan. Untuk itu orang yang lebih berisiko adalah orang yang dalam kurun 3-6 bulan belakangan menjalani operasi. Risiko akan lebih besar bila:

  • Terlibat dalam aktivitas berat
  • Bertambah berat badan
  • Hamil.

Hernia inguinalis

  • Orang tua
  • Pernah mengalami hernia inguinalis sebelumnya
  • Pria
  • Perokok 
  • Lahir prematur dan berat lahir rendah
  • Memiliki riwayat hernia inguinalis dalam keluarga
  • Sembelit kronis
  • Kehamilan .

Hernia umbilikalis

Hernia jenis ini sering terjadi pada bayi dengan berat badan lahir rendah dan bayi prematur. Namun pada orang dewasa, risikonya lebih besar apabila memiliki kondisi:

  • Berjenis kelamin wanita
  • Kelebihan berat badan
  • Mengalami kehamilan ganda.

Hernia hiatal 

  • Berusia 50 tahun atau lebih
  • Mengalami obesitas.

Apa gejala dan ciri-ciri penyakit turun berok?

Secara umum, penderita hernia akan mengalami pembengkakan. Kebanyakan penderita turun berok juga akan merasakan sakit saat berdiri, mengejan, atau mengangkat barang berat.  

Penderita penyakit turun berok harus waspada dan segera mencari bantuan medis bila muncul gejala berikut:

  • Rasa sakit luar biasa
  • Mual
  • Muntah
  • Tonjolan tidak bisa didorong kembali ke perut.

Sementara pada hernia jenis hiatal, gejala refluks asam, seperti mulas juga sering terjadi akibat asam lambung yang masuk ke kerongkongan.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat turun berok?

Penyakit turun berok yang parah dapat menimbulkan komplikasi berupa:

  • Usus tercekik. Hernia juga dapat mengancam nyawa bila sudah membuat organ tubuh tercekik. Kondisi ini dapat mengganggu suplai darah ke bagian organ atau jaringan yang dapat menyebabkan kematian sel hingga jaringan tubuh dan dapat mengancam jiwa. 
  • Obstruksi. Ketika bagian dari usus mengalami hernia, isi usus tidak dapat lagi melewati daerah yang mengalami hernia. Kondisi ini menyebabkan kram, muntah hingga sulit BAB. 

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati turun berok?

Untuk merawat penyakit ini kamu perlu bantuan dokter, untuk itu jangan ragu berkonsultasi bila kamu atau kerabatmu mengalaminya. Berikut adalah cara mengatasi turun berok.

Perawatan turun berok di dokter

  • Operasi. Penyakit turun berok hanya dapat diobati dengan cara operasi. Operasi ini akan dilakukan berdasarkan pada ukuran hernia dan tingkat keparahan gejala. Setidaknya ada dua jenis operasi yang umum dilakukan yakni operasi terbuka dan operasi laparoskopi.
  • Menggunakan penopang. Dalam beberapa kasus menggunakan penopang berupa ikat pinggang dapat membantu meringankan gejala hernia. Namun penggunaannya juga perlu diawasi oleh dokter. 

Cara mengatasi turun berok secara alami di rumah

Selain dengan pengobatan dari dokter, turun berok juga perlu dihadapi dengan mengubah beberapa kebiasaan seperti:

  • Meningkatkan asupan serat
  • Berhenti merokok
  • Mengubah pola makan jadi lebih sehat
  • Hindari makan besar 
  • Jangan berbaring atau membungkuk setelah makan
  • Mempertahankan berat badan sehat
  • Hindari makanan pemicu naiknya asam lambung.

Baca Juga: Dispepsia

Bagaimana cara mencegah turun berok?

Penyakit turun berok dalam beberapa kondisi mungkin tidak bisa dicegah. Misalnya pascaoperasi atau adanya riwayat keluarga. Tetapi ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari penyakit yang satu ini, seperti: 

  • Berhenti merokok
  • Mempertahankan berat badan sehat
  • Hindari mengejan saat buang air besar atau saat buang air kecil
  • Makan makanan berserat tinggi agar tidak sembelit
  • Olahraga untuk melatih otot perut
  • Hindari mengangkat beban yang terlalu berat.

Turun berok adalah penyakit yang tidak boleh dibiarkan. Selain mengganggu, turun berok juga dapat menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa. Bila kamu mengalaminya, jangan ragu untuk mengunjungi dokter.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar penyakit ini ? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr