Kamus Penyakit

Stroke Bukan Incar Lansia Saja, yang Muda Juga Bisa, Kenali Gejalanya

May 12, 2020 | Arianti Khairina | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Ketika mendengar stroke tentu akan membuat semua orang menjadi ketakukan. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang-orang yang sudah berusia lanjut, tetapi juga saat ini bisa terjadi pada anak muda. Lalu apa penyebab sebenarnya penyakit stroke?

Baca Juga: Dijamin Efektif, Ini Dia Cara Menggemukkan Badan Saat Puasa

Apa itu stroke?

Stroke menjadi penyakit paling diwaspadai oleh banyak orang karena menyerang bagian otak. Penyakit ini terjadi ketika aliran darah dari otak terhambat.

Perlu kamu ketahui bahwa penyakit ini adalah suatu kondisi yang dapat mengancam hidup seseorang. Hal tersebut terjadi karena stroke dapat menimbulkan kerusakan pada otak secara permanen.

Penyakit ini biasanya disebabkan karena penyumbatan (iskemik) atau kebocoran (perdarahan) aliran darah di arteri yang memasok darah ke otak. Penyakit ini bisa sangat berakibat fatal. Bahkan orang yang menderitanya bisa sampai lumpuh.

Namun perlu kamu ketahui bahwa sebenarnya 90 persen pemicunya adalah gaya hidup yang tidak sehat loh. Hal itulah yang mengakibatkan saat ini stroke bisa terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak muda.

Jenis-jenis stroke

Secara umum ada beberapa jenis dari penyakit yang menyerang otak ini.

1. Stroke iskemik

Terjadinya jenis iskemik ini dikarenakan tersumbatnya arteri sehingga tidak dapat memasok darah ke otak. Penyumbatan disebabkan karena pembekuan atau aliran darah yang sangat kurang.

Tak hanya itu saja kondisi ini juga bisa disebabkan karena adanya penumpukan lemak, kolestrol, aterosklerosis serta adanya zat lain di dinding arteri.

Kamu yang memiliki kolestrol sebaiknya harus mulai berhati-hati dalam menjaga pola makanan. Ketika timbunan plak kolestrol berada di dinding arteri hal itu dapat menghalangi aliran darah.

2. Transient Ischemic Attack (TIA)

TIA ini seringkali disebut sebagai serangan iskemik sementara atau ministroke. Kondisi ini akan terjadi ketika aliran darah ke otak terhambat sementara.

Gejala-gejala TIA yang akan kamu rasakan sama seperti stroke pada umumnya, tetapi akan bisa kembali normal dalam hitungan menit hingga jam saja.

3. Stroke hemoragik

Jenis stroke hemoragik ini bisa terjadi karena arteri di otak mengalami kebocoran darah. Kemudian darah dari arteri yang bocor menciptakan tekanan berlebih di tengkorak.

Faktor resiko stroke

1. Kolesterol

Perlu kamu ketahui bahwa ketika kadar kolestrol tinggi dalam darah bisa mengakibatkan terjadinya dyslipidaemia. Kondisi adanya penyumbatan pembuluh darah, kemudian menghambat aliran darah ke dan dari jantung.

Hal tersebut yang mengakibatkan seseorang dapat terkena penyakit ini ketika memiliki kadar kolestrol tinggi.

2. Darah tinggi

Jika kamu memiliki tekanan darah tinggi sebaiknya perlu berhati-hati dan lebih menjaga pola makan sehat. Ketika kamu menurunkan tekanan darah berarti juga menurunkan risiko terserang penyakit ini.

Salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah bisa dilakukan dengan cara mengurangi asupan garam.

3. Kurang berolahraga

Selain menjadikan tubuh segar dan sehat ketika berolahraga. Kamu cukup melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki selama 30 menit tiga kali seminggu.

4. Konsumsi makanan tak sehat

Kamu bisa menurunkan terserang risiko penyakit ini dengan menghindari makanan berlemak atau manis. Sebaiknya pilihlah makanan yang lebih banyak mengandung lebih banyak serat.

5. Obesitas

Obesitas berdampak pada kesehatan kardiovaskular, tekanan darah tinggi dan diabetes. Hal ini juga bisa menjadi salah satu penyebabnya.

6. Merokok

Selain tak sehat bagi kesehatan paru-paru, berhenti merokok juga dapat menurunkan terserang risiko stroke.

Merokok. Sumber foto : https://www.discovermagazine.com/

Ketika kamu merokok, hal tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada bagian dalam pembuluh darah dan jantung. Nikotin yang terdapat di rokok juga dapat meningkatkan tekanan darah.

Cara mengobati stroke

Ketika seseorang terserang stroke tentu sangat mengkhawatirkan. Namun tak perlu panik, kamu bisa menjalani beberapa terapi yang akan membantu penyembuhan penyakit ini, dengan syarat harus dilakukan secara rutin.

Penyakit ini bisa menyerang bagian tubuh seperti wajah, mulut, kaki, tangan hingga batang otak. Sangat penting untuk diketahui bahwa kamu harus sangat menjaga mental orang yang terserang stroke ya.

Hal tersebut dikarenakan salah satu penyembuhannya harus selalu berhati senang untuk menghindari stres yang dapat memicu penyakit lainnya. Salah satunya kamu bisa ikut serta memberikan motivasi agar sang penderita stroke tetap semangat.

Dilansir dari everydayhealth.com, kamu juga bisa melakukan 3 terapi ini untuk mengobati stroke:

1. Terapi bicara

Seseorang yang terkena stroke mungkin akan kesulitan berbicara, menemukan kata-kata, atau memahami apa yang orang lain katakan. Kondisi seperti ini disebut afasia.

Ketika melakukan terapi bicara, ahli patologi wicara-bahasa akan membantu kamu untuk mempelajari kembali bagaimana menggunakan bahasa dan berkomunikasi.

Terapi yang dilakukan dapat mencakup pengulangan kata-kata serta latihan membaca dan menulis.

2. Terapi fisik

Penyakit ini juga dapat menyebabkan masalah pada gerakan. Kamu yang mengalami stroke bisa saja mengalami kelumpuhan, atau kehilangan fungsi otot. Hal tersebut bisa terjadi hanya di satu sisi tubuh.

Terapi fisik ini akan sangat membantu penderita stroke mendapatkan kembali kekuatan, koordinasi, keseimbangan, dan kontrol gerakan.

3. Terapi okupasi

Terapi okupasi atau perawat rehabilitasi dapat membantu penderita stroke mempelajari kembali keterampilan yang mereka butuhkan untuk merawat diri mereka sendiri setelah stroke.

Perawat rehabilitasi dapat membantu mengelola perawatan pribadi mereka, seperti mandi dan mencuci.

4. Konseling psikologis

Penyakit ini dapat menyebabkan perubahan kimiawi di otak yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku. Pada saat yang sama, rehabilitasi stroke bisa menjadi proses yang panjang dan sulit.

Bahkan setelah rehabilitasi selesai, sebagian besar penderita stroke akan hidup dengan beberapa cacat kecil hingga sedang. Banyak penderita stroke memerlukan konseling kesehatan mental dan obat-obatan untuk membantu mengatasi masalah seperti depresi, kecemasan, frustrasi, dan kemarahan.

Penting untuk mengidentifikasi dan menangani masalah kesehatan mental, seperti depresi, pada awal proses pemulihan. Orang yang mengalami penyakit ini mengalami depresi mungkin lebih kecil kemungkinannya untuk menindaklanjuti dengan rencana rehabilitasi dan perawatan.

Cara mencegah stroke

1. Berolahraga secara teratur

Olahraga memang sangat berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Banyak penyakit yang dapat dicegah ketika tubuh aktif bergerak untuk olahraga.

Ketika kamu rajin melakukan olahraga secara otomatis akann menjaga berat badan, membakar lemak serta kalori tubuh. Hal tersebut yang membuat berkurangnya penyumbatan pada pembuluh darah.

2. Mencegah stroke dengan hindari merokok

Merokok sudah terbukti akan mengganggu kesehatan tubuh dan menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah stroke.

Ketika merokok kamu akan mengalami penyempitan pembuluh darah, hal tersebut mengakibatkan oksigen dan darah tidak akan mengalir dengan baik. Tak hanya sampai disitu, kemudian darah dapat menggumpal dan tekanan darah pun akan meningkat.

3. Pola makan yang baik

Memerhatikan jam makan sangat dibutuhkan untuk menghindari stroke. Sangat baik ketika kamu lebih mengikuti pola enak kali makan setiap hari.

Tapi perlu diingat bahwa enam kali makan sehari bukan makanan yang mengandung karbohidrat secara terus menerus ya. Enam kali makan itu terdiri dari tiga kali porsi besar, dan tiga kali cemilan.

stroke
Pola makan yang baik bisa membantu mencegah stroke. Sumber foto: Shutterstock

Tak hanya sekedar jam pola makan, kamu juga perlu memperhatikan kandungan makanan yang dikonsumsi. Agar terhindari dari stroke kamu perlu makan makanan rendah lemak, rendah kalori serta hindari goreng-gorengan.

Makanan-makanan seperti sayur, buah, biji-bijian, dan daging yang rendah lemak akan lebih baik dikonsumsi demi kesehatan tubuh.

Makanan lainnya yang kaya dengan protein dan memiliki serat tinggi juga baik untuk dikonsumsi. Kamu sebaiknya mengatur takaran tiap-tiap makan yang kamu konsumsi.

Karena segala yang berlebihan malah menimbulkan hasil yang tidak baik, contohnya kamu malah terjangkit diabetes, obesitas dan tekanan darah tinggi adalah pintu menuju stroke loh.

5. Konsumsi sayur dan buah

Semua jenis sayur dan buah memang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Tapi perlu kamu ingat bahwa ada beberapa buah dan sayur yang wajib untuk dikonsumsi agar kamu tidak terserang penyakit stroke.

Buah-buahan wajib yang dikonsumsi seperti apel yang mengandung zat quercetin yang dapat menangani pengerasan pembuluh darah, pisang yang tinggi kalium, alpukat yang kaya dengan lemak tak jenuh dan tentunya sayuran hijau.

6. Jaga kesehatan mental dan pikiran

Tak hanya aktif bergerak secara fisik, kamu juga perlu memerhatikan kesehatan mental. Olah batin dapat kamu lakukan dengan beberapa cara, misalnya seperti yoga dan bermeditasi.

Saat melakukan yoga dan bermeditasi akan membuat pikiran dan hati menjadi rileks. Dalam kondisi seperti ini tekanan darah kita akan stabil.

Baca juga: Tes Kesehatan pun Bisa Gagal, Ini Faktor Penyebabnya

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. healthline.com (2017) diakses 11 Mei 2020. 5 Signs of a Stroke to Be Aware Of 
  2. healthline.com (2018) diakses 11 Mei 2020. Everything You Need to Know About Stroke 
  3. medicinenet.com (2019) diakses 11 Mei 2020. Stroke definition and facts 
  4. mayoclinic.org (2020) diakses 11 Mei 2020. Stroke 
  5. medicalnewstoday.com (2020) diakses 11 Mei 2020. Everything you need to know about stroke 
  6. pennmedicine.org (2019) diakses 11 Mei 2020. If Someone is Having a Stroke: 3 Things To Do and 3 Things Not To Do 
  7. everydayhealth.com (2018) diakses 11 Mei 2020.  Tips for Stroke Treatment and Rehabilitation 
    register-docotr