Kamus Penyakit

SARS

October 16, 2020 | Nik Nik Fadlah
feature image

Penyakit SARS (severe acute respiratory syndrome) adalah penyakit pernapasan akibat virus yang disebabkan oleh virus Corona atau yang juga dikenal sebagai SARS-associated coronavirus (SARS-CoV). Penyakit ini merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai penyakit ini, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: COVID-19 (Virus Corona)

Apa itu penyakit SARS?

SARS adalah penyakit pernapasan yang menular dan terkadang fatal. Penyakit ini pertama kali muncul di China pada November 2002, namun para ilmuwan mengidentifikasinya pada Februari 2003.

Penyakit SARS menyebar ke lebih dari 24 negara sebelum otoritas kesehatan berhasil menanganinya. Dilansir dari Medical News Today, antara November 2002 hingga Juli 2003 terdapat 8.098 kasus SARS di seluruh dunia dan terdapat sebanyak 774 kematian.

Apa penyebab SARS?

Penyakit SARS disebabkan oleh virus yang dapat mengambil alih sel tubuh dan menggunakannya untuk membuat salinannya sendiri. Virus SARS berasal dari kelompok yang dikenal sebagai coronavirus, yang juga dapat menyebabkan flu biasa.

Penyakit SARS dapat menyebar ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, yang mana hal ini dapat membuat ia menyemprotkan tetesan kecil yang mengandung virus ke orang lain dalam jarak 2-3 kaki.

SARS juga dapat ditularkan secara tidak langsung, yakni ketika seseorang menyentuh permukaan yang terkena tetesan, kemudian ia menyentuh hidung, mata, atau bahkan mulut.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena penyakit SARS?

Pada umunya orang yang paling berisiko terkena penyakit ini adalah mereka yang pernah melakukan kontak langsung atau kontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi, misalnya saja anggota keluarga atau tenaga kesehatan.

Meskipun demikian, dilansir dari World Health Organization (WHO), sebelumnya, kebanyakan pasien yang diidentifikasi dengan SARS adalah orang dewasa sehat yang berusia 25-70 tahun. Beberapa kasus yang diduga SARS juga telah dilaporkan terjadi pada anak berusia di bawah 15 tahun.

Apa gejala dan ciri-ciri SARS?

Penyakit SARS adalah infeksi virus yang memiliki gejala mirip flu. Ketika SARS terjadi, gejalanya dapat muncul 2-7 hari setelah terpapar virus, tetapi ini juga bisa memakan waktu hingga 10 hari.

Gejala pertama adalah demam tinggi lebih dari 38,0° C. Gejala awal lainnya dapat termasuk:

  • Nyeri
  • Meriang
  • Diare (terjadi pada sekitar 10-20 persen).

Gejala tersebut berkembang dalam 7 hari. Setelah 7-10 hari, seseorang yang terinfeksi mungkin memerhatikan gejala lainnya, seperti:

  • Batuk kering
  • Sesak napas
  • Hipoksia (kadar oksigen rendah dalam tubuh).

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat SARS?

Banyak orang dengan SARS mengembangkan pneumonia. Tak hanya itu, penyakit SARS juga dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya seperti gagal jantung dan gagal hati.

Orang yang berusia di atas 60 tahun, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi yang mendasari seperti diabetes atau hepatitis memiliki risiko tinggi terkena komplikasi serius.

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati penyakit SARS?

Pengobatan penyakit SARS sangat bergantung pada seberapa parah gejala yang kamu alami. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan mengenai pengobatan pada penyakit SARS.

Perawatan SARS di dokter

Perawatan SARS di dokter biasanya memerlukan diagnosis terlebih dahulu. Dokter akan bertanya mengenai gejala dan melakukan pemeriksaan fisik. Beberapa tes yang dapat membantu mengidentifikasi SARS-CoV di antaranya adalah:

  • Tes darah
  • Tes feses
  • Tes sekresi hidung
  • Tes pencitraan untuk mendeteksi pneumonia.

Cara mengatasi SARS secara alami di rumah

Dilansir dari Centres for Disease Control and Prevention, penderita penyakit SARS-CoV yang tidak memerlukan rawat inap karena indikasi medis dapat diisolasi di rumah, berikut adalah perawatan yang perlu dilakukan:

  • Pasien tidak boleh meninggalkan rumah selama periode isolasi
  • Selalu ikuti instruksi yang diberikan oleh dokter, jangan lupa untuk selalu meminum obat yang diberikan
  • Pisahkan pasien dari orang lain di rumah. Gunakan kamar dan kamar mandi terpisah jika tersedia
  • Untuk meminimalkan kontak dengan pasien di rumah, sebaiknya anggota keluarga lainnya, terutama mereka yang berisiko terkena komplikasi yang serius (misalnya orang dengan penyakit jantung atau paru-paru, diabetes mellitus, atau lansia) sebaiknya direlokasi
  • Pasien harus menutup hidung atau mulut saat batuk.

Apa saja obat SARS yang biasa digunakan?

Berikut adalah beberapa obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit ini.

Obat SARS di apotek

Para ilmuwan belum menemukan pengobatan yang efektif untuk SARS. Obat antibiotik tidak bekerja untuk melawan virus, sedangkan obat antivirus belum menunjukkan banyak manfaat. Penelitian untuk menemukan vaksin pun sedang berlangsung.

Orang yang menderita SARS harus segera dirawat di rumah sakit dan diisolasi dengan pengawasan yang ketat. Beberapa perawatan untuk mengurangi gejala SARS biasanya meliputi:

  • Penggunaan ventilator untuk mengalirkan oksigen
  • Antibiotik untuk mengobati bakteri penyebab pneumonia
  • Obat antivirus
  • Steroid dosis tinggi untuk mengurangi pembengkakan di paru-paru.

Baca juga: Benarkah Vaksin Corona Sudah Beredar? Simak 8 Fakta & Mitos tentang COVID-19 Berikut

Obat SARS alami

Hingga saat ini belum ada obat herbal atau alami yang mampu untuk mengobati penyakit SARS.

Bagaimana cara mencegah penyakit SARS?

Para peneliti sedang mengerjakan beberapa jenis vaksin untuk SARS, untuk mencegah penularan SARS, berikut adalah cara yang bisa kamu lakukan:

  • Selalu mencuci tangan dengan benar dengan menggunakan sabun dan air bersih, atau dengan menggunakan pembersih berbasis alkohol
  • Kenakan sarung tangan sekali pakai jika menyentuh cairan tubuh seseorang yang terinfeksi
  • Kenakan masker bedah saat berada di ruangan yang sama dengan penderita SARS
  • Disinfeksi semua permukaan yang terkontaminasi virus
  • Hindari berbagi makanan, minuman, dan peralatan makan atau minum
  • Hindari menyentuh mata, mulut, dan hidung dengan tangan yang tidak bersih
  • Cuci semua barang pribadi, termasuk seprai dan peralatan yang digunakan oleh penderita SARS.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai penyakit SARS. Melakukan pencegahan merupakan hal yang penting. Jika gejala SARS muncul, sebaiknya segeralah kunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Perawatan sejak dini sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi lain yang dapat ditimbulkan.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

Centers for Disease Control and Prevention (2017). Diakses pada 12 Oktober 2020. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) 

Healthline (2017). Diakses pada 12 Oktober 2020. SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 12 Oktober 2020. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) 

Medical News Today (2020). Diakses pada 12 Oktober 2020. Everything You Need to Know About SARS 

NHS (2019). Diakses pada 12 Oktober 2020. SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) 

World Health Organization. Diakses pada 12 Oktober 2020. Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) 

Webmd (2020). Diakses pada 12 Oktober 2020. What is SARS? 

 

 

    register-docotr