Kamus Penyakit

Sering Batuk dan Sesak Napas? Waspada Gejala Penyakit PPOK!

June 17, 2020 | Felicia Elfriestha
feature image

Penyakit PPOK atau penyakit paru obstruktif kronis sampai saat ini mungkin belum terlalu populer. Namun sebenarnya penyakit ini memiliki gejala cukup khas, lho.

Termasuk di antaranya sesak napas, batuk dan mudah lelah. Agar tak keliru, yuk kenali lagi tentang penyakit PPOK!

Apa itu penyakit PPOK?

Penyakit PPOK atau penyakit paru obstuktif kronis merupakan sekelompok penyakit paru-paru yang menghalangi aliran udara napas dan membuat kamu sulit untuk bernapas. 

Penyakit ini merupakan kondisi umum yang menyerang orang dewasa, terutama para perokok. Masalah pernapasan ini cenderung semakin memburuk dari waktu ke waktu dan dapat memengaruhi produktivitas.

Sebagian besar kasus pada penyakit ini dapat melukai paru-paru dan menyebabkan peningkatan resistensi saluran pernapasan. Bentuk lainnya dapat membangkitkan sekresi dahak secara berlebihan sehingga paru-paru tidak mampu membersihkannya.

Penyebab penyakit PPOK

Penyebab utama penyakit PPOK adalah rokok. Tidak hanya itu saja, seseorang yang terpapar asap rokok juga memiliki risiko tinggi mengalaminya.

Berikut beberapa penyebab penyakit PPOK, antara lain:

  • Polusi udara, termasuk bahan bakar biomassa yang digunakan untuk memasak, atau polutan di tempat kerja, seperti debu dan bahan kimia
  • Orang yang kurang protein tertentu (alpha-1 antitrypsin), yang berperan untuk melindungi paru-paru
  • Orang yang menderita infeksi respiratori reguler selama masa kanak-kanak
  • Orang yang berumur 40 tahun ke atas
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit PPOK
  • Menderita penyakit pernapasan lainnya seperti asma

Gejala penyakit PPOK

Pada umumnya gejala penyakit PPOK seringkali tidak muncul sampai terjadinya kerusakan paru-paru yang menjadi lebih parah. Apalagi jika pada perokok, gejala akan memburuk semakin lama. Berikut beberapa gejala yang dapat timbul:

Batuk yang tak kunjung sembuh

Inilah merupakan gejala yang paling umum dari penyakit PPOK. Saat batuk, biasanya muncul juga lendir yang berwarna kuning. Biasanya batuk akan terasa lebih parah di pagi hari, saat berolahraga, dan merokok. 

Sesak napas

Biasanya kamu akan mengalami kesulitan untuk bernapas dikarenakan saluran udara di paru-paru yang meradang, rusak dan mulai menyempit. 

Biasanya gejala ini bisa membuat rutinitas kegiatan harian, seperti berjalan, melakukan pekerjaan rumah sederhana, berganti pakaian, atau mandi, menjadi lebih sulit. 

Kelelahan esktrem

Saat kamu mengalami kesulitan bernapas, maka kamu tidak akan mendapatkan oksigen yang cukup. Hal ini membuat fungsi tubuh kamu akan melambat dan terjadinya kelelahan. 

Tidak hanya itu saja, kamu juga bisa mengalami kelelahan karena paru-paru kamu bekerja lebih keras untuk mengalirkan oksigen dan membuang karbondioksida yang membuat kamu kehabisan energi.

Muncul mengi

Mengi merupakan suara yang timbul di saat kamu membuang napas melalui saluran udara yang sempit atau tersumbat. 

Pada penderita penyakit PPOK, biasanya mengalami mengi yang disebabkan oleh kelebihan lendir yang memblokir saluran udara. Tetapi mengi tidak selalu berarti bahwa kamu menderita PPOK saja, ya. Mengi juga merupakan gejala asma dan pneumonia.

Penurunan berat badan

Jika penyakit ini telah diderita dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan penurunan berat badan. Hal ini karena tubuh membutuhkan energi ekstra sehingga pembakaran kalori menjadi lebih banyak dibandingkan dengan kalori yang masuk. 

Pembengkakan pada kaki dan tangan

Hal yang bisa saja terjadi akibat peningkatan tekanan pada jantung. Meningkatnya tekanan pada jantung dapat disebabkan oleh kerja jantung yang menjadi lebih keras untuk memompa darah melalui paru-paru yang rusak.

Hal ini yang menyebabkan tangan dan kaki menjadi bengkak. Pastinya sangat mengganggu dalam berktivitas sehari-hari.

Tahapan proses penyakit PPOK

Penyakit PPOK merupakan penyakit yang menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan di paru-paru. Sebelum menjadi semakin parah, kamu harus mengenali tahapan-tahapannya guna mendapatkan perawatan yang tepat.

Pada dasarnya penyakit ini memiliki empat tahapan, mulai dari yang ringan sampai sangat parah. Di setiap tahapannya, gejalanya pun berbeda-beda. Berikut tahapan penyakit PPOK mulai dari yang ringan sampai parah, yaitu:

Stadium 1

Pada tahap ini akan menimbulkan gejala seperti sesak napas. Meski sesak napas terjadi, namun tingkatnya terbilang ringan. Selain itu, kadang terjadi batuk kronis dan produksi dahak, namun hal ini tidak selalu terjadi. 

Dikarenakan tahap ini terbilang ringan, banyak orang yang berada pada stadium 1 ini cenderung tidak menyadari bahwa fungsi paru-parunya mulai tidak normal.

Stadium 2

Di tahap ini akan terjadinya keterbatasan keterbatasan aliran udara menjadi lebih buruk. Jika pada stadium 1 sesak napas tidak terlalu sering terjadi, pada tahap ini kamu akan lebih sering mengalami sesak napas. 

Biasanya penderita mungkin akan mulai pergi memeriksakan diri ke dokter karena gejala gangguan pernapasan yang tak kunjung hilang (gejala pernapasan kronis) atau penyakit mereka yang dirasa semakin memburuk.

Stadium 3

Tahap ini merupakan stadium berat dan terbilang parah. Aliran udara dalam tubuh akan menjadi lebih buruk lagi dari sebelumnya pada tahap ini. 

Kamu akan memiliki gejala yang lebih parah, seperti sesak napas yang semakin menjadi, menurunnya kemampuan berolahraga, peradangan serta gejala penyakit lain yang berulang dan makin parah sehingga memengaruhi kualitas hidup.

Stadium 4

Tahap ini adalah tahapan terparah dari penyakit ini. Hal ini menyebabkan penurunan kualitas hidup yang signifikan akibat sesak napas. Kesulitan bernapas yang dialami oleh panderita bahkan dapat mengancam nyawa pada beberapa kasus.

Pemeriksaan dan diagnosis penyakit PPOK

Secara umum, kebanyakan penyakit ini tidak terdiagnosis sampai penyakitnya berkembang. Biasanya dokter akan melakukan beberapa tes untuk mendiagnosis pasien. Berikut beberapa tes yang biasanya dilakukan, antara lain:

Tes darah

Biasanya dokter melakukan tes darah untuk memastikan apakah penderita mengidap penyakit lainnya seperti anemia dan polisitemia. Penyakit tersebut memiliki gejala yang mirip dengan penyakit PPOK.

Selain itu, tes darah dilakukan untuk memeriksa antitrisin alfa-1 yang ada di dalam tubuh penderita.

Tes fungsi paru-paru

Spirometri adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengukur secara obyektif kapasitas atau fungsi paru (ventilasi) pada pasien dengan indikasi medis. Alat yang digunakan disebut spirometer.

Foto rontgen dada

penyakit-ppok
Rontgen paru-paru. Foto: healthline.com

Biasanya akan dilakukan foto toraks untuk melihat apakah terdapat emfisema yang merupakan salah satu penyebab penyakit ini.

CT scan

Hal ini dilakukan untuk membantu mendeteksi emfisema dan membantu menentukan apakah pasien membutuhkan prosedur operasi.

Elektrokardiogram dan ekokardiogram

Hal ini dilakukan untuk memeriksa kondisi jantung pada penderita penyakit PPOK.

Pengobatan penyakit PPOK

Pada dasarnya penyakit yang satu ini belum dapat disembuhkan, tetapi dapat dilakukan pengobatan yang bertujuan untuk meringankan gejala dan menghambat perkembangannya. Misalnya seperti:

Pemberian obat-obatan medis

Dokter biasanya memberikan beberapa obat ini pada penderita penyakit PPOK, antara lain:

  • Teofilin berfungsi untuk melegakan napas dan membuka jalan napas
  • Mukolitik berfungsi untuk mengencerkan dahak atau lendir
  • Kortikosteroid berfungsi untuk mengurangi peradangan saluran pernapasan
  • Antibiotik jika terjadi tanda-tanda infeksi paru-paru

Fisioterapi dada

Fisioterapi dada dilakukan untuk memberikan edukasi mengenai penyakit ini. Terapi ini dapat memberikan efeknya terhadap kondisi psikologi, dan pola makan yang sebaiknya dilakukan.

Selain itu, biasanya akan melakukan latihan fisik dan pernapasan untuk penderita penyakit ini seperti berjalan dan mengayuh sepeda.

Operasi

Biasanya operasi ini dilakukan pada penderita PPOK yang gejalanya tidak dapat diredakan dengan pemberian obat atau terapi. 

Misalnya seperti transplantasi paru-paru, yaitu operasi pengangkatan paru-paru yang rusak untuk diganti dengan paru-paru sehat dari donor.

Rehabilitasi pulmonari

Hal ini dilakukan kepada orang yang mengalami penyakit PPOK yang parah. Hal ini meliputi pelatihan olahraga, pendidikan pasien, panduan pola makan dan konseling psikologis.

Komplikasi penyakit PPOK

Penyakit yang satu ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi lainnya, seperti:

  • Infeksi pernapasan, biasanya para penderita penyakit ini akan rentan terserang flu dan pneumonia
  • Masalah jantung, penyakit ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, salah satunya serangan jantung
  • Tekanan darah tinggi, pada dasarnya penyakit ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi di arteri yang membawa darah ke paru-paru
  • Depresi, para penderita biasanya mengalami kesulitan bernapas membuat kamu tidak bisa melakukan banyak hal. Kondisi ini bisa membuat kamu lama-kelamaan mengalami depresi

Pencegahan penyakit PPOK

Meski penyakit ini tidak dapat disembuhkan, ada beberapa cara yang dapat kamu lakukan, antara lain:

Berhenti merokok

Tindakan paling penting yang diperlukan untuk memperlambat keparahan penyakit dan mempertinggi tingkat ketahanan hidup adalah berhenti merokok. Merokok yang dimaksud dalam artian secara aktif maupun pasif.

Minum obat teratur

Kamu seharusnya menggunakan dan mengonsumsi obat yang diresepkan dan diberikan dokter secara teratur. Obat yang diberikan biasanya berupa inhaler yang dapat mencegah kekambuhan.

Sebelum mengonsumsi dan menggunakananya, sebaiknya kamu membaca informasi setiap obat yang akan digunakan merupakan kebiasaan baik agar terhindar dari efek interaksi obat yang merugikan.

Olahraga teratur

Bagi para penderita penyakit ini diharuskan untuk olahraga secara teratur. Hal ini dapat memperbaiki gejala dan kualitas hidup kamu. Berolahraga hingga terasa sedikit terengah-engah tidaklah berbahaya, tapi ingat untuk jangan memaksakan diri juga, ya.

Hindari keluar rumah saat udara dingin

Udara yang dingin dapat menyebabkan para penderita penyakit ini akan kesulitan bernapas. Sebaiknya kamu harus memperhatikan terlebih dahulu cuaca luar sebelum kamu berniat untuk pergi keluar rumah.

Jaga pola makan

Kamu diharuskan untuk menjaga berat badan agar tetap ideal. Dikarenakan berat badan yang berlebih dapat membuat sesak napas semakin buruk.

Oleh karena itu, menurunkan berat badan dengan kombinasi olahraga rutin dan diet makanan sehat merupakan hal yang baik. Konsumsi tinggi protein dan kalori yang sesuai dapat menjaga berat badan kamu tetap ideal.

Demikian informasi penting tentang penyakit PPOK yang penting kamu ketahui. Tetap jaga kesehatan kamu, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. mayoclinic.org (2020) diakses 15 Juni 2020. COPD. 15 Juni 2020 pukul 21.00.
  2. healthline.com (2019) diakses 15 Juni 2020. Everything You Need to Know About Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). 15 Juni 2020 pukul 21.50.
  3. dinkes.bulelengkab.go.id (2018) diakses 15 Juni 2020. PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK). 15 Juni 2020 pukul 22.30.
    register-docotr