Kamus Penyakit

PCOS

September 16, 2020 | Ajeng Annastasia | dr Peter Alison
feature image

PCOS atau sindrom ovarium polikistik belakangan ini ramai diperbincangkan. Tapi apa sebenarnya yang dimaksud dengan penyakit PCOS? Apakah penyakit ini berbahaya jika dialami oleh wanita? Dan apakah penderita PCOS bisa hamil?

Yuk simak informasi lengkap tentang PCOS dalam artikel berikut ini!

Apa itu penyakit PCOS?

Penyakit PCOS perlu segera diperiksakan ke dokter. Foto: Shutterstock.com

PCOS merupakan singkatan Polycystic Ovary Syndrome atau sindrom ovarium polikistik. Penyakit PCOS adalah sebuah penyakit akibat gangguan hormon pada wanita.

Pada dasarnya, ovarium wanita dengan PCOS memproduksi hormon maskulin (androgen) yang sangat tinggi. Ketidakseimbangan hormon ini menyebabkan wanita telat haid dan membuat peluang kehamilan jadi turun.

Baca juga: Susah Tidur di Malam Hari, Apakah Saya Stres?

Kasus penyakit PCOS terjadi sekitar 6-10% pada wanita berusia 15-44 tahun. Menurut penelitian, 70% dari wanita yang memiliki PCOS tidak menyadarinya.

Pada ovarium yang terkena PCOS, terdapat banyak kantung kecil yang disebut kista. Kista tersebut sebenarnya adalah folikel yang mengandung sel telur, di mana sel telur ini tidak dapat berkembang menjadi matang.

Akibatnya, kadar hormon estrogen dan progesteron wanita dengan PCOS menjadi lebih rendah dari normal.

PCOS juga berkontribusi terhadap penyakit jangka panjang seperti penyakit jantung dan diabetes.

Apa penyebab penyakit PCOS?

Sampai saat ini penyebab pasti PCOS belum diketahui. Foto: Shutterstock.com

Penyebab pasti PCOS sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor pemicu timbulnya PCOS, di antaranya:

● Kelebihan insulin. Insulin dapat meningkatkan produksi androgen.

● Inflamasi derajat sedang. Inflamasi ditandai dengan meningkatnya sel darah putih untuk melawan infeksi. Proses inflamasi dapat meningkatkan androgen.

● Genetik. Beberapa masalah gen dikaitkan dengan terjadinya PCOS.

● Androgen yang berlebih. Hal ini menimbulkan hirsutisme dan juga memicu timbulnya jerawat.

Siapa saja yang lebih berisiko terkena sindrom ovarium polikistik?

Semua wanita dari semua ras dan etnis berisiko untuk terkena PCOS. Risiko PCOS lebih tinggi jika kamu mengalami obesitas atau jika kamu memiliki ibu, saudara perempuan, atau bibi dengan PCOS.

Polycystic ovary syndrome cenderung dapat terjadi dalam keluarga, tetapi sedikit yang diketahui tentang penyebabnya atau bagaimana ini diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tak hanya itu, sindrom ovarium polikistik juga telah dikaitkan dengan beberapa kondisi kesehatan, seperti:

  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol yang tidak sehat
  • Sleep apnea
  • Depresi dan gangguan kecemasan
  • Kanker endometrium

Apa gejala dan ciri-ciri penyakit PCOS?

Beberapa wanita mengalami gejala awal rata-rata sejak kala pertama menstruasi, namun sebagian baru menyadari dirinya mengidap polycystic ovary syndrome setelah terjadi kenaikan berat badan yang signifikan dan merasa sulit untuk hamil.

Gejala lain PCOS di antaranya:

● Haid yang tidak teratur atau berkepanjangan, umumnya kurang dari 8 kali dalam setahun

● Perdarahan menstruasi yang lebih banyak dari biasanya akibat siklus menstruasi memanjang

● Pertumbuhan rambut yang berlebihan di sekujur tubuh (hirsutisme)

● Kenaikan berat badan yang signifikan

● Kebotakan

● Warna kulit terutama di daerah lipatan seperti lipatan leher, selangkangan, dan bagian bawah payudara menjadi gelap

● Sakit kepala

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat sindrom ovarium polikistik?

Sindrom ovarium polikistik atau PCOS dapat menimbulkan beberapa komplikasi yang harus diperhatikan, komplikasi ini dapat termasuk:

  • Inferilitas
  • Diabetes gestasional atau tekanan darah tinggi akibat kehamilan
  • Keguguran atau kelahiran prematur
  • Steatohepatitis non alkoholik (NASH), yakni peradangan hati yang parah yang disebabkan oleh penumpukan lemak di hati
  • Sindrom metabolik, yang dapat menyebabkan beberapa kondisi seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, serta kadar kolesterol atau trigliserida abnormal yang dapat meningkatkan penyakit jantung
  • Diabetes tipe 2 atau prediabetes
  • Sleep apnea (napas berhenti sementara)
  • Depresi, gangguan kecemasan, dan gangguan makan
  • Perdarahan uterus abnormal
  • Kanker lapisan rahim (kanker endometrium)

Bagaimana cara mengatasi dan mengobati sindrom ovarium polikistik?

Jangan tunda cek penyakit PCOS ke dokter, ya! Foto: Shutterstock.com

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengelola gejala PCOS, kamu dapat melakukan perawatan di dokter maupun di rumah. Berikut penjelasan selengkapnya.

Perawatan PCOS di dokter

Saat diketahui mengalami PCOS, seorang wanita harus mendapatkan pengobatan yang tepat dari dokter. Ketika mengalami gejala-gejala seperti disebutkan di atas, dokter biasanya akan memastikan dengan melakukan pemeriksaan seperti:

  • Tes darah
  • USG abdomen

Cara mengatasi PCOS secara alami di rumah

Selain melakukan perawatan di dokter, kamu juga dapat melakukan perawatan di rumah. Terapi PCOS melibatkan perubahan gaya hidup atau pengobatan tertentu, ini dapat termasuk:

  • Penurunan berat badan melalui diet PCOS rendah kalori
  • Melakukan olahraga ringan

Apa saja obat penyakit PCOS yang biasa digunakan?

Terapi PCOS berfokus pada pengelolaan masalah pribadi, seperti infertilitas, hirsutisme, atau bahkan obesitas.

Obat PCOS di apotek

Tidak ada obat untuk PCOS, tetapi kamu dapat mengelola gejala PCOS. Untuk mengelola gejala yang disebabkan oleh kondisi ini, sebaiknya konsumsilah obat-obatan yang hanya diresepkan oleh dokter.

Untuk mengatur siklus menstruasi, dokter mungkin akan merekomendasikan:

  • Kombinasi pil KB: Pil yang mengandung estrogen dan progestin dapat menurunkan produksi androgen dan mengatur estrogen
  • Terapi progestin: Terapi PCOS ini, dilakukan dengan cara mengonsumsi progestin selam 10 hingga 14 hari setiap satu sampai dua bulan yang dilakukan untuk mengatur menstruasi serta melindungi dari kanker endometrium

Untuk membantu ovulasi, dokter mungkin akan merekomendasikan obat-oabatn berikut, seperti yang dilansir dari Mayo Clinic.

  • Clomiphene
  • Letrozole
  • Metformin
  • Gonadotropin

Obat PCOS alami

Selain mengonsumsi obat-obatan tertentu, kamu juga dapat mencoba pengobatan herbal, seperti:

  • Akar maca
  • Akar licorice
  • Ashwagandha
  • Chasteberry

Meskipun demikian, sebaiknya sebelum melakukan pengobatan alami ini, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter ya.

Apa saja makanan dan pantangan untuk penderita penyakit PCOS?

Seorang wanita yang mengalami polycystic ovary syndrome disarankan untuk melakukan diet PCOS. Melakukan diet PCOS bertujuan untuk memenuhi asupan nutrisimu.

Hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan berat badan yang sehat, dan meningkatkan kadar insulin yang dapat membantu penderita PCOS merasa lebih baik.

Diet PCOS sendiri melibatkan beberapa makanan yang harus kamu hindari, seperti:

  • Karbohidrat olahan
  • Makanan yang digoreng, seperti fast food
  • Minuman manis, seperti soda dan minuman berenergi
  • Daging olahan
  • Lemak padat
  • Daging merah berlebih, seperti steak dan hamburger

Bagaimana cara mencegah sindrom ovarium polikistik?

Meskipun sebagian besar kasus sindrom ovarium polikistik tidak dapat dicegah, menerapkan gaya hidup sehat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius, ini dapat termasuk:

  • Mempertahankan berat badan yang sehat
  • Membatasi konsumsi karbohidrat
  • Menjadi lebih aktif dengan berolahraga

Apakah penderita PCOS bisa hamil?

Apakah penderita PCOS bisa hamil merupakan pertanyaan yang sering ditanyakan oleh wanita yang mengalami kondisi ini. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi mereka.

Polycystic ovary syndrome adalah kondisi hormonal yang terjadi pada wanita. Wanita dengan kondisi ini seringkali berjuang untuk mendapatkan kehamilan dan berjuang dalam risiko yang lebih tinggi mengalami komplikasi ketika kamu mengalami PCOS saat hamil.

Meskipun demikian, dengan mengatasi gejalanya, banyak wanita yang mengalami kondisi ini bisa hamil dan memiliki bayi yang sehat.

Namun, kamu juga harus memerhatikan beberapa risiko PCOS saat hamil, adapun beberapa risiko PCOS saat hamil di antaranya adalah:

  • Keguguran
  • Diabetes gestasional
  • Preeklamsia (komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi)
  • Operasi caesar

Konsultasikan segera kondisi ini dengan dokter. Konsultasi juga sebaiknya segera dilakukan ketika muncul gejala-gejala lanjut, misalnya seperti telat haid tetapi tidak hamil. Selain itu, adanya pertumbuhan rambut di wajah dan banyak jerawat juga menjadi gejala yang tak bisa diabaikan.

Baca juga: Jangan Hanya Pakai, Perhatikan Juga Cara Merawat Lensa Kontak yang Benar

Punya pertanyaan lain terkait dengan kondisi ini? Silakan chat kami melalui Aplikasi Grab Health. Dokter terpercaya kami siap membantumu selama 24/7.

Reference

Azziz, Ricardo, et al. Polycystic Ovary Syndrome. Nature Reviews Disease
Primers, vol. 2, no. 1, Aug. 2016, pp. 1–18. www.nature.com,
doi:10.1038/nrdp.2016.57.

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) – Symptoms and Causes. Mayo Clinic,
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pcos/symptoms-causes/syc-
20353439. Accessed 13 Feb. 2020.

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS): Symptoms, Causes, and Treatment.
Healthline, https://www.healthline.com/health/polycystic-ovary-disease.
Accessed 13 Feb. 2020.

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). National Women’s Health Network, https://nwhn.org/polycystic-ovary-syndrome-pcos/. Accessed 16 Sept. 2020.

What to Eat if You Have PCOS. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323002. Accessed 16 Sept. 2020.

30 Natural Ways to Help Treat Polycystic Ovary Syndrome. Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/natural-treatment-pcos#diet-changes. Accessed 16 Sept. 2020.

Polycystic Ovary Syndrome. Womenshealth.gov. https://www.womenshealth.gov/a-z-topics/polycystic-ovary-syndrome. Accessed 16 Sept. 2020.

PCOS and Pregnancy. Pregnancy Birth and Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/pcos-and-pregnancy#:~:text=Polycystic%20ovarian%20syndrome%2C%20or%20PCOS,and%20have%20a%20healthy%20baby. Accessed 16 Sept. 2020.

    register-docotr