Kamus Penyakit

Kenali Gejalanya, Ini Bahaya Penyakit Pankreatitis bagi Tubuh

August 1, 2020 | Arianti Khairina
feature image

Pankreas adalah organ kecil, yang terletak di belakang perut dan fungsinya untuk membantu pencernaan. Namun jika terjadi peradangan pada organ tersebut, kamu bisa mengalami penyakit pankreatitis. Lalu seperti apa gejala pankreatitis? 

Apa itu penyakit pankreatitis?

Dilansir dari WebMD, pankreatitis adalah penyakit di mana bagian pankreas mengalami peradangan. Pankreas sendiri merupakan salah satu organ penting dalam tubuh yang memiliki dua tugas utama, yaitu: 

  • Memberikan enzim pencernaan yang kuat ke dalam usus kecil untuk membantu kamu dalam mencerna makanan. 
  • Melepaskan insulin dan glukagon ke dalam aliran darah. Hormon-hormon ini membantu tubuh kamu untuk mengendalikan bagaimana pankreas mengolah makanan yang masuk ke dalam untuk dijadikan energi.

Perlu kamu ketahui bahwa gejala yang ditimbulkan akibat dari penyakit pankreatitis dapat datang dan pergi secara cepat, atau bisa juga justru menjadi masalah kronis.

Perawatan pengobatan yang dijalani tentu akan tergantung pada seberapa parah pankreatitis yang kamu derita.

Gejala pankreatitis

Kebanyakan orang yang menderita pankreatitis akut atau kronis mengalami nyeri pada bagian perut di sebelah kiri tengah. Pada umumnya itu adalah gejala utama yang akan kamu rasakan jika menderita pankreatitis. 

Beberapa orang yang memiliki pankreatitis kronis dapat menunjukkan peradangan pada scan pencitraan diagnostik, tetapi sebaliknya tidak menunjukkan gejala.

Tak hanya itu saja berikut ini beberapa gejala lain yang mungkin akan timbul dilansir dari Healthline:

  • Rasa sakit di sekitar tubuh bagian atas dan bagian belakang 
  • Gangguan pencernaan
  • Mual atau muntah
  • Menurunnya berat badan
  • Kembung disertai dengan perut buncit (bengkak)
  • Cegukan
  • Demam

Selain itu, gejala lainnya bisa juga mengalami steatorrhea, yaitu tinja berlemak yang mengeluarkan bau tak sedap.

Steatorrhea bisa menjadi tanda malabsorpsi. Hal ini menunjukkan kamu tidak mendapatkan semua nutrisi penting karena pankreas tidak mengeluarkan cukup enzim pencernaan untuk memecah makanan yang berada di dalam tubuh. 

Jenis pankreatitis 

Pankreatitis yang sering terjadi pada umumnya digolongkan menjadi akut atau kronis, dan pankreatitis nekrotikans. 

Pankreatitis nekrotikans dapat disebabkan oleh kasus pankreatitis akut yang ekstrem. Berikut ini penjelasan jenis-jenis pankreatitis dilansir dari Healthline

1. Pankreatitis akut

Pankreatitis akut adalah penyebab utama masalah gastrointestinal. Menurut  National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), sekitar 275.000 orang Amerika dirawat di rumah sakit karena pankreatitis akut setiap tahun.

Timbulnya penyakit pankreatitis akut seringkali sangat tiba-tiba. Peradangan biasanya hilang dalam beberapa hari setelah perawatan dimulai, tetapi beberapa kasus mungkin memerlukan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

Pankreatitis akut jauh lebih umum pada orang dewasa daripada pada anak-anak. Batu empedu adalah penyebab utama terjadinya pankreatitis akut pada orang dewasa.

Kondisi ini juga dapat berkembang menjadi pankreatitis kronis, terutama bagi kamu yang merokok secara aktif atau punya kebiasaan mengonsumsi alkohol. 

2. Pankreatitis kronis

Pankreatitis kronis adalah peradangan pankreas yang muncul kembali secara konsisten atau terjadi dalam jangka waktu yang lama.

Orang dengan pankreatitis kronis dapat mengalami kerusakan permanen pada organ pankreas dan mengalami komplikasi penyakit lainnya. 

Pankreatitis dapat merusak sel-sel yang memproduksi insulin yaitu suatu hormon yang dikeluarkan oleh pankreas untuk mengatur jumlah gula dalam darah pada tubuhmu. 

Hal ini menyebabkan diabetes pada sekitar 45 persen orang mengalami masalah pankreatitis kronis.

Perlu kamu ketahui bahwa penggunaan alkohol jangka panjang menyebabkan sekitar 70 persen kasus pankreatitis kronis pada orang dewasa. 

Penyabab lain yang dapat menimbulkan pankreatitis kronis juga bisa disebabkan oleh penyakit autoimun dan genetik, seperti cystic fibrosis. 

3. Pankreatitis nekrotikans

Kasus pankreatitis akut yang parah dapat berkembang menjadi pankreatitis nekrotikans. Kondisi ini dapat menimbulkan risiko kematian sel karena penyakit. 

Peradangan dari pankreatitis dapat menyebabkan enzim pencernaan bocor ke pankreas. Tentu saja hal itu menyebabkan kerusakan hingga kematian jaringan, yang menyebabkan pankreatitis nekrotikans. 

Pada umumnya dokter akan menyarankan kamu melakukan USG perut atau CT scan untuk mendiagnosis penyakitnya secara lebih rinci.

Jika kamu menderita pankreatitis nekrotikans, dokter akan mengambil sampel jaringan yang mati untuk memastikannya tidak terinfeksi. 

Namun apabila sudah terinfeksi, kemungkinan perlu minum antibiotik dan juga akan dilakukan pengangkatan jaringan yang sudah mati. 

Infeksi jaringan mati meningkatkan risiko kematian akibat pankreatitis nekrotikans, sehingga sangat penting untuk mencari pengobatan secepat mungkin. 

Penyebab penyakit pankreatitis

Menurut penjelasan dari laman Healthline, pankreatitis akut dan kronis memiliki penyebab yang sama. 

  • Batu empedu
  • Minum alkohol berlebihan
  • Kanker pankreas
  • Operasi perut
  • Infeksi
  • Fibrosis kistik
  • Alami cedera pada perut Anda 

Selain itu tingginya kadar kalsium atau trigliserida dalam darah juga dapat menyebabkan pankreatitis kronis.

Batu empedu adalah penyebab paling umum dari pankreatitis akut. Batu empedu adalah massa padat kecil yang terbentuk dari empedu, cairan yang membantu pencernaan.

Namun sebuah batu empedu yang cukup besar bisa tersangkut di persimpangan di mana saluran pankreas utama dan saluran empedu berkumpul. 

Saluran pankreas membawa enzim pencernaan dari pankreas. Kemudian saluran empedu yang umum juga akan membawa empedu atau zat lain dari hati dan kantong empedu. 

Namun jika batu empedu yang prosesnya tidak lancar, dapat menyebabkan peradangan pada saluran empedu dan pankreas.

Diagnosis pankreatitis 

Langkah awal yang akan dilakukan untuk mendiagnosis pankreatitis, biasanya para dokter akan menggunakan kombinasi tes darah dan studi untuk membuat diagnosis. 

Jika kamu menderita pankreatitis akut, pada ummnya akan mengalami sakit perut yang parah dan hasil dari tes darah menunjukkan peningkatan signifikan pada enzim pankreas.

Tak hanya itu saja melalui ultrasound, MRI, dan CT scan juga dapat melihat anatomi pankreas, tanda-tanda peradangan, dan informasi tentang saluran empedu serta pankreas. 

Tes lemak tinja juga dapat menentukan apakah feses yang kamu miliki terdapat kandungan lemak yang lebih tinggi dari biasanya.

Tes fungsi pankreas juga disebut sebagai tes stimulasi sekretin, menunjukkan apakah pankreas merespons secara normal terhadap sekretin atau tidak. 

Sekretin adalah hormon yang menyebabkan pankreas melepaskan cairan untuk membantu mencerna makanan.

Selama tes berlangsung, dokter akan memasukkan saluran melalui hidung atau tenggorokan dan turun ke usus kecil Anda. 

Dokter akan menyuntikkan sekretin ke dalam pembuluh darah, kemudian mengambil sampel cairan melalui tabung.

Pengobatan pankreatitis

Cara mengatasi penyakit pankreatitis setiap orang tentunya akan berbeda-beda, tergantung seberapa parahnya. 

Perawatan untuk pankreatitis akut atau kronis biasanya mengharuskan kamu untuk dirawat inap dan terus mendapatkan pantauan dari dokter.

Pankreas adalah kontributor utama untuk proses pencernaan dan perlu istirahat untuk sembuh.

Untuk alasan ini, kamu mungkin akan menerima cairan dan nutrisi yang dirancang khusus secara intravena (IV) atau melalui tabung yang mengalir dari hidung langsung ke perut.

Cara pengobatan melalui tabung tersebut disebut selang pemberian nasogastrik.

Obat dapat membantu kamu mengendalikan rasa sakit. Kamu juga mungkin dapat menerima enzim pencernaan buatan untuk pankreatitis kronis jika pankreas tidak cukup memproduksi sendiri.

Kamu juga bisa mencoba untuk kembali diet oral tergantung pada kondisi tubuhmu. Sebagian orang membutuhkan satu atau dua minggu untuk sembuh total dari penyakit ini.

Cara lain jika kamu beberapa perawatan yang telah dilakukan tidak berhasil kamu mungkin perlu dioperasi.

Jika dokter mendiagnosis batu empedu, operasi untuk mengangkat kantong empedu dapat membantu. Pembedahan juga dapat mengangkat bagian yang sakit pada pankreas.

Baca juga: Fungsi Pankreas yang Penting bagi Tubuh, Kenali Baik-baik agar Tak Kena Diabetes

Cara mencegah pankreatitis 

1. Hindari konsumsi alkohol

Demi terhindar dari penyakit pankreatitis, kamu sebaiknya tidak lagi mengonsumsi alkohol secara berlebihan. 

Di Denmark sekitar 17.905 orang menemukan fakta bahwa asupan alkohol yang tinggi bisa meningkatkan risiko pankreatitis pada pria dan wanita.

2. Olahraga teratur

Melakukann olahraga secara rutin memang dapat membantu kamu untuk mengendalikan berat badan. Ketika memiliki berat badan yang ideal, tentu saja kamu akan terhindar dari penyakit batu empedu. 

Tak hanya sekedar menjaga berat badan tetap stabil, olahraga juga dapat membantu tubuh menjadi lebih sehat sekaligus terhindar dari pankreatitis.

3. Konsumsi makanan rendah lemak

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa batu empedu menjadi penyebab utama pankreatitis akut.

Batu empedu ini terjadi jika adanya tumpukkan kolestrol yang berlebihan. 

Demi mengurani risiko tersebut sangat disarankan kamu mengonsumsi makanan rendah lemak serta hindari lemak trans dan jenuh. 

Hal itu karena tingginya kadar trigliserida yang ada di dalam lemak trans dan lemak jenuh dapat meningkatkan risiko terkena pankreatitis akut. 

Selain konsumsi makanan rendah lemak, batasi juga makanan serta minuman tinggi gula seperti permen, soda, dan minuman kemasan.

4. Batasi asupan serat 

Serat memang memiliki manfaat yang baik, tetapi pastikan kamu tidak memakan terlalu banyak serat dalam satu waktu. 

Walaupun baik untuk melancarkan pencernaan, namun jika tidak dikonsumsi sewajarnya atau dalam porsi yang cukup justru malah akan memperlambat pencernaan. 

Hal itu karena makanan yang terlalu tinggi serat membuat penyerapan nutrisi menjadi kurang maksimal. Serat juga bisa membuat enzim pencernaan Anda menjadi kurang efektif saat bekerja.

5. Berhenti merokok

Dikutip dari Everyday Health, penelitian membuktikan bahwa merokok meningkatkan risiko pankreatitis akut. 

Orang yang merokok satu bungkus sehari selama 20 tahun berisiko dua kali lipat lebih besar untuk terkena pankreatitis akut dibandingkan dengan yang bukan perokok. 

Aturan makan penderita pankreatitis

Penting untuk diperhatikan, selalu periksa dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengubah kebiasaan makan saat menderita pankreatitis ya. Berikut beberapa tips yang mungkin dokter akan sarankan:

Makanlah antara enam dan delapan porsi kecil sepanjang hari untuk membantu pulih dari pankreatitis. Hal ini lebih mudah pada sistem pencernaan daripada makan dua atau tiga kali dalam jumlah besar.

Ambil suplemen multivitamin untuk memastikan kamu mendapatkan nutrisi yang sesuai untuk kesehatan tubuh. 

Tak ada salahnya untuk melakukan pengecekan kesehatan secara keseluruhan dengan dokter.

Hal itu akan membantu kamu terhindar dari beberapa penyakit serius lainnya. Sebelum memulai pengobatan pastikan kamu sudah konsultasi dengan dokter ya. 

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. Healthline.com (2019) diakses 28 Juli 2020. Everything You Need to Know About Pancreatitis
  2. Webmd.com (2019) diakses 28 Juli 2020. Pancreatitis
  3. Healthline.com (2019) diakses 28 Juli 2020. Pancreatitis Diet
  4. Mayoclinic.org (2020) diakses 28 Juli 2020. Pancreatitis
  5. Nhs.uk (2018) diakses 28 Juli 2020. Acute pancreatitis
  6. Everydayhealth.com (2020) diakses 28 Juli 2020. 5 Ways to Prevent Pancreatitis and Exocrine Pancreatic Insufficiency 

 

    register-docotr