Kamus Penyakit

Tak Cuma soal Keturunan, Kenali Penyakit pada Sistem Reproduksi Manusia

May 19, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Ario W. Pamungkas
feature image

Saat masih sekolah mungkin kamu sering bersinggungan dengan istilah penyakit pada sistem reproduksi manusia. Biasanya ini berkaitan dengan gangguan kesehatan pada sekumpulan organ tubuh yang berfungsi untuk menghasilkan keturunan.

Seiring tumbuh dewasa, pengetahuan mengenai berbagai penyakit pada sistem reproduksi manusia jadi semakin penting untuk dipelajari. Selain bisa memperluas wawasan, kamu juga jadi bisa memahami fungsi organ-organ tersebut secara lebih mendalam.

Mempelajari hal ini juga akan sangat berguna sebagai langkah menjaga kesehatan tubuh. Tujuannya agar kamu terhindar dari berbagai penyakit pada sistem reproduksi. Nah kira-kira apa saja ya, yang perlu kamu ketahui?

Baca Juga: Mari Berkenalan dengan Aspirin, si Obat Tertua sejak Abad ke-5 SM

Bagaimana sistem reproduksi laki-laki bekerja

Pada laki-laki sistem ini terdiri dari dua bagian penting yakni testis dan penis. Testis terletak di dalam kantong yang disebut scrotum. Ia memiliki suhu lebih rendah dibanding tubuh agar bisa menghasilkan sperma yang berkualitas.

Penis sendiri tersambung ke saluran kencing dan reproduksi. Jadi selain berfungsi untuk alat reproduksi, ia juga berperan sebagai alat pembuangan sisa metabolisme berwujud cairan.

Bagaimana sistem reproduksi perempuan bekerja

Tubuh perempuan membagi sistem reproduksinya menjadi eksternal dan internal. Klitoris, labia minora (bibir vagina bagian dalam), labia mayora (bibir vagina bagian luar) dan kelenjar bartholin adalah bagian dari sistem reproduksi eksternal.

Sementara rahim, vagina dan uterus yang berfungsi sebagai penampungan air mani disebut sebagai sistem reproduksi internal. Vagina sendiri tersambung ke dalam rahim melalui serviks, di mana pada saat yang bersamaan saluran tuba falopi juga menyambungkan rahim dan indung telur.

Pada kondisi normal, indung rahim seorang perempuan akan menghasilkan satu sel telur atau lebih untuk dibuahi setiap bulannya. Sel telur akan berjalan menuju rahim melalui saluran tuba falopi. Apabila ia tidak dibuahi maka sel telur akan luruh dalam proses menstruasi.

Apa itu penyakit pada sistem reproduksi manusia

Dilansir dari britannica.com penyakit pada sistem reproduksi manusia disebabkan oleh banyak hal. Salah satunya adalah akibat adanya gangguan hormon pada indung telur, testis, atau kelenjar endokrin yang lain seperti kelenjar di bawah otak, tiroid, atau adrenal.

Beberapa penyakit pada sistem reproduksi manusia juga bisa terjadi karena adanya kelainan genetik bawaan, infeksi, tumor, atau penyebab lain yang tidak diketahui.

Penyakit pada sistem reproduksi manusia: perempuan

Setiap organ reproduksi perempuan bisa terkena berbagai macam penyakit. Namun dilansir dari American Cancer Society, rahim, indung telur, dan serviks memiliki tingkat risiko lebih tinggi terkena kanker dibandingkan organ-organ tubuh lainnya.

Adapun beberapa jenis penyakit yang umum menyerang sistem reproduksi perempuan adalah:

Endometriosis

Penyakit pada sistem reproduksi manusia ini terjadi ketika jaringan yang seharusnya terbentuk di dalam rahim malah tumbuh berkembang di tempat lain. Bisa di indung telur, di belakang rahim, di usus, bahkan di belakang saluran kandung kemih.

Efek kesehatan dari kejadian ‘salah tempat’ ini cukup banyak dan mengganggu. Mulai dari menimbulkan rasa nyeri hebat saat menstruasi, siklus dan perdarahan menstruasi yang sangat banyak dan tidak teratur, hingga kemandulan. Penderita endometriosis juga biasanya merasakan sakit pada perut, punggung bagian bawah, dan tulang panggul.

Meski begitu ada juga perempuan yang tidak menunjukkan gejala apapun, dan baru mengetahui terkena penyakit ini setelah menikah dan memeriksakan diri karena kesulitan untuk hamil.

Uterine fibroids

Ini merupakan penyakit non kanker yang paling sering ditemukan pada perempuan di usia reproduksi aktif. Fibroids sendiri adalah serat-serat yang terbentuk dari sel-sel otot dan jaringan lain yang tumbuh di atau di sekitar dinding rahim.

Sejauh ini belum ada penelitian yang berhasil menemukan penyebab pasti dari penyakit ini. Tapi salah satu faktor pemicunya adalah kelebihan berat badan. Adapun beberapa gejala yang bisa muncul adalah sebagai berikut:

  1. Sakit yang tidak bisa ditoleransi selama menstruasi
  2. Rasa begah pada perut bagian bawah
  3. Frekuensi buang air kecil yang meningkat
  4. Rasa sakit saat berhubungan badan
  5. Sakit pada punggung bagian bawah, dan
  6. Masalah pada sistem reproduksi seperti kemandulan, keguguran berulang kali, atau melahirkan terlalu dini.

Kanker serviks

Adalah kanker di pintu rahim. Penyebab umumnya adalah infeksi virus human papillomavirus (HPV) yang masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seksual.

Saat virus ini berhasil masuk dalam persentase yang rendah, biasanya ia tidak akan mengganggu kesehatan karena berhasil dihadang oleh sistem kekebalan tubuh.

Namun jika ia gagal terdeteksi selama bertahun-tahun, lambat laun akan tumbuh berkembang menjadi sel-sel kanker serviks yang berbahaya. Adapun gejala-gejala yang umum timbul adalah sebagai berikut:

  1. Pendarahan pada vagina setelah berhubungan badan
  2. Vagina mengeluarkan cairan yang mengandung darah dan berbau tidak sedap, dan
  3. Rasa sakit pada panggul saat berhubungan intim.

Beberapa faktor pemicu penyakit ini di antaranya adalah memiliki partner berhubungan intim lebih dari satu, berhubungan seksual terlalu dini, sistem kekebalan tubuh yang lemah, kebiasaan merokok, dan mengonsumsi obat-obatan pencegah keguguran tertentu.

Kanker rahim

Disebut juga dengan istilah womb cancer, penyakit ini umum terjadi pada perempuan yang memasuki masa menopause. Ciri utamanya adalah sebagai berikut:

  1. Vagina mengalami pendarahan hebat atau mengeluarkan cairan yang tidak normal
  2. Kesulitan buang air kecil
  3. Sakit pada area panggul, dan
  4. Rasa sakit saat berhubungan intim.

Sejauh ini belum ada penelitian yang berhasil menemukan penyebab pasti kanker rahim. Namun kadar hormon estrogen yang terlalu tinggi diketahui dapat memperbesar risiko seseorang terkena gangguan kesehatan ini.

Perempuan yang mengalami kelebihan berat badan juga cenderung lebih rentan mengalami kondisi ini.

Kanker vagina adalah penyakit pada sistem reproduksi manusia

Meskipun termasuk jarang terjadi, jenis kanker ini menyerang otot pada liang vagina yang menyambungkan rahim dan bagian luar alat kelamin perempuan.

Sel-sel kanker umumnya ditemukan pada permukaan vagina yang biasa disebut sebagai saluran melahirkan. Adapun beberapa pertanda dari kanker vagina adalah sebagai berikut:

  1. Perdarahan yang tidak seperti biasanya, misalnya setelah berhubungan intim atau setelah menopause
  2. Vagina mengeluarkan cairan asing dan berbau
  3. Benjolan muncul di area vagina
  4. Rasa sakit saat buang air kecil
  5. Kencing lebih sering dari biasanya
  6. Sulit buang air besar, dan
  7. Sakit pada area panggul.

Kanker vulva

Adalah jenis kanker yang ditemukan di area luar alat kelamin perempuan. Vulva sendiri adalah bagian kulit yang mengelilingi lubang saluran kencing dan vagina, termasuk klitoris dan labia. Penyakit pada sistem reproduksi manusia yang satu ini biasanya terlihat seperti benjolan yang menyebabkan rasa gatal.

Meski bisa menyerang perempuan pada usia berapa saja, namun wanita lanjut usia cenderung lebih mudah terkena penyakit ini. Adapun beberapa gejalanya adalah sebagai berikut:

  1. Rasa gatal yang susah hilang pada alat kelamin
  2. Perdarahan yang tidak berasal dari menstruasi
  3. Perubahan warna atau tekstur pada kulit, dan
  4. Benjolan yang terlihat seperti berisi air, atau luka menyerupai sariawan.

Interstitial cystitis

Adalah penyakit kronis yang biasanya membuat penderitanya mengalami radang atau iritasi pada dinding kandung kemih. Meski bisa menyerang baik pria maupun perempuan, penyakit ini lebih sering ditemukan pada sistem reproduksi kaum hawa. Adapun ciri-cirinya adalah:

  1. Rasa tidak nyaman pada perut atau panggul
  2. Rasa ingin buang air kecil yang lebih sering dari biasanya
  3. Rasa tertekan pada perut atau panggul, dan
  4. Rasa sakit pada perut yang memperkuat sensasi seolah-olah kandung kemih telah penuh atau kosong.

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), penyakit pada sistem reproduksi manusia

Penyakit pada sistem reproduksi manusia ini terjadi saat rahim atau kelenjar adrenal memproduksi hormon testosteron di atas batas yang seharusnya. Ini menyebabkan tumbuhnya kista di dalam rahim. Beberapa gejalanya adalah:

  1. Kemandulan
  2. Sakit pada panggul
  3. Rambut pada wajah, dada, perut, jari dan kaki tumbuh dengan lebat
  4. Kebotakan atau rambut menipis
  5. Jerawat dan muka berminyak
  6. Muncul ketombe, dan
  7. Muncul bercak hitam atau coklat tua pada kulit.

Penyakit pada sistem reproduksi manusia: laki-laki

Sistem reproduksi laki-laki punya tujuan utama untuk menghasilkan, memelihara, dan memindahkan material genetis dalam proses menghasilkan keturunan. Fungsi-fungsi tersebut bisa terganggu apabila ia mengalami beberapa penyakit di bawah ini:

Kanker prostat

Salah satu organ reproduksi laki-laki adalah kelenjar kecil berbentuk seperti kacang yang dinamakan prostat. Ia berfungsi mengalirkan cairan yang menutrisi dan melindungi sperma.

Meski sebagian besar kanker prostat tumbuh perlahan dan tidak berbahaya bagi nyawa, ada juga yang bersifat ganas dan menyebar dengan cepat. Adapun beberapa gejala yang muncul dari penyakit ini adalah sebagai berikut:

  1. Kesulitan buang air kecil
  2. Penurunan aliran air seni saat kencing
  3. Darah dalam air mani
  4. Rasa tidak nyaman di area panggul
  5. Sakit tulang, dan
  6. Disfungsi ereksi.

Kanker testis adalah penyakit pada sistem reproduksi manusia

Kanker ini menyerang testis yang terletak di dalam scrotum, sebuah ‘kantung’ dari kulit yang menggantung di bawah penis. Seperti yang telah disebutkan di atas, testis berfungsi untuk menghasilkan hormon seks dan sperma untuk menghasilkan keturunan.

Dibandingkan tipe kanker yang lain, kanker testis tergolong jarang terjadi dan lebih mudah ditangani. Adapun ciri pertanda dari penyakit ini adalah sebagai berikut:

  1. Muncul benjolan pada testis
  2. Salah satu testis membesar
  3. Scrotum terasa berat
  4. Rasa sakit pada testis atau scrotum, dan
  5. Sakit punggung.
  6. Penurunan Berat Badan lebih dari 10% dalam 1 bulan terakhir

Disfungsi ereksi

Biasa dikenal dengan istilah impotensi, gangguan kesehatan ini terjadi saat seorang pria tidak mampu melakukan atau mempertahankan ereksi saat berhubungan intim. Apabila hal ini hanya terjadi sesekali, maka kamu tidak perlu terlalu terlalu khawatir.

Namun apabila kamu mengalaminya secara berkala dalam jangka waktu yang panjang, maka kamu disarankan untuk segera berkonsultasi kepada dokter. Beberapa gejala yang ditimbulkan adalah kesulitan ereksi, kalaupun ereksi hanya sebentar, dan penurunan gairah seksual.

Penyebab terjadinya disfungsi ereksi bermacam-macam, seperti:

  • Sumbatan pada pembuluh darah
  • Penyakit jantung
  • Kolesterol tinggi
  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Masalah pencernaan
  • Kelebihan berat badan
  • Kebiasaan merokok
  • Sindrom parkinson.

Berkonsultasi pada dokter sangat dianjurkan karena gangguan ini dapat menurunkan rasa percaya diri laki-laki, stres, hingga depresi apabila dibiarkan begitu saja.

Baca Juga: Jadi Andalan Saat Puasa, Inilah Manfaat Timun Suri yang Perlu Kamu Tahu!

Penyakit pada sistem produksi manusia yakni kekurangan testosteron

Hormon testosteron adalah hormon yang sangat berpengaruh pada penampilan maupun perkembangan seksual seorang laki-laki. Selain menghasilkan sperma, ia juga membantu pembentukan otot dan massa tulang.

Dilansir dari Healthline, kadar normal testosteron pada laki-laki adalah 300 sampai 1000 nl/dL. Ketika produksinya di bawah itu, seorang laki-laki akan mengalami:

  1. Penurunan gairah seksual
  2. Susah mengalami ereksi
  3. Penurunan volume air mani
  4. Rambut rontok
  5. Kehilangan massa otot
  6. Mudah lelah
  7. Peningkatan lemak tubuh, dan
  8. Ukuran testis yang mengecil.

Nah semoga setelah membaca ulasan di atas kamu bisa lebih mengenali kondisi tubuhmu dan menjaga kesehatan agar tidak terjangkit berbagai jenis penyakit pada sistem reproduksi manusia.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Cervical cancer, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-causes/syc-20352501 diakses pada 18 Mei 2020

Womb (uterus) cancer, https://www.nhs.uk/conditions/womb-cancer/ diakses pada 18 Mei 2020

Uterine cancer, https://medlineplus.gov/uterinecancer.html diakses pada 18 Mei 2020

Vaginal cancer, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vaginal-cancer/symptoms-causes/syc-20352447 diakses pada 18 Mei 2020

Vulva cancer, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/vulvar-cancer/symptoms-causes/syc-20368051 diakses pada 18 Mei 2020

Common reproductive health concer for women, https://www.cdc.gov/reproductivehealth/womensrh/healthconcerns.html, diakses pada 18 Mei 2020

Reproductive System: Facts, Functions & Diseases, https://www.livescience.com/26741-reproductive-system.html diakses pada 18 Mei 2020

Reproductive system disease, https://www.britannica.com/science/reproductive-system-disease/In-the-female diakses pada 18 Mei 2020

Diseases of the Male Reproductive System https://www.providencephysicians-sc.com/our-practices/providence-urology-specialists/diseases-of-male-reproductive-organs diakses pada 18 Mei 2020

Prostate cancer, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prostate-cancer/symptoms-causes/syc-20353087 diakses pada 18 Mei 2020

Testicular cancer, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/testicular-cancer-care/symptoms-causes/syc-20352986 diakses pada 18 Mei 2020

Erectile dysfunction, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/erectile-dysfunction/symptoms-causes/syc-20355776, diakses pada 18 Mei 2020

Low testosterone, https://www.healthline.com/health/low-testosterone/warning-signs diakses pada 18 Mei 2020

 

 

 

    register-docotr