Kamus Penyakit

Mengenal Penyakit Melasma: Bercak di Wajah yang Bisa Ganggu Kecantikan Kulit

July 6, 2020 | Fitri Chaeroni
feature image

Pernahkah kamu mendengar soal penyakit melasma? Melasma merupakan salah satu gangguan kulit yang sering terjadi pada perempuan.

Penyakit ini membuat penderitanya akan mengalami munculnya bercak kulit yang berwarna gelap. Bercak ini biasanya muncul di area tubuh yang kerap terpapar matahari.

Untuk mengetahui apa saja penyebab penyakit melasma, apa gejalanya, bagaimana cara mengatasinya, hingga langkah pencegahan, kamu bisa simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Apa itu penyakit melasma

Melasma adalah penyakit yang menyebabkan bercak-bercak gelap dan perubahan warna pada kulit. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada perempuan.

Saat terjadi pada ibu hamil, melasma juga sering disebut dengan mask of pregnancy atau topeng kehamilan. Meski lebih banyak terjadi pada wanita, laki-laki juga bisa mengalami kondisi ini.

Dilansir dari American Academy of Dermatology, 10 persen penderita melasma adalah laki-laki. Bercak akibat melasma biasanya muncul di area yang terpapar sinar matahari.

Seringnya muncul di bagian wajah seperti dahi, pipi, serta pangkal hidung, lalu bagian tubuh lain seperti lengan. Orang yang memiliki warna kulit lebih gelap lebih berisiko daripada mereka yang berkulit putih.

Penyebab penyakit melasma

Hingga saat ini, dokter dan ahli kulit masih belum mengetahui penyebab pasti kenapa melasma terjadi. Kemungkinan melasma terjadi ketika sel-sel pembuat warna kulit atau melanosit menghasilkan terlalu banyak warna.

Selain itu, ada juga beberapa faktor lain yang bisa memicu timbulnya bercak melasma pada kulit. Di antaranya:

1. Paparan sinar matahari

Sinar ultraviolet (UV) dari matahari merangsang melanosit. Bahkan, hanya sedikit paparan sinar matahari dapat membuat melasma kembali setelah memudar. 

Paparan sinar matahari juga menjadi alasan kenapa melasma akan memburuk kondisinya di musim panas. Ini juga merupakan alasan utama mengapa banyak orang dengan melasma mengalami gejala kambuhan.

2. Perubahan hormon

Wanita yang sedang hamil lebih sering mengalami melasma karena tingginya produksi hormon. Ketika melasma muncul pada wanita hamil, itu disebut dengan chloasma, atau topeng kehamilan. 

Selain itu, pil KB dan obat-obatan pengganti terapi hormon semua dapat memicu melasma. Stres dan penyakit tiroid juga dianggap sebagai penyebab melasma.

3. Produk perawatan kulit tertentu

Penggunaan produk perawatan yang dapat mengiritasi kulit juga bisa menyebabkan timbulnya melasma pada seseorang.

4. Faktor genetik

Dilansir dari AAD, faktor genetik juga mungkin berpengaruh. Apabila dalam keluarga ada riwayat seseorang yang mengalami melasma, maka kamu juga berisiko untuk mengalami hal serupa.

5. Faktor risiko lainnya

Selain wanita hamil, orang yang memiliki risiko lebih tinggi terkena melasma adalah orang dengan warna kulit lebih gelap.

Seperti keturunan Latin/Hispanik, Afrika Utara, Afrika-Amerika, Asia, India, Timur Tengah, atau keturunan Mediterania.

Gejala penyakit melasma

Melasma akan menimbulkan bercak yang warnanya lebih gelap dari warna kulit asli kamu. . Ini biasanya terjadi pada wajah dan simetris dengan tanda yang serasi di kedua sisi wajah. 

Melasma juga bisa muncul di bagian tubuh lain yang sering terkena sinar matahari. Bercak berwarna kecoklatan biasanya muncul pada:

  • Pipi
  • Dahi
  • Pangkal hidung
  • Dagu

Bercak melasma juga bisa muncul di leher dan lengan bawah. Perubahan warna kulit memang tidak menyebabkan kerusakan fisik, tetapi berpengaruh pada tampilan kulit. Jika kamu mengalami gejala melasma, hubungi dokter kulit agar segera ditangani.

Cara mendiagnosis penyakit melasma

Saat menemui dokter, bagaimana melasma akan didiagnosis? Langkah awal biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan secara visual ke kondisi kulit kamu.

Untuk melihat seberapa dalam melasma menembus kulit, dokter kulit mungkin akan melihat kulit kamu di bawah alat yang disebut Wood’s light atau cahaya Wood.

Selain penggunaan Wood’s light, dokter juga bisa melakukan tes biopsi dengan cara mengambil sampel kulit kamu. 

Tes ini dilakukan untuk memastikan adakah gangguan kulit lain yang ada pada diri kamu. Tak perlu takut, karena proses ini cepat dan bisa dilakukan sekali kunjungan saja.

Cara mengatasi penyakit melasma

Bercak melasma sebenarnya bisa memudar dengan sendirinya. Ini biasanya terjadi ketika faktor pemicu melasma dihilangkan. Seperti berakhirnya kehamilan atau penghentian konsumsi obat hormonal.

Ketika seorang wanita melahirkan bayinya atau berhenti minum pil KB, melasma bisa memudar. Namun, beberapa orang menderita melasma selama bertahun-tahun, atau bahkan seumur hidup.

Jika melasma tidak hilang atau seorang wanita ingin tetap menggunakan pil KB, ada beberapa jenis perawatan melasma yang tersedia. Berikut beberapa perawatan yang biasanya disarankan oleh dokter kulit:

1. Penggunaan hydroquinone

Hydroquinone merupakan salah satu obat yang paling umum digunakan untuk mengatasi bercak penyakit melasma. Obat ini digunakan dengan cara diaplikasikan ke area bercak dan bekerja dengan cara mencerahkan area tersebut.

Hydroquinone ini bisa berbentuk krim, lotion, gel, atau cairan. Beberapa jenis hydroquinone bisa kamu dapatkan tanpa resep dokter, biasanya jenis ini memiliki konsentrasi yang lebih rendah.

2. Tretinoin dan kortikosteroid

Untuk meningkatkan proses pencerahan kulit, dokter kulit mungkin akan meresepkan obat kedua. Obat ini dapat berupa tretinoin atau kortikosteroid.

Tretinoin dan kortikosteroid biasanya ditemukan dalam bentuk krim, lotion, atau gel. Baik kortikosteroid dan tretinoin dapat membantu mencerahkan area bercak melasma.

Kadang-kadang dokter juga meresepkan obat yang mengandung tiga kandungan sekaligus (hydroquinone, tretinoin, dan kortikosteroid) dalam satu krim. Ini sering disebut krim triple.

3. Obat topikal lainnya

Selain hydroquinone, tretinoin, dan kortikosteroid, dokter kulit mungkin akan meresepkan obat topikal lain untuk mencerahkan bercak melasma. Seperti azelaic acid atau kojic acid.

4. Prosedur medis

Apabila proses perawatan menggunakan obat tidak berhasil, mungkin kamu membutuhkan prosedur penanganan khusus. Prosedur ini hanya boleh dilakukan oleh dokter atau professional penanganan gangguan kulit.

Beberapa prosedur medis yang bisa mengatasi melasma di antaranya:

  • Mikrodermabrasi
  • Chemical peel
  • Perawatan laser
  • Terapi cahaya
  • Dermabrasi

Beberapa opsi perawatan ini memiliki efek samping atau dapat menyebabkan masalah kulit tambahan. Maka, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan prosedur mana yang paling tepat untuk kamu.

Tanyakan kepada dokter kulit kamu tentang kemungkinan efek samping (masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan dari perawatan). Prosedur ini juga tidak menjamin bahwa melasma tidak akan kembali, dan beberapa kasus melasma tidak dapat sepenuhnya dihilangkan.

Efek setelah melakukan prosedur medis

Di bawah perawatan dokter kulit, banyak orang dengan melasma memiliki hasil yang baik. Namun, kadang melasma juga sangat bandel dan sulit dihilangkan. Mungkin perlu beberapa bulan perawatan untuk melihat peningkatan. 

Penting untuk mengikuti saran dokter kulit kamu. Ini untuk memastikan bahwa kamu mendapatkan manfaat terbaik dari perawatan. Ini juga dapat membantu menghindari iritasi kulit dan efek samping lainnya.

Jika kamu mengalami salah satu dari beberapa gejala di bawah ini setelah mendapatkan perawatan untuk melasma, pastikan untuk menghubungi dokter kulit kamu:

  • Iritasi kulit
  • Kulit menjadi gelap
  • Masalah lainnya

Perawatan penyakit melasma di rumah

Jika kamu memiliki bercak melasma, dokter kulit mungkin akan merekomendasikan tips berikut untuk mencapai warna kulit yang lebih merata:

1. Gunakan sunscreen setiap hari

Salah satu perawatan paling umum untuk melasma adalah perlindungan terhadap sinar matahari. Karena sinar matahari memicu melasma, penting untuk memakai tabir surya setiap hari, bahkan pada hari berawan dan setelah berenang atau berkeringat. 

Pilih tabir surya yang menawarkan perlindungan spektrum luas, Sun Protection Factor (SPF) 30 atau lebih, dengan tambahan kandungan zinc oxide dan atau titanium dioxide untuk secara fisik membatasi efek sinar matahari pada kulit.

Oleskan tabir surya 15 menit sebelum pergi keluar dan aplikasikan kembali setidaknya setiap dua jam. Sunscreen sendiri ada 2 jenisnya yakni chemical sunscreen dan physical sunscreen, kamu bisa mempelajarinya di sini.

2. Kenakan topi lebar dan kacamata hitam saat berada di luar

Penggunaan sunscreen aja mungkin kurang cukup membantu kamu terlindung dari paparan terik sinar matahari. 

Saat berada di luar rumah, coba cari tempat teduh dan gunakan pakaian tertutup, topi lebar, dan kacamata hitam untuk menambah perlindungan.

3. Pilih produk perawatan kulit yang lembut

Kamu harus cermat memilih produk skin care. Produk perawatan kulit yang menyengat atau sebabkan sensasi terbakar bisa mengiritasi kulit dapat memperburuk melasma.

4. Hindari waxing saat derita penyakit melasma

Waxing dapat menyebabkan peradangan kulit yang dapat memperburuk melasma. Jadi penting untuk tidak melakukan waxing di area tubuh yang terkena melasma. Tanyakan kepada dokter kulit tentang jenis hair removal lain yang mungkin tepat untuk kamu.

Perawatan kulit untuk mencegah penyakit melasma

Untuk kamu yang ingin mencegah timbulnya melasma, atau menghindari bercak melasma timbul lagi, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan di rumah.

Tak hanya mengurangi paparan sinar matahari, cobalah langkah-langkah di bawah ini:

1. Pakai produk pembersih muka yang tepat

Polusi lingkungan dapat berkontribusi terhadap melasma. Polutan di udara dapat mengikat sel kulit dan merusak permukaan pelindung, membuatnya lebih lemah dan rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari. 

Bersihkan kulit kamu setiap malam sebelum tidur dengan pembersih yang benar-benar dapat menghilangkan partikel dan membantu melindungi kulit.

2. Memerangi stres kulit dengan antioksidan

Vitamin C dan E dapat membantu menyembuhkan kerusakan kulit akibat sinar matahari.

Jadi oleskan beberapa tetes serum yang mengandung vitamin ini untuk meningkatkan kesehatan kulit dan menangkal efek berbahaya dari paparan sinar matahari.

3. Jaga kelembaban kulit

Gunakan pelembab yang baik setelah menggunakan serum untuk mengembalikan penghalang lipid (lemak) kulit, yang membantu melindunginya dari kerusakan.

Bahkan dengan perawatan dokter, mungkin perlu berbulan-bulan sampai melasma bisa hilang secara tuntas. Tidak ada perbaikan dalam semalam.

Melasma akan cepat kembali jika kamu tidak berhati-hati tentang perlindungan sinar matahari. Jadi, perawatan jangka panjang membutuhkan komitmen berkelanjutan untuk melindungi kulit kamu.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Harvard Health Publishing. Diakses pada 2 Juli 2020. Unmasking the causes and treatments of melasma

American Academy of Dermatology. Diakses pada 2 Juli 2020. Diseases & conditions MELASMA

Healthline. Diakses pada 2 Juli 2020. Melasma

Medical News Today. Diakses pada 2 Juli 2020. What is melasma?

    register-docotr